Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) Nasional melalui DepartemenPengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) sukses menyelenggarakan program pengabdian DIMTARA yang ke-4 di Desa Tejang, Pulau Sebesi, Lampung Selatan, pada 20–31 Agustus 2026. Mengusung tema “Jelajah Bumi Krakatau: Menyulam Asa, Menggema dari Pesisir keNusantara”, program ini menjadi salah satu bentuk komitmenCSSMoRA Nasional dalam mengabdikan diri kepadamasyarakat melalui berbagai program kerja yang berorientasipada pemberdayaan dan pengembangan potensi masyarakatsetempat.
Kamis, 20 Agustus 2026–Rangkaian kegiatan diawali dengankeberangkatan 28 volunteer yang dijadwalkan berkumpul di Pelabuhan Merak pada pukul 08.00 WIB. Perjalananditempuh selama kurang lebih delapan jam melalui ruteMerak–Bakauheni–Canti, hingga rombongan tiba dan berlabuh di Dermaga Pulau Sebesi sekitar pukul 16.00 WIB. Setibanya di lokasi, para volunteer memanfaatkan waktuuntuk beristirahat sekaligus beradaptasi dengan lingkungansetempat. Karena bertepatan dengan malam puncak rangkaianperingatan Hari Kemerdekaan, pada malam harinya seluruhvolunteer turut meramaikan kegiatan bersama masyarakat. Momen tersebut juga sekaligus menjadi bentuk penyambutanyang hangat dari masyarakat.
Keesokan harinya, barulah rangkaian kegiatan DIMTARA#4 resmi dimulai melalui acara pembukaan di Balai Desa yang berlangsung secara seremonial. Kegiatan tersebut dihadirioleh Kepala Desa, Kepala Dusun, serta berbagai elemenmasyarakat yang turut memberikan dukungan terhadappelaksanaan program. Muh. Arga Saputra selaku Project Leader DIMTARA#4 dalam sambutannya menyampaikanbahwa program ini merupakan bentuk dedikasi relawan mudauntuk bangsa. Oleh karena itu, program ini bertajukDIMTARA, Pengabdi Muda Nusantara. Tercatat semenjakdimulainya tahap registrasi kegiatan, ada 124 peserta yang mendaftar. Hingga pada akhirnya, setelah melewati proses administrasi dan seleksi yang panjang, 28 volunteer diberangkatkan sebagai relawan.
Selanjutnya, Ahmad Faisal, mewakili Ketua Umum CSSMoRA Nasional, menyampaikan bahwa program inididanai oleh komunitas mahasiswa Penerima Beasiswa SantriBerprestasi (PBSB) atau akrab dikenal CSSMoRA, “Oleh karenanya, seluruh program amal yang nantinya akandidedikasikan juga merupakan bentuk sumbangsih santriuntuk negeri” ujarnya. Terakhir, Bapak Syamsiar sebagaiKepala Desa menutup dengan sambutan yang hangat ataskehadiran Tim Volunteer DIMTARA#4 di Desa Tejang, Pulau Sebesi. Dengan harapan, semua dapat menjalin ukhuwah yang baik sehingga seluruh program nantinya pun dapat terlaksanadengan baik.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan program kerja oleh tim volunteer DIMTARA#4. Sebanyak 23 program kerja telah disusun dan terbagi ke dalam lima fokus divisi, yaitu Pendidikan, Kajian, Kesehatan, Ekoparling (Ekonomi, Pariwisata, dan Lingkungan), serta Media. Setiap divisi menyampaikan rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan, mulai dari tujuan, sasaran, hingga bentuk pelaksanaanprogram yang telah disusun sebelumnya. Usai pemaparantersebut, barulah rangkaian kegiatan DIMTARA#4 pun resmidibuka.
Memasuki hari ketiga, tim volunteer berfokus pada kegiatan“Sehari Melokal”, yaitu momen untuk mulai berbaur secaralangsung dengan kehidupan masyarakat Desa Tejang. Melaluikegiatan ini, para volunteer berkesempatan untuk mengenallebih dekat keseharian, budaya, serta kehidupan masyarakatsetempat, sekaligus membangun interaksi dan kedekatan yang lebih erat dengan warga. Kegiatan ini juga dimanfaatkanmereka sebagai tahap awal riset lapangan untuk menggaliberbagai informasi yang dibutuhkan sebelum pelaksanaanprogram kerja. Setiap divisi mulai melakukan observasi dan pendekatan sesuai dengan fokusnya masing-masing. Tim Kesehatan, misalnya, mulai mengunjungi fasilitas kesehatan] setempat, sementara Tim Kajian sowan dengan beberapa guru mengaji dan tokoh masyarakat. Begitu pula dengan divisi lainnya yang turut mencari informasi sesuai kebutuhanprogramnya. Setelah sehari penuh berbaur dan me-lokaldengan masyarakat, tim volunteer pun siap melaksanakanberbagai program kerja pada hari-hari berikutnya.
Sisir Pesisir dan Revitalisasi Landmark Dermaga
Hari keempat jalannya pengabdian, Tim Volunteer mengadakan kegiatan “Sisir Pesisir” atas inisiasi kolaborasiDivisi Ekoparling dan Divisi Kesehatan. Para volunteer menyisir kawasan pesisir untuk mengumpulkan berbagaisampah anorganik yang berserakan di sekitar pantai. Sampahyang terkumpul dipilah dan dikumpulkan hingga mencapai 11 trash bag. Namun, di balik banyaknya sampah yang berhasildikumpulkan, terdapat persoalan lain yang turut menjadiperhatian. Hingga saat ini, belum tersedia sistem pengelolaandan penanggulangan sampah yang memadai di kawasantersebut.
Oleh karenanya, atas arahan dari Bapak Suroto selakuSyahbandar, tim volunteer terpaksa untuk membakar sampah-sampah tersebut sebagai langkah sementara untuk mencegahsampah kembali terbawa ke laut. “Belum ada sistempenanggulangan sampah yang baik, jadi sementara lebih baikdibakar daripada mencemari lautan,” tukasnya. Situasi inimenjadi catatan penting bagi tim volunteer bahwa persoalankebersihan di wilayah pesisir membutuhkan sistempengelolaan yang berkelanjutan agar sampah yang telahdikumpulkan tidak kembali menjadi persoalan bagilingkungan.
Masih di tempat yang sama, pada sore harinya tim volunteer melanjutkan kegiatan dengan merevitalisasi landmark dermaga. Landmark yang sebelumnya tampak kusam dan dipenuhi karat tersebut dibersihkan sebelum dicat ulang. Proses pengecatan dilakukan untuk memperbarui tampilanlandmark sekaligus melindunginya dari kerusakan akibatpaparan terik matahari dan cuaca. Dengan adanya revitalisasiini, landmark dermaga diharapkan dapat kembali menjadipenanda kawasan yang menarik dan terawat.
Home Visit dan Cek Kesehatan Gratis
Dilaksanakan berkala pada sore hari, rangkaian kegiatan“Home Visit” yang diinisiasi oleh Divisi Kesehatan mengadakan kunjungan ke sejumlah rumah warga yang telahdirekomendasikan oleh perawat Pustu setempat. Kunjungantersebut dilakukan secara berkala, setiap dua hari sekali, sebagai upaya membantu memantau perkembangan kondisikesehatan warga yang membutuhkan perhatian lebih.
Warga yang menjadi sasaran home visit dipilih berdasarkankondisi kesehatan tertentu, khususnya keluarga yang memilikianggota dengan riwayat penyakit serius maupun penyakitdegeneratif. Dalam setiap kunjungannya, para volunteer berinteraksi langsung dengan warga untuk mengetahui kondisidan keluhan kesehatan yang dirasakan.
Selain home visit, Divisi Kesehatan DIMTARA#4 turutterlibat dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagimasyarakat Pulau Sebesi. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaDinas Kesehatan Lampung Selatan dan Puskesmas Rajabasasebagai bagian dari upaya mendekatkan akses pemeriksaankesehatan kepada masyarakat.
Sosialisasi Pupuk Organik Cair (POC) dan SimulasiSanitasi Hama Coklat
Melalui divisi Ekoparling, tim volunteer sukses melaksanakankegiatan sosialisasi Pupuk Organik Cair (POC) sebagaialternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat untukmendukung perawatan dan pertumbuhan tanaman. Kegiatanini menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenaipemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar untuk diolahmenjadi pupuk yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan inijuga dilengkapi dengan simulasi pembuatan dan penggunaanPOC agar masyarakat dapat memahami prosesnya secaralangsung. Volunteer menjelaskan tahapan pengolahan, carapenggunaan, serta manfaat POC dalam membantu memenuhikebutuhan nutrisi tanaman.
Selain itu, mereka juga sukses melaksanakan simulasi sanitasihama pada tanaman coklat di Dusun III. Dusun ini terletakjauh dari dermaga, sekitar 5KM masuk ke area permukimandan perkebunan warga. Berbekal riset tentang tata carapembasmian hama coklat yang dipersiapkan jauh harisebelumnya, tim ekoparling melakukan simulasi sederhanadengan mulai memisahkan buah cokelat yang telah terpaparhama. Setelah terpisahkan, barulah coklat-coklat yang terpapar oleh hama tersebut dikubur dengan kedalamansekitar satu meter di atas permukaan tanah. Upaya tersebutdiharapkan dapat memberikan contoh simulasi sederhanaterkait edukasi sanitasi hama pada tanaman coklat bagi para petani cokelat setempat.
Edukasi Anemia dan Cek Hb Darah SMA Swadipha
Perhatian terhadap kesehatan remaja menjadi salah satu fokusdalam rangkaian pengabdian. Oleh karenanya, melalui Divisi Kesehatan, tim volunteer melaksanakan edukasi mengenaianemia di SMAS Swadipha. Kegiatan ini ditujukan kepadapara siswa dan siswi sebagai upaya meningkatkanpengetahuan mengenai anemia, mulai dari pengenalan kondisitersebut, faktor penyebab, hingga pentingnya menjagakesehatan dan asupan gizi pada masa remaja.
Usai sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaankadar hemoglobin (HB) bagi para siswi. Pemeriksaan inidilakukan untuk mengetahui kondisi kadar HB masing-masing peserta sekaligus memberikan gambaran awal mengenaikondisi kesehatan mereka. Hasil pemeriksaan menunjukkanbahwa mayoritas siswi SMAS Swadipha memiliki kadar HB dalam kondisi baik, meskipun terdapat beberapa siswi yang perlu lebih memperhatikan asupan gizi dan menjagakesehatan untuk mencegah risiko anemia.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi guru dan staf SMAS Swadipha. Jika sebelumnya pemeriksaan difokuskan kepada para siswi, kali ini layanan kesehatan diberikan kepada tenaga pendidikdan staf sekolah. Dari hasil pemeriksaan tersebut, secaraumum kondisi kesehatan guru dan staf yang mengikutikegiatan berada dalam kondisi baik.
Menghidupkan Budaya Literasi bagi Generasi Muda Sebesi
Upaya menghidupkan budaya literasi menjadi salah satu objekperhatian Divisi Pendidikan. Melalui program “Sosial Pustakawan”, tim melakukan revitalisasi perpustakaansekolah pada 24–25 Agustus 2026. Selama dua hari, tujuhorang yang terdiri dari lima anggota Divisi Pendidikan dan dua penanggung jawab menata kembali ruang perpustakaanyang sebelumnya belum tertata secara optimal. Sebanyak 95% buku berhasil disortir dan diklasifikasikan berdasarkankategorinya, sehingga ruang perpustakaan menjadi lebih rapidan nyaman untuk digunakan sebagai fasilitas penunjangpembelajaran.
Setelah ruang pustaka ditata, tim melanjutkan upayamenumbuhkan minat baca melalui program “Sobat Literasi” yang dilaksanakan pada 24 Agustus 2026. Kegiatan ini diikutioleh seluruh siswa sekolah dengan pendekatan yang interaktifdan menyenangkan. Antusiasme siswa terlihat sepanjangkegiatan, terlebih ketika tim memberikan atribut berupaselendang sebagai simbol bagi siswa yang gemar membaca.
Tak hanya itu, pada 26 Agustus 2026, program “Library Adventure” sukses terlaksana. Sebanyak 39 siswa kelas 6 bersama lima anggota Divisi Pendidikan diajak untukmerasakan langsung pengalaman membaca di perpustakaanyang telah direvitalisasi. Dengan memadukan aktivitasmembaca dan permainan interaktif, anak-anak terlihatantusias memilih buku dan mengeksplorasi ruang baca. Keterbatasan kapasitas ruangan sempat membuat suasanacukup padat, sehingga tim menerapkan sistem antrean dan pembagian area agar proses pemilihan buku tetap tertib. Setelah kegiatan, siswa menunjukkan respons positif dan mulai merasakan kenyamanan belajar di ruang perpustakaan.
Rangkaian program tersebut tidak hanya berfokus pada pembenahan fasilitas, tetapi juga mendorong agar perpustakaan dapat kembali menjadi ruang belajar yang hidupbagi anak-anak. Tingginya antusiasme siswa menjadi salah satu hasil yang terlihat setelah perpustakaan ditata dan mulaidimanfaatkan kembali. Untuk menjaga keberlanjutanprogram, tim turut menyerahkan materi dan sistempengelolaan kepada guru setempat sebagai bekal untukmelanjutkan program secara mandiri. Ke depannya, penerapantata tertib pengembalian buku serta jadwal kunjunganperpustakaan secara bergantian antarkelas dapat menjadilangkah untuk menjaga kerapian sekaligus memastikan ruangbaca tetap nyaman digunakan.
Memperkuat Cakrawala Pendidikan, Merawat Harapan Masa Depan
Sebanyak 37 siswa kelas 6 SDN Tejang mengikuti program Petualangan Cita-Cita yang kembali digelar Divisi Pendidikan DIMTARA#4 pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatanbermanfaat bagi siswa untuk mengenal berbagai profesi, membangun keberanian untuk bermimpi, serta menumbuhkanmotivasi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Antusiasme mereka terlihat ketika mereka mengikuti sesipengenalan profesi dan membuat Botol Mimpi yang berisicita-cita masing-masing. Bagi para siswa, kemudian botoltersebut menjadi kenang-kenangan sekaligus pengingat atasmimpi yang telah mereka tuliskan.
Sehari berselang, Kamis, 27 Agustus 2026, kegiatanpendidikan dilanjutkan melalui program Naluri NavigasiAlam dan Literasi Pengembangan Diri di SD Negeri 1 Tejang. Sebanyak 40 siswa kelas 5 mengikuti pembelajaran yang memadukan sejarah lokal, edukasi kebencanaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui sesi History Sebesi, siswa diajak mengenal sejarah Pulau Sebesi, sebelumkemudian mengikuti eksperimen pembuatan replika GunungMerapi mini. Eksperimen tersebut membantu siswamemahami proses terjadinya erupsi secara lebih konkretsekaligus mengenalkan pentingnya kesiapsiagaan dalammenghadapi bencana.
Rangkaian kegiatan pendidikan kemudian berlanjut melaluiExpo Kampus di SMA Swadhipa pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Sekitar 72 siswa dari kelas 1 hingga kelas 3 SMA mengikuti sosialisasi mengenai dunia perguruan tinggi, jalurmasuk kuliah, serta berbagai peluang beasiswa. Kegiatanberlangsung interaktif dengan banyak siswa yang aktifbertanya dan berkonsultasi mengenai kehidupan perkuliahanhingga persyaratan memperoleh beasiswa. Melalui kegiatantersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai pilihanpendidikan setelah menyelesaikan jenjang SMA, termasukpeluang melanjutkan kuliah tanpa terbebani biaya melaluiprogram beasiswa.
Ketiga program tersebut menjadi bagian dari upayaDIMTARA#4 dalam memperluas wawasan pendidikan anak-anak Pulau Sebesi. Mulai dari mengenalkan profesi dan merawat cita-cita, memahami sejarah serta lingkungan sekitar, hingga membuka wawasan mengenai perguruan tinggi dan beasiswa, rangkaian kegiatan ini menghadirkan pengalamanbelajar yang lebih dekat dengan kebutuhan siswa.
Madrasah Alam dan Pendampingan Kajian
Divisi Kajian DIMTARA#4 melaksanakan rangkaian program pembelajaran keislaman bagi anak-anak di Desa Tejang, Pulau Sebesi, Lampung Selatan. Rangkaian kegiatan tersebut terdiriatas Madrasah Alam, Pendampingan TPQ dan Qur’anic Fun Learning, serta Festival Anak Sholeh Sebesi.
Program Madrasah Alam dilaksanakan sebanyak tiga kali pada 22, 24, dan 26 Agustus 2026 dengan jumlah pesertasekitar 20–25 anak. Setiap pertemuan mengangkat tema yang berbeda, yaitu laut, tumbuhan, dan langit. Pada pertemuanpertama yang dilaksanakan di kawasan pantai, anak-anakdiajak mempelajari penciptaan laut, mengenal kebesaranAllah melalui alam, memahami manfaat hasil laut, sertapentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Pembelajaranpada pertemuan berikutnya dilanjutkan dengan materimengenai tumbuhan dan langit. Untuk mendukung proses belajar, volunteer menggunakan permainan edukatif dan memberikan buku serta snack sebagai bentuk apresiasi. Di akhir rangkaian, Divisi Kajian juga menyerahkan bukupanduan Madrasah Alam kepada masyarakat untukmendukung keberlanjutan kegiatan.
Selain Madrasah Alam, Divisi Kajian melaksanakanPendampingan TPQ dan Qur’anic Fun Learning pada 23–26 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di dua lokasi, yaitukediaman Bapak Mukhtar di Dusun 1 dan tempat mengaji Ibu Yuli di Dusun 2. Kegiatan dilaksanakan malam hari denganmateri membaca Al-Qur’an menggunakan metode Baghdadi. Setelah pembelajaran, anak-anak mengikuti permainan yang berkaitan dengan makharijul huruf. Tim volunteer juga menyerahkan buku metode Baghdadi dan kartu huruf hijaiyahyang dapat digunakan sebagai media pembelajaran oleh guru dan anak-anak setelah kegiatan DIMTARA#4 selesai.
Rangkaian program Divisi Kajian kemudian ditutup denganFestival Anak Sholeh Sebesi yang dilaksanakan pada 29 Agustus 2026 di SDN Tejang. Kegiatan diikuti sekitar 48 siswa kelas 1–6 dengan empat cabang perlombaan, yaituadzan, hafalan surah pendek, hafalan doa harian, dan tartil Al-Qur’an. Pelaksanaan kegiatan melibatkan guru SDN Tejangdan volunteer sebagai dewan juri serta pendamping peserta. Sebanyak 12 peserta dari berbagai cabang perlombaanmendapatkan hadiah berupa buku bacaan, snack, dan sertifikat.
Malam Puncak, Penutup Seluruh Rangkaian Kegiatan
Sabtu malam, tepatnya tanggal 29 Agustus 2026, panitiaDIMTARA#4 melaksanakan kegiatan malam puncak sebagaipenutup seluruh rangkaian pengabdian. Kegiatan dimulaidengan pembacaan ayat suci al-qur’an, kemudian sambutanserta ucapan maaf dari Project Leader DIMTARA#4, untaianterimakasih juga disampaikan kepada masyarakat yang telahmenerima dan menjadi keluarga selama kurang lebih 10 hariterakhir. Tentunya program ini tidak akan berjalan tanpaadanya antusias, dukungan, dan keterlibatan masyarakat desaTejang.
Permohonan tersebut dibalas hangat oleh bapak sekretarisdesa selaku perwakilan masyarakat. Dalam Sambutannyatidak lupa ia menyelipkan apresiasi atas kegiatan yang telahdilaksanakan. “Kami sangat mengapresiasi kerja keras sertainovasi dari rekan-rekan sekalian. Semoga segala kebaikanyang telah ditanamkan di desa ini bisa terus berkembang, bermanfaat bagi warga, dan menjadi bekal pengalamanberharga untuk masa depan kalian,” ucapnya menutupsambutan.
Malam puncak berlangsung meriah dengan berbagaipenampilan. Anak–anak Desa Tejang turut berkontribusidalam rangkaian pentas penampilan. Riasan wajah, kostumlucu, dan gerakan anak anak tersebut berhasil membuat balaidesa malam itu ramai. Bapak ibu mereka terlihat banggaketika menyaksikan mereka berani tampil di atas panggung. Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara penutupan sekaligus ruang bagi anak-anak untukmenunjukkan kemampuan mereka.
Malam puncak menjadi agenda terakhir yang mempertemukanvolunteer dengan masyarakat dalam rangkaian DIMTARA#4. Perwakilan volunteer menyampaikan kesan dan pesan kepadamasyarakat kemudian dilanjut dengan penampilan perpisahandari seluruh volunteer. Sebagai penutup, pengumumankejuaraan festival anak shalih pun dibacakan, hadiahdibagikan kepada anak anak yang berhasil menjadi juara. Malam itu menjadi malam yang diukir oleh puluhan senyummanusia hebat. Ada banyak peran yang terasa salingmelengkapi sekalipun dihari terakhir mereka bersama. Bahagia, haru, dan sedih bersatu. Perasaan itu berasal daripara masyarakat yang telah menerima volunteer selayaknyakeluarga, hati mungil anak anak yang keberatan berpisahdengan volunteer, dan tentunya 28 volunteer yang sebelumnyatidak saling mengenal tapi memilih untuk mengabdi dan belajar mencintai di pulau kecil ini. 12 hari yang dirancangsedemikian rupa agar banyak memberi ternyata jauh lebihindah. Disini, para volunteer banyak belajar, salah satunyaadalah hakikatnya pengabdian, ia bukan tentang memberi ataumengajarkan tapi tentang mendengar dan menemani merekadengan hati yang seluas samudra.
Setelah seluruh acara selesai, panitia menutup kegiatandengan penyampaian ucapan terima kasih kepada seluruhpihak yang telah mendukung pelaksanaan program




