KETIKA STOK AMAN, HARGA PANGAN TETAP JADI TEKA-TEKI

cssmora.org,- Menjelang masuknya bulan Ramadan 1447 H, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok kembali menjadi tantangan klasik di negeri dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa. Momentum hari besar keagamaan kerap diiringi peningkatan permintaan yang berdampak pada dinamika harga di pasaran.

Sejumlah laporan resmi menyebutkan bahwa pemerintah bersama aparat terkait telah melakukan inspeksi di berbagai pasar tradisional guna memastikan stok dan harga bahan pangan pokok dalam kondisi aman. Namun, realitas di lapangan menunjukkan situasi yang lebih kompleks.

Peninjauan Komisi IV DPR RI di Pasar Wonokromo, Surabaya, menyatakan bahwa stok bahan pokok tercukupi menjelang Ramadan dan harga secara umum masih terkendali. Meski demikian, terdapat tekanan pada komoditas tertentu, seperti cabai rawit. Kondisi serupa terjadi di Trenggalek, Jawa Timur, di mana harga cabai rawit merah dilaporkan mencapai Rp92.000 per kilogram, naik signifikan dari harga normal sekitar Rp60.000 per kilogram. Keadaan ini juga terjadi di Pacitan dan Magetan akibat curah hujan tinggi di daerah sentra produksi yang menyebabkan gagal panen dan berkurangnya pasokan ke berbagai kota.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lain. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga ayam ras tercatat Rp41.250 per kilogram dan telur ayam ras Rp31.950 per kilogram. Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan bahwa stok bahan pokok secara nasional dalam kondisi aman hingga Lebaran. Ia menyampaikan bahwa meskipun terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, secara umum harga masih terkendali dan berada di bawah Harga Acuan (HA) untuk sejumlah komoditas. Kementerian Perdagangan juga telah menyiapkan skema intervensi.

Intervensi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pasar murah secara masif di berbagai wilayah. Pemerintah mengalokasikan subsidi agar harga jual kepada masyarakat dapat ditekan di bawah harga pasar. Di Medan, Sumatera Utara, pemerintah kota mengalokasikan anggaran Rp4,17 miliar untuk pasar murah di 151 kelurahan yang berlangsung hingga 12 Maret 2026. Dalam program tersebut, beras kualitas medium dan premium dijual seharga Rp11.600 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang mencapai kisaran Rp15.000.

Langkah serupa juga dilakukan di Pacitan dan Magetan, Jawa Timur. Pasar murah yang digelar di dua daerah tersebut disambut antusias warga karena menawarkan beras dan kebutuhan pokok lain dengan selisih harga sekitar Rp4.000 per kilogram lebih murah dari harga pasaran.

Di sisi lain, masih terdapat ketidakpuasan publik terhadap harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta. Sejumlah laporan menunjukkan harga sembako di beberapa pasar tradisional mengalami kenaikan, baik tipis maupun signifikan, menjelang Ramadan 2026. Kondisi ini memperlihatkan adanya perbedaan antara data stok nasional dan harga yang dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat pasar lokal.

Para ekonom dan pengamat pasar menilai bahwa ketersediaan pasokan tidak serta-merta menjamin stabilitas harga di setiap daerah. Faktor distribusi, permintaan musiman, biaya logistik, hingga struktur pasar tradisional turut memengaruhi pembentukan harga. Dengan meningkatnya tekanan harga, terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, harapan menjelang Ramadan adalah agar kebijakan dan operasi pasar yang dilakukan pemerintah benar-benar berdampak pada daya beli masyarakat.

Masyarakat berharap tidak hanya stok yang terjaga, tetapi juga harga di pasar tradisional tetap terjangkau dan tidak melampaui kemampuan belanja keluarga Indonesia. CSSMoRA senada dengan harapan tersebut, yakni pemerintah diharapkan mampu mengendalikan harga bahan pokok agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga yang wajar serta bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang menyebabkan lonjakan harga secara tidak wajar.

Penulis : Tim Literasi CSSMoRA Nasional

Editor : Kominfo CSSMoRA Nasional

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *