RUMAH DI PERANTAUAN

Hari itu tampak cerah, udara begitu segar menyambut sang pemilik mimpi yang bertekad untuk memulai semuanya sekarang. Dia menebar senyuman kepada setiap orang yang ditemuinya. Entah beribu kekhawatiran yang muncul di benaknya, namun ia tak menghiraukannya. Akhirnya hari untuk berkenalan kepada setiap orang yang sudah terjerat pada benang merah tak kasat mata di kehidupan ini pun tiba. Dia mulai berkenalan satu persatu dengan mereka, memulai obrolan yang dia sendiri tak tahu arahnya ke mana, namun yang pasti ini adalah sebuah awal yang baik untuknya.

Waktu demi waktu berlalu, benang merah tak kasat mata itu sudah menjerat sang pemilik mimpi. Dia akhirnya tahu bahwa semua ini bukanlah kebetulan , namun ini adalah TAKDIR. Dia terikat oleh rasa ,pada kebahagiaan sederhana yang tercipta , kehangatan tanpa noda, dan kebaikan yang tak pernah ia sangka. Sang pemilik mimpi pun berharap lebih atas semua itu. Berharap pada tawa yang selalu menggema, pada senyum manis yang menghangatkan jiwa, dan perhatian kecil yang mengobati rindunya terhadap rumah.

Karena di perantauan yang keras ini, sang pemilik mimpi memiliki tujuan utama, yakni pendidikan. Namun setelah semua itu di laluinya, nyatanya ada yang sama pentingnya dengan pendidikan, yakni mereka yang dia sebut sebagai Rumah. Lebih tepatnya adalah rumah pemeluk jiwa saat sang pemilik mimpi rapuh dan terluka, rumah yang tercipta dari benang merah tak kasat mata , rumah yang semula “kalau ngga sama mereka ngga jadi masalah” , namun sekarang “rasanya ngga lengkap kalau ngga ada mereka disini”.

Selamat berbahagia untukmu sang pemilik mimpi, kau mendapatkan rumah yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Selamat berbahagia atas nasib baik yang menyertaimu, lakukan yang terbaik untuk dirimu dan jangan lupa untuk menjaga rumah kecil perantauanmu itu. Karena semua itu ngga bisa di ukur lewat mata ataupun telinga. Rasakan getarannya, percayai kata hatimu dan berbahagialah dengan keputusanmu.


Maftukhatul Khoiriyah (CSSMoRA Universitas Wahid Hasyim 2024)

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *