DERETAN PANJANG PELURU NYASAR DARI LATIHAN TNI TERUS ANCAM KESELAMATAN MAHASISWA UNP

Sumber: KOMPAS.Com

Adanya peluru nyasar yang mengenai dua Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) Ketua Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) CSSMoRA Nasional, Ardian Hafizh Nur Faqih, menyampaikan rasa prihatin dan empati yang mendalam atas insiden peluru nyasar yang melukai seorang mahasiswi dan seorang warga sipil di lingkungan kampus UNP. Kejadian ini merupakan peristiwa serius yang tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis serta rasa tidak aman bagi civitas akademika. Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa aspek keselamatan publik harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas yang dilakukan di sekitar lingkungan pendidikan.

CSSMoRA mengapresiasi langkah cepat yang telah dilakukan dalam penanganan korban, termasuk upaya medis dan tindak lanjut dari pihak terkait. CSSMoRA memandang bahwa diperlukan evaluasi menyeluruh serta komitmen jangka panjang yang konsisten untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang. Harapannya, seluruh pihak terkait dapat mengambil langkah tegas dan terukur dalam meningkatkan standar keamanan serta melakukan pengawasan yang lebih ketat.

Karena, tugas TNI seharusnya adalah melindungi negara bukannya malah membahayakan warga negaranya sendiri. Sehingga lingkungan kampus dapat kembali menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung aktivitas akademik tanpa rasa khawatir. Semoga korban segera pulih sepenuhnya, baik secara fisik maupun psikologis, dan kejadian ini menjadi momentum untuk memperbaiki sistem perlindungan keselamatan bagi masyarakat luas.

Latar Belakang

Kejadian ini terjadi pada Selasa (2/6) sekitar pukul 17.00 WIB, di saat para mahasiswa tengah merayakan kelulusan ujian seminar proposal. Tiba-tiba, suara letusan terdengar dan darah mengucur dari tubuh Nova Wirantika (26), Mahasiswi UNP dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan Guruh Guino, warga sipil yang tengah berada di tempat kejadian. Setelah kejadian tersebut. Nova dibawa ke Rumah Sakit Hermina dan Guruh dirujuk ke Rumah Sakit Tentara (RST) Reksodiwiryo Ganting.

Rektor UNP, Krismadinata, yang kebetulan berada di lokasi kejadian, langsung turun tangan memimpin evakuasi. Ambulan UNP segera dikerahkan untuk membawa kedua korban ke RS Hermina Padang serta menghubungi langsung Pangdam XX/Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, untuk berkoordinasi.

Sumber: Berbagai Sumber

Penulis: Tim Literasi CSSMoRA Nasional

Editor: Thariq Afdhala

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *