HARGA PERTAMAX NAIK 32%: DAMPAK BERANTAI BAGI KELAS MENENGAH, UMKM, DAN INFLASI PANGAN

Sumber: TEMPO

Adanya kenaikan harga pertamax ini. Ketua Departemen Pengembangan Sumber Daya Ekonomi (PSDE) CSSMoRA Nasional, Hakimah, menyatakan bahwa kenaikan harga Pertamax berpotensi akan berdampak pada masyarakat karena biaya kebutuhan sehari-hari ikut meningkat, termasuk biaya transportasi yang berkaitan dengan akses pendidikan.

Jika kondisi ini terus berlanjut, daya beli masyarakat bisa menurun dan secara tidak langsung memengaruhi akses serta kualitas pendidikan. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan solusi yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan akses pendidikan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

Latar Belakang

PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 mulai Rabu (10/6). Pertamax melonjak dari Rp.12.300 menjadi Rp.16.250 per liter (naik Rp.3.950 atau 32 persen), sementara Pertamax Green naik dari Rp.12.900 menjadi Rp.17.000 per liter. Coporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan kenaikan ini merupakan hasil evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah.

Meski harga Pertamax naik signifikan, angka tersebut masih jauh di bawah harga keekonomian. VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Niaga, Sigit Setiawan, mengungkapkan bahwa harga riil Pertamax di pasar internasional saat ini sudah menembus Rp.20.000 – Rp.21.000 per liter. Dengan demikian, penyesuaian ke Rp.16.250 baru menutupi sekitar 50% dari beban yang seharusnya ditanggung konsumen. Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite (RON 90) tetap di Rp.10.000 per liter dan Biosolar Rp.6.800 per liter.

Sumber: Berbagai Sumber

Penulis: Tim Literasi CSSMoRA Nasional

Editor: Thariq Afdhala

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *