Sumber: SindoNews
cssmora.org – Kepala Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) CSSMoRA Nasional, Ardian Hafizh Nur Faqih, mendoakan kepada saudara-saudara pengungsi, semoga Allah subhanahu wa ta’ala meneguhkan hati mereka, mengganti kerugian mereka dengan yang lebih baik, dan menjauhkan mereka dari bencana yang lebih besar.
Berulangnya musibah di tempat yang sama tentu membuat letih, namun Allah mengingatkan bahwa kehidupan memang selalu diisi dengan ujian:
وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” QS. Al-Anbiya (21): 35.
Di tengah genangan, ada pemandangan yang menghangatkan. Warga yang naik ke lantai dua rumahnya justru membuka pintu bagi tetangga yang terdampak, dan musala serta warung berubah menjadi tempat berteduh. Ini adalah wajah nyata dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Seorang mukmin bagi mukmin lainnya bagaikan sebuah bangunan, yang sebagian menguatkan sebagian yang lain.” HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu.
Menarik bahwa tanggul darurat sepanjang 200 meter yang kini dibangun di tepi Batang Air Dingin seolah menggemakan makna hadis itu, sebab bangunan yang kokoh lahir dari unsur-unsur yang saling menopang, baik tumpukan material maupun uluran tangan sesama warga, aparat, dan relawan. Analisis para ahli menunjukkan bahwa banjir ini tidak semata disebabkan hujan. Wilayah timur Padang berupa pegunungan terjal, terutama kawasan seperti Lumin Park dan Guo berada di dataran landai yang menjadi tempat berkumpulnya limpasan air dari hulu. Pemahaman ini mengingatkan pada sunnatullah yang Allah firmankan:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” QS. Ar-Ra’d (13): 11.
Ayat ini tidak dimaksudkan untuk menyalahkan para korban, melainkan mengingatkan bahwa perbaikan jangka panjang, seperti normalisasi sungai, sabo dam, penataan kawasan, dan penjagaan hulu, adalah bagian dari ikhtiar yang bernilai ibadah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan menganjurkan menanam pohon sampai di saat-saat terakhir kehidupan dunia, sebagai isyarat bahwa merawat alam adalah kebaikan yang tak boleh berhenti.
Sementara itu, perbedaan angka korban dan rumah terdampak antara berbagai instansi menunjukkan bahwa pendataan masih terus diselaraskan. Warga pun sudah diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor, sambil bersabar menanti pemulihan. Semoga air bersih segera kembali mengalir ke rumah-rumah yang kehilangan pasokan, semoga tanggul yang dibangun menjadi penjaga yang tangguh, dan semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kesabaran warga Padang sebagai sebab turunnya rahmat dan pertolongan-Nya.
Latar belakang
Banjir bandang akibat luapan sungai kembali menerjang Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10). Hujan lebat sejak sekitar pukul 12.20 WIB membuat sungai meluap dan merendam permukiman di tiga kecamatan. Pemerintah kini fokus pada pemulihan, mulai dari tanggul darurat hingga air bersih, sementara warga yang sama masih mengingat banjir serupa kurang dari setahun lalu.
Menurut BPBD Kota Padang, hujan deras mengguyur kota sejak Sabtu siang dan mengakibatkan banjir yang paling parah di Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah. Menurut BNPB, banjir menggenangi tiga kecamatan, yaitu Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo, yang mencakup enam kelurahan: Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabing Banda Gadang, dan Gurun Laweh. Titik terparah adalah Perumahan Lumin Park di Lubuk Minturun dan kawasan Guo di Kuranji. Di Lumin Park, ketinggian air dilaporkan sekitar 1,5 meter dan arus deras menyeret sejumlah kendaraan warga ke area belakang kompleks yang berbatasan dengan sungai. Dalam rekaman yang beredar, warga sempat naik ke lantai dua untuk menyelamatkan diri, dan sebagian membuka rumah bagi tetangga yang mengungsi. Akses jalan utama di kawasan Guo terputus total.
Sumber: Berbagai Sumber
Penulis: Tim Literasi CSSMoRA Nasional
Editor: Thariq Afdhala





