
Bone — Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) melalui Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) sukses menyelenggarakan program pengabdian di Pondok Pesantren Nahdliyin Agrobisnis Gunung Lerang, Kabupaten Bone, pada 29 Juli – 2 Agustus 2026. Mengusung semangat pengabdian mahasiswa penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) kepada dunia kepesantrenan, dengan tema “Dedikasi untuk Negeri, Santri Mengabdi, Pesantren Mandiri”, program ini menyasar santri, guru, serta jajaran pengasuh pondok pesantren.
Hari pertama diisi dengan sesi perkenalan antara Panitia, volunteer, dan seluruh santri, dilanjutkan dengan berbagai kegiatan ice breaking untuk membangun keakraban sejak awal program. Pada malam harinya, rangkaian kegiatan resmi dibuka melalui seremoni pembukaan yang disampaikan langsung oleh Pembina Yayasan, Guruta Andi Tansi, S.Pd.I., M.Pd.I. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Wakil Kepala Pondok Pesantren Nahdliyin Agrobisnis, Puang Farid, S.H., M.H. serta Kepala Sekolah SMK Agrobisnis, Hairiah, S.P. juga jajaran guru pengasuh pondok pasantren.
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan Hiking English Camp pada pagi hari, yang mengajak santri belajar bahasa Inggris sambil menjelajah lingkungan sekitar pondok. Sore harinya, santri mengikuti sesi materi Pengenalan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari di pesantren. Selain itu, kegiatan tahsin turut dilaksanakan pada selang waktu antara Salat Magrib dan Isya, serta setelah Salat Subuh, sebagai bagian dari pembinaan rutin membaca Al-Qur’an. Sedangkan pada malam harinya, volunteer ikut aktif terlibat dalam penutupan English Camp, yang berisi penampilan oleh para santriwan-santriwati berupa Fashion show, pembacaan puisi berantai 3 bahasa, pidato 3 bahasa, maupun drama yang di bawakan oleh para santri Nahdliyin Agrobisnis degan meriah.
Pada hari ketiga, volunteer bersama santri melaksanakan gotong royong dan penghijauan di lingkungan pondok pesantren. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan khutbah dan Salat Jumat yang dipimpin langsung oleh volunteer. Pada hari yang sama, dilaksanakan pula Medical Check Up (MCU) bagi para guru pondok pesantren. Sore harinya diisi dengan materi public speaking yang langsung dipraktikkan oleh santriwan dan santriwati, berdampingan dengan pelatihan budi daya jamur yang dikhususkan bagi santri SMK, yang diharapkan dapat menjadi soft skill bagi para santri dan membantu mewujudkan Impian pasantren mandiri. Kegiatan tahsin kembali dilaksanakan pada selang waktu antara Salat Magrib dan Isya serta setelah Salat Subuh, dan rangkaian hari ketiga ditutup dengan materi edukasi anti-bullying pada malam harinya.
Hari keempat diawali dengan upacara sekaligus pembukaan akademik yang dibuka langsung oleh Guruta Andi Tansi, S.Pd.I., M.Pd.I. Pada siang harinya, santri diperkenalkan pada teknik budi daya tanaman kopi, mulai dari tahap penyemaian hingga proses perawatan awal. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan Business Model Canvas (BMC) yang diperuntukkan bagi santri SMK guna membekali mereka dengan wawasan kewirausahaan. Sore harinya, santri mengikuti berbagai perlombaan yang diselenggarakan oleh volunteer dan panitia, sementara pada malam harinya seluruh santri diajak menonton bersama sekaligus berdiskusi memahami makna tersirat yang terkandung dalam tayangan tersebut.
Pada hari terakhir, para volunteer diajak oleh pimpinan yayasan untuk mengunjungi salah satu desa penghasil tanaman eksotis yang berlokasi tak jauh dari pondok pesantren, sebagai bagian dari pengenalan potensi ekonomi masyarakat sekitar. Rangkaian program kemudian resmi ditutup pada sore harinya pada tanggal 2 Agustus 2026, ditandai dengan seremoni penutupan yang di tutup oleh kepala yayasan Nahdliyin latama songek, serta Muhammad Ilman, S.P., sebagai perwakilan P3M CSSMoRA Nasional. Suasana penutupan berlangsung penuh haru dan kebersamaan melalui penyerahan cinderamata dari CSSMoRA kepada pihak pesantren, pembagian hadiah, hingga pemutaran video dokumentasi (after movie) yang merekam perjalanan kegiatan selama program berlangsung, serta ditutup dengan Finger color bersama seluruh santri.
Berakhirnya program pengabdian ini menandai salah satu bentuk nyata kontribusi CSSMoRA melalui P3M dalam mendukung penguatan kapasitas pesantren, baik dari sisi keagamaan, kesehatan, kewirausahaan, maupun pengembangan karakter santri. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mempererat sinergi antara CSSMoRA dengan Pondok Pesantren Nahdliyin Agrobisnis Gunung Lerang, serta melahirkan dampak berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan dan kemandirian ekonomi pesantren.
Reporter: M. Fajar Rizqullah, S.P.
Editor: Muhammad Akmal Fadhli




