EKSENSI 2026 di Wonosobo: Mahasantri PBSB Dampingi Pengembangan Santri dan Pesantren Al Fatih

Wonosobo – Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) melalui Departemen Pengembangan dan Pemberdayaan Pesantren dan Masyarakat (P3M), khususnya bidang Pengembangan Pesantren, menyelenggarakan program pengabdian bertajuk Ekspedisi Santri Nusantara dalam Pengabdian (EKSENSI) 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Dedikasi untuk Negeri: Santri Mengabdi, Pesantren Mandiri” ini dilaksanakan pada Jum’at, 31 Juli hingga Kamis, 6 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Al Fatih Wonosobo, yang beralamat di Slatri RT 008 RW 003, Kajeksan, Sukoharjo, Wonosobo, Jawa Tengah 56363.

Program pengabdian ini melibatkan 16 volunteer yang merupakan mahasantri aktif penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dari berbagai Perguruan Tinggi Mitra (PTM) dan Mahad Aly di Indonesia. Para volunteer berasal dari Mahad Aly Kebon Jambu, PTIQ Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, serta Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo. Mereka tergabung dalam berbagai divisi, mulai dari Pengembangan Santri, Pengembangan Pesantren, Humas & Logistik, PDD, hingga Penanggung Jawab Kegiatan.

Program EKSENSI hadir sebagai ruang aktualisasi bagi mahasantri PBSB untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman yang dimiliki guna mendukung peningkatan kapasitas santri dan pengembangan pesantren. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasantri PBSB, pesantren, dan masyarakat sekitar.

Selama satu pekan pelaksanaan pengabdian, volunteer menghadirkan berbagai program yang berfokus pada pengembangan karakter, keterampilan, serta wawasan santri. Salah satu program yang dilaksanakan adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang bertujuan meningkatkan kesadaran santri terhadap pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, para volunteer juga menyelenggarakan program Edukasi Studi Lanjut dan Beasiswa. Melalui kegiatan ini, santri memperoleh informasi mengenai peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta berbagai program beasiswa yang dapat diakses, termasuk Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka wawasan dan menumbuhkan motivasi santri untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan komunikasi, volunteer turut menghadirkan pelatihan Public Speaking yang membekali santri dengan keterampilan berbicara di depan umum, menyampaikan gagasan secara efektif, serta membangun rasa percaya diri. Antusiasme para santri selama kegiatan berlangsung menunjukkan besarnya potensi yang dimiliki untuk terus berkembang.

Program lainnya adalah Media Pesantren, yang memberikan pengenalan mengenai pentingnya media sebagai sarana dakwah, dokumentasi, dan publikasi kegiatan pesantren. Melalui program ini, santri memperoleh wawasan mengenai pengelolaan media yang kreatif, informatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Tidak hanya berfokus pada pengembangan santri, EKSENSI 2026 juga menghadirkan program Pengembangan Pesantren berupa pembuatan website resmi Pondok Pesantren Al Fatih Wonosobo. Program ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung digitalisasi pesantren serta memperluas akses informasi mengenai profil, kegiatan, dan potensi yang dimiliki Pondok Pesantren Al Fatih kepada masyarakat luas.

Berbagai kegiatan pendukung turut mewarnai pelaksanaan EKSENSI 2026, seperti Al Fatih Adventure, ngaji kitab bersama, latihan upacara, sholawatan, rutinan pengajian, tasyakuran, malam perpisahan, hingga salam-salaman bersama seluruh keluarga besar pesantren. Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga mempererat ukhuwah dan membangun kedekatan emosional antara volunteer dan para santri.

Salah satu keunikan Pondok Pesantren Al Fatih Wonosobo adalah lokasinya yang berada di kawasan perkebunan salak yang asri dan sejuk. Selain itu, tradisi rutin pengajian bersama pengasuh pondok menjadi nilai khas yang memperkuat suasana keilmuan dan spiritualitas di lingkungan pesantren.

Kehadiran program EKSENSI 2026 mendapatkan respons positif dari para santri. Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, para santri memperoleh pengalaman baru, wawasan yang lebih luas mengenai pendidikan dan pengembangan diri, serta motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas diri sebagai generasi penerus bangsa.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Fatih Wonosobo, Kyai Taufiq, S.Pd.I., M.A., Alhafidz, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan program EKSENSI 2026. Beliau berharap kegiatan pengabdian semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang luas bagi santri maupun pesantren. Beliau juga mendoakan agar seluruh volunteer senantiasa diberikan keberkahan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta kesuksesan dalam mengabdikan diri kepada masyarakat.

Melalui program EKSENSI 2026, mahasantri PBSB yang tergabung dalam CSSMoRA tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai agen pemberdayaan yang membawa semangat pengabdian, kolaborasi, dan inovasi. Program ini menjadi wujud nyata kontribusi santri dalam mendukung terwujudnya pesantren yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing di tengah perkembangan zaman.

Penulis: Prinsca Aulia Renata Firdaus

Editor: Thariq Afdhala

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *