MSCI USULKAN PASAR SAHAM INDONESIA MENJADI ”STANDALONE”, IHSG TERJUN BEBAS

Sumber: WAHANANEWS.CO 

cssmora.org – Kepala Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) CSSMoRA Nasional, Ardian Hafizh Nur Faqih, menyatakan bahwa bagi para investor, pelaku usaha, dan keluarga yang menggantungkan harapan pada pasar ini, kami doakan agar Allah subhanahu wa ta’ala melapangkan hati mereka dan menggantinya dengan rezeki yang lebih baik dan penuh keberkahan. Di tengah angka-angka yang bergejolak, ada janji yang patut digenggam erat.

 وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” QS. At-Talaq (65): 2–3

Alasan yang disebut MSCI, antara lain struktur kepemilikan saham yang dinilai kurang transparan dan dugaan perdagangan yang terkoordinasi, menyentuh nilai yang sangat dijaga dalam ajaran muamalah, yakni kejujuran dan keterbukaan dalam bertransaksi. Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan:

 وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ ﴿١﴾ الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ

“Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang), (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi.” QS. Al-Muthaffifin (83): 1–2

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menegaskan:

 مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Barangsiapa menipu kami, maka ia bukan termasuk golongan kami.” HR. Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu

Para ulama fikih juga melarang praktik “najasy”, yakni menciptakan kesan permintaan semu untuk menggiring harga, yang sepintas mirip dengan dugaan perdagangan terkoordinasi dalam dunia pasar modal. Perlu dicatat, dugaan tersebut masih merupakan penilaian pelaku pasar, dan sebagian analis menilai peluang bertahan di kelompok “emerging” masih terbuka. Otoritas dan BEI pun menyatakan komitmennya melanjutkan reformasi serta meminta klarifikasi kepada MSCI.

Pasar yang sehat, pada akhirnya, berdiri di atas kepercayaan, dan kepercayaan tumbuh dari amanah, transparansi, dan keadilan bagi semua pihak. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan jalan terbaik bagi perekonomian negeri ini, dan menjadikan gejolak ini sebagai pelajaran bersama untuk memperkuat fondasi kejujuran yang selama ini menjadi ruh ajaran Islam dalam bermuamalah.

Latar belakang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,57 persen pada Jumat (16/10), penurunan harian terdalam sejak krisis moneter 1998, setelah penyedia indeks global MSCI mengusulkan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Tekanan berlanjut pada awal pekan, lalu IHSG memantul pada 20–21 Oktober. Statusnya belum resmi turun; keputusan final paling lambat 30 Juni 2027.

MSCI membuka konsultasi pada 15 Oktober (waktu New York) atas usulan mereklasifikasi MSCI Indonesia Index menjadi standalone market. Menurut MSCI, status emerging market dinilai tidak lagi tepat bagi Indonesia. Pelaku pasar disebut masih mengkhawatirkan struktur kepemilikan saham yang tidak transparan, dugaan perdagangan terkoordinasi, penegakan aturan, dan investabilitas pasar. MSCI juga menilai pelaku pasar belum melihat bukti konsisten bahwa langkah reformasi pemerintah dan otoritas pasar modal memberi perbaikan material. Menurut masukan investor, penurunan ke frontier market tidak cukup mencerminkan kedalaman masalah, sehingga MSCI langsung mengusulkan standalone.

Sumber: Berbagai Sumber

Penulis: Tim Literasi CSSMoRA Nasional

Editor: Thariq Afdhala

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *