Malang –Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) melalui Departemen P3M khususnya bidang Pengembangan Pesantren menyelenggarakan program pengabdian bertajuk Ekspedisi Santri Nusantara dalam Pengabdian (EKSENSI) 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Dedikasi untuk Negeri: Santri Mengabdi, Pesantren Mandiri” ini dilaksanakan di empat Lokasi berbeda, salah satunya di Pondok Pesantren Tanwirul Qulub, Kabupaten Malang mulai 30 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Program pengabdian yang dilaksanakan oleh para mahasantri aktif penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dari berbagai Perguruan Tinggi Mitra (PTM) di Indonesia ini merupakan ruang aktualisasi bagi mahasantri PBSB untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dalam mendukung pengembangan pesantren. Kegiatan ini juga ditujukan untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian pesantren, mendorong kolaborasi antara mahasantri PBSB dan pesantren, serta memperkuat hubungan antara pesantren dan komunitas CSSMoRA.
Selama pelaksanaan pengabdian, para volunteer menghadirkan tiga program utama. Pertama, “Open Hearts, Open Minds” yang mengajak para santri untuk lebih terbuka dalam mengenali dan menyampaikan perasaan yang mereka pendam. Para Volunteer juga mendorong para santri untuk menumbuhkan rasa empati dan simpati antar santri serta mengenalkan konsep teman sebaya sebagai ruang aman bagi santri untuk bercerita ketika sedang menghadapi sebuah persoalan. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan memberikan afirmasi positif kepada para santri. Melalui afirmasi tersebut, para volunteer memberikan pesan bahwa setiap santri memiliki nilai, berharga, dan berhak untuk merasakan kebahagiaan.
Kedua, program “Speak Space” yaitu program yang dirancang untuk mengembangkan soft skill para santri melalui pelatihan kepenulisan, public speaking, hingga lomba public speaking. Kegiatan tersebut turut menunjukkan sejumlah potensi santri yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Ketiga, program “Kreanova” yang melatih kemampuan problem solving santri melalui critical thinking dan metode analisis SWOT. Para santri dilatih untuk mengidentifikasi persoalan yang ada di lingkungan sekitarnya sekaligus merumuskan solusi terhadap persoalan itu. Kegiatan ini ditutup dengan penyusunan mind mapping problem solving berdasarkan permasalahan yang diberikan.
Selain tiga program utama tersebut, EKSENSI 2026 juga menghadirkan rangkaian seminar dengan materi yang berbeda setiap harinya. Topik yang diangkat meliputi edukasi private body sebagai upaya untuk memberikan pemahaman mengenai perlindungan diri dari kekerasan dan pelecehan seksual, sosialisasi anti-bullying, pelatihan manajemen media bagi pengurus pondok dan seluruh santri, serta seminar Dream Mapping dan Studi Lanjut.
Pada seminar penutup ini, para santri diajak untuk memahami pentingnya memiliki cita-cita serta mempersiapkan masa depan. Para volunteer juga memperkenalkan sejumlah peluang beasiswa, termasuk PBSB. Kegiatan kemudian ditutup dengan penulisan impian oleh para santri pada sticky note yang kemudian ditempelkan pada “Pohon Harapan”.
Kehadiran program EKSENSI mendapatkan respons positif khususnya dari para santri. Banyak santri yang menyampaikan apresiasi kepada para volunteer dengan meninggalkan catatan pada sticky note dengan mengatakan bahwa mereka kini lebih berani untuk mengekspresikan diri, memahami langkah untuk meraih cita-cita, hingga menyadari pentingnya kebahagiaan dalam kehidupan mereka.
Sementara itu, Kyai Imam Syaif’i, selaku pengasuh sekaligus pimpinan pondok, turut menyampaikan dukungan dan mendoakan para santri serta volunteer agar senantiasa mendapatkan kebaikan dan dimudahkan dalam setiap urusan. Beliau juga berharap hubungan silaturahmi antara pesantren dan para volunteer dapat terus terjalin.
Lebih jauh, Kyai Imam Syaif’i menegaskan pentingnya bagi para peserta untuk tidak melupakan jati diri sebagai santri. Menurutnya, kehadiran program pengabdian semacam EKSENSI menjadi salah satu bentuk pengingat terhadap identitas dan nilai-nilai kesantrian.
Melalui program EKSENSI 2026, mahasantri PBSB melalui CSSMoRA tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan semata, tetapi juga membawa semangat pengabdian dengan memanfaatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dimiliki untuk mendukung pengembangan serta peningkatan kapasitas pesantren. Program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi santri dalam upaya untuk mewujudkan lingkungan pesantren yang lebih mandiri, adaptif dan berdaya. Melalui pengabdian ini, CSSMoRA juga berharap sinergi antara mahasantri PBSB dan pesantren dapat terus diperkuat sebagai bentuk kepedulian nyata santri terhadap pemberdayaan umat dan bangsa.
Penulis: Anwar Alwi Al Farizi
Editor: Thariq Afdhala





