DUA ANAK SD BUNUH DIRI: PERLUNYA PENGUATAN EKONOMI DAN PERAN KELUARGA

cssmora.org,- Beberapa waktu yang lalu telah terjadi dua kasus bunuh diri di kalangan anak SD. Di Ngada terjadi pada 29 Januari 2026. Korban melakukan tindakan tersebut diduga putus asa dengan keadaan yang dia alami setelah ibunya tidak mampu memenuhi permintaan korban untuk membeli buku dan pena seharga Rp10.000.

Dua minggu kemudian, kasus serupa terjadi kembali di Demak, lebih tepatnya pada 12 Februari 2026. Korban melakukan tindakan tersebut diduga karena makian kasar oleh ibunya sendiri, namun hingga kini belum ada kepastian mengapa korban melakukan bunuh diri.

Adanya kasus tersebut perlu adanya tindak lanjut agar kasus bunuh diri di kalangan anak SD tidak berlanjut. Dari dua kasus bunuh diri di atas bisa dilihat bahwa kasus bunuh diri tidak terjadi hanya karena persoalan kesehatan mental saja, tetapi juga persoalan ekonomi, pendidikan, serta peran keluarga.

Kemiskinan perlu diatasi agar perekonomian di masyarakat bisa dikontrol. Masyarakat bisa mengikuti program pemerintah, di antaranya Program Indonesia Pintar (PIP) oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), program pemberdayaan oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), program kependudukan dan pembangunan keluarga oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan program-program pemerintah yang lain.

Penempatan dana pendidikan juga perlu diperhatikan. Jangan sampai dana tersebut diselewengkan atau bahkan digunakan untuk program-program yang dampaknya bagi pendidikan itu nol. Kasus ini juga tidak terlepas dari peran keluarga. Dalam sebuah jurnal menyebutkan bahwa peran keluarga, terutama orang tua, dalam pendidikan karakter anak adalah memberi contoh kepada anak. Anak usia 0–7 tahun bahkan lebih memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi, yaitu kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan untuk mengontrol, dan kebutuhan untuk diterima. Tiga kebutuhan dasar emosi tersebut harus dipenuhi agar anak menjadi pribadi yang andal dan memiliki karakter yang kuat menghadapi hidup (Hyma, 2022).

CSSMoRA turut berduka atas dua kasus yang terjadi di kalangan anak tersebut. CSSMoRA juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan mental di kalangan anak dan remaja. Jika perlu, bisa menghubungi atau mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimile (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id. Atau bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku sebagai tempat konsultasi dengan dokter kesehatan jiwa.

Penulis : Tim Literasi PSDM

Sumber : 

https://www.inilah.com/kasus-anak-bunuh-diri-terjadi-lagi-di-jateng-korban-sempat-dimarahi-sang-ibu-dengan-kata-kata-kasar

https://www.um-surabaya.ac.id/article/psikolog-umsura-jelaskan-kasus-siswa-sd-di-ntt-yang-ditemukan-gantung-diri

Kematian siswa SD di NTT, ironi hak asasi manusia

https://www.metrotvnews.com/play/b2lC6O7o-seorang-bocah-perempuan-di-demak-tewas-diduga-bunuh-diri

https://www.tempo.co/ekonomi/16-program-yang-disiapkan-prabowo-untuk-hapus-kemiskinan-ekstrem-1232902

file:///C:/Users/THARIQ/Downloads/Jurnal+Bu+Heppy_Edit+1_1307220547.pdf

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *