Sastra

PENGAKUAN LELAKI PATAH HATI

Ku dengar kau menulis. Aku senang dengan penulis, karena itu aku senang saat kau bilang kau akan meluangkan waktu mendengar cerita ku. Duduk lah disini. Aku tahu perempuan senang menatap mata lawan bicaranya. Cerita ku bakal panjang dan membosankan. Semoga setidaknya kau menemukan hiburan di kaca mata ku, rambut keritingku, atau bahkan tahi lalatku, supaya kau betah duduk disini sampai nanti usainya kisah ini. Demi Tuhan! Aku tidak pernah menyukai

Aku Dalam Bias

Aku Memiliki Rasa Ingin Tahu Sekaligus Rasa Malu Aku Menginginkan Sesuatu Tapi Aku Tidak Tahu Itu Aku, Terkadang Di sini dan Di lain Waktu Aku Di situ Sungguh, Tidak Ada yang Tahu Aku Ingin Menyampaikan Sebuah Pesan Dari Bait Itu Pesan “Apa Itu Bias” Segala Sesuatu Adalah Bias Baik-Buruk Jelek-Bagus Pintar-Bodoh Kanan-Kiri Benar-Salah Banyak Hal Demikian Yang Kita Menyebutnya ‘Nilai Kebalikan’ Itulah Bias, Bukan Salah Satu Nilai Saja Yang Ada