MUSPIMNAS XIV CSSMoRA Resmi Ditutup : Lahirkan Semangat dan Arah Baru

cssmora.org,- Wonosobo — Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) XVI Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) Tahun 2026 resmi ditutup pada Senin pagi (16/02/25) pukul 07.00 WIB, setelah berlangsung selama tiga hari sejak Sabtu. Kegiatan yang digelar di Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo tersebut menjadi forum strategis konsolidasi sekaligus penguatan komitmen kader CSSMoRA dari berbagai daerah di Indonesia.

Sejak hari pertama, Muspimnas diwarnai semangat konsolidasi organisasi. Sidang Pleno I membuka rangkaian agenda dengan menetapkan tata tertib, agenda acara, serta presidium sidang tetap. Penetapan tersebut menjadi pijakan awal dimulainya forum yang menentukan arah gerak organisasi ke depan.

Memasuki Sidang Pleno II, pembahasan difokuskan pada konsolidasi dan sinkronisasi program kerja antara CSSMoRA Nasional, CSSMoRA Perguruan Tinggi, dan Pengurus Anggota Istimewa. Diskusi berlangsung dinamis dengan mempertemukan berbagai pandangan demi menyatukan langkah organisasi secara nasional. Dalam forum ini juga ditetapkan Majelis Pimpinan Regional melalui pembagian Komisi Regional 1, 2, 3, serta Regional 4 dan Regional Istimewa.

Pada hari terakhir, Sidang Pleno III membahas dan menetapkan Peraturan dan Pedoman Nasional (PPN) CSSMoRA 2025/2026. Sidang Komisi I mendalami pedoman organisasi serta aturan Pemilihan Umum CSSMoRA periode 2025/2026. Sementara itu, Sidang Komisi II membahas PPN terkait administrasi dan kesekretariatan CSSMoRA 2025/2026. Seluruh hasil sidang kemudian disahkan dalam Sidang Paripurna sebagai keputusan resmi Muspimnas XVI CSSMoRA.

Ketua Pelaksana, Habib Febrian Agi Surya, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta sekaligus permohonan maaf atas kekurangan selama kegiatan berlangsung. “Kami mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya apabila selama berjalannya acara masih ada kekurangan dan tutur kata yang tidak berkenan,” ujarnya.

Ketua Umum CSSMoRA, Ahmad Riski, menegaskan bahwa Muspimnas bukan sekadar forum formal, melainkan ruang lahirnya gagasan baru bagi kemajuan organisasi. “Harapan kita bersama yaitu dari semua yang telah kita bahas, banyak menghasilkan gagasan-gagasan baru. Semoga bisa berdampak positif dan menghasilkan hasil terbaik untuk organisasi kita,” tuturnya.

Sementara itu, Pengelola PBSB UNSIQ, Dr. M. Elfan Kaukab, S.E., M.M., M.H.I., A.K., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UNSIQ sebagai tuan rumah. Ia berharap seluruh peserta membawa pulang pengalaman dan pelajaran berharga dari forum tersebut.

Penutupan Muspimnas XVI CSSMoRA 2026 berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Berakhirnya forum ini bukanlah akhir dari proses organisasi, melainkan awal dari implementasi keputusan dan kerja nyata di masing-masing wilayah dan perguruan tinggi. Dari Wonosobo, para kader kembali dengan membawa semangat baru, arah gerak yang lebih terstruktur, serta tekad untuk menjadikan CSSMoRA semakin solid dan berdampak bagi pesantren, kampus, dan masyarakat.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *