Puisi

Siapa Yang Tau

Lahir seperti manusia pada umumnya,Alhamdulillah, terlahir sempurna.Hidup di keluarga sederhana, jauh dari gemerlap kota,Namun, siapa yang tahu dari keluarga mana aku berasal? Waktu terus berjalan,Awalnya tak memiliki kemampuan apa pun,Tak mampu bicara,Namun, siapa yang tahu kini aku bisa berkata-kata? Aku adalah seorang anak desa,Sungguh, tak paham betapa luasnya dunia.Mengenai meninggalkan desa, tak pernah terbayangkan,Namun, siapa yang tahu kini aku hidup di hiruk pikuk ibu kota? Jujur kuungkapkan dalam untaian kata-kata,Meskipun

Berbahagialah Karena Tuhan Sedang Memujimu

Di mana bisa kutemukan bahagia?Di balik dinding rumah megah nan mewah?Atau cukup di sudut bilik kecil yang sederhana?Tolong, beritahu aku di mana bahagia berada. Bagaimana cara mencapai bahagia?Saat aku tak memiliki apapun.Bagaimana caranya merasakan bahagia?Ketika aku hanya bisa pasrah pada keadaan yang ada. Oh Tuhan, bahagia seperti apa yang Engkau maksudkan?Tuhan, mampukah aku merasakan bahagia?Sementara langkahku tertatih-tatih, dipenuhi luka.Tuhan, mengapa Engkau diam tanpa kata? Perjalanan demi perjalanan ku tempuh,Mengaitkan arti-arti

Ahlan Kawan

Kawan lama telah tiba,Sambutannya hangat, pelita hati bercahaya.Gema keagungannya memayungi dunia,Buah tangan berlipat membawa berkah,Jiwa yang haus pahala bersuka cita. Kawan lama telah tiba,Terkadang ia datang dalam kelaparan dan dahaga.Namun, aku tak cemburu,Sebab di sanalah kemenangan menanti,Sundara akan tercipta dalam kemenangan akhirnya. Kawan lama telah tiba,Kehadirannya menghidupkan lintang malam gulitaMenjelma penuh keindahan anupamaSahut menyahut penuh syahdu iramaSemakin berseri naluri, “Pintu syurga terbuka” bisiknya Kawan lama telah tiba,Segala kebaikan disyukuri bersamaAh,

Rindu Rumah

Mataku perlahan terbuka,Diiringi kicauan burung yang riang.Aku tak sadar, langkah membuka jendela,Menyaksikan keindahan dunia ciptaan Ilahi. Hai, sapaku pada sang matahari,Dia tersenyum, memancarkan kehangatan.Salamku sampai ke rumah yang kucintai,Kurindukan suasana hangat rumahku. Rumahku, engkau surgaku tersembunyi,Tempat berlindung, tempat tinggal penuh makna.Di sini kuberkumpul bersama keluarga,Saingan hujan dan tempat berteduh panas mentari. Rumahku, di sini aku tidur nyenyak,Tempat tumbuh besar, sarang kasih sayang.Rumahku, rindu menyelinap di setiap sudut,Aku merindukan suasana hangatmu.

Matahariku

Tak ada yang lebih lembut,Dari cahaya kasihmu yang memeluk.Tak ada pula yang lebih indah,Dari sinar cintamu yang memancar. Walaupun aku tak pantas menjadi,Bumi yang senantiasa kau sinari.Meski demikian, rindu ini tumbuh,Mengharapkan kehangatanmu yang abadi. Terima kasih, matahariku, Yang setia bersinar di kegelapan. Lentera dalam hidupku yang terjal, Kau menjelma, terang yang terbaik. Cahaya kasihmu memancar, Sinar cintamu mempesona hatiku. Kau buatku bahagia di setiap langkah, Menemani dalam setiap hari. Matahariku,

Penilaian

Kasar yang tidak akan bisa halusKotor yang tidak akan bisa bersih Fajar untuk senja, namunSenja tidak untuk fajar Kebanyakan dari kita sering jatuh cinta pada senjatanpa memperhatikan bahwa fajar tidak kalah indahnya Jika senja hadir memberikan keindahan lalu pergiSedangkan fajar, memberikan keindahan beserta sejuta harapan Kita sering tergesa-gesa melihat akhirTanpa mau menyelidiki dari awalMenarik kesimpulanDan membuat keputusan Konah Wulanah (CSSMoRA Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia 2023)

Sekotak Rahasia

Teruntuk angin yang menyelimuti malamTeruntuk malam yang menunggu fajar,dan teruntuk kau dan aku yang sedang berusaha menjadi kita Terima kasihTerima kasih untuk banyak haluntuk dirimu yang masih bertahan di sosok ituuntuk dirimu yang masih memperjuangkan titik itu Banyak hal yang telah aku baca dari setiap peristiwaBahwa proses bukanlah bagian tersulit nyaNamun  mempertanggung jawabkan hasil dari sebuah perjuanganitulah bagian tersulitnya Kita adalah sekotak rahasiaBerusaha saling mengungkapRapat dan senyap Konah Wulanah (CSSMoRA

Pesanku

“Bila kau itu mampu peganglah dengan erat”Kalimat itulah yang ingin aku katakan saat kau dilanda cemasJangan pernah kecewa dengan apa yang terjadiKarena air tak membenci panas yang menyebabkannya habisIa sadar jemuran tak akan kering jika kecewanya akan panas menjadi pentingPerihal pertanyaan yang tak ada jawabTerdapat banyak hal mustahil untuk dipastikanKenapa kita yang dibebani untuk bertanggung jawab?Padahal jika semua bisa dipastikanTuhan tak akan pernah menjelma sesosok kekasihPerbanyaklah terima kasihKepada kecewaKepada pisahKepadamu

Tuhan Salah Apa?

Kamu, terlalu sibuk menyanyikan keluhan muKamu, terlalu sibuk menyalahkan takdir yang datang menyapamuKamu, terlalu sibuk menyalahkan ini dan itu pada Tuhan muSehingga kamu lupa meminta maaf pada Tuhan yang kamu salahkan Tuhan terlalu tau kamu kecewaTuhan juga terlalu tau takdir apa yang menyapamuBahkan lima kali Tuhan memanggil mu dalam sehariApakah kamu sedikit menoleh bahkan hanya untuk sekedar mengetahui panggilan itu? Apakah kamu sadar bahwa itulah panggilan yang mungkin saja tidak

Secercah Kata

Skenario yang luar biasaTak akan terpikirkan akan seperti iniTakdir tuhan adalah yang terbaikMenemani pahit manisnya kehidupan Tak ada sapaan yang menghampiriBerjalan dengan arah yang tak tahu akhirnyaHanya keyakinan yang selalu diutamakanBahwa itu adalah yang terbaikDan percayalah, tentu semua akan indah pad waktunya Rasa lelah, bahkan keinginan untuk menyerah pasti adaMemang lelah, bukankah hal itu wajar?Terlalu singkat, jika ingin menyerahTak akan ada yang bisa di ceritakanSemua, bisa gagal ketika kita bodoh