GEMPA FILIPINA M 7,7 GUNCANG SULUT HINGGA TERDETEKSI TSUNAMI 18 CM

Sumber: KOMPAS.COM

Adanya Gempa yang terjadi di Filipina, Ketua Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) CSSMoRA Nasional, Ardian Hafizh Nur Faqih, menyampaikan duka dan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya bencana gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang wilayah Filipina dan berdampak hingga beberapa daerah di Indonesia, khususnya Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Bencana ini tidak hanya menimbulkan kepanikan masyarakat, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta fasilitas umum. Kami turut mendoakan agar seluruh masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Semoga musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.

Latar belakang

Gempa bumi tektonik dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindano, Filipina, pada Senin (8/6) pukul 06.37.42 WIB. Guncangan yang berpusat di Laut Sulawesi ini tidak hanya dirasakan hingga ke berbagai wilayah di Sulawesi Utara, tetapi juga memicu peringatan dini tsunami yang sempat membuat ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 5,80 derajat lintang utara dan 125,14 derajat bujur timur, tepatnya di laut pada jarak 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer. Secara tektonik, gempa ini merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktiviitas subduksi lempeng di wilayah Laut Filipina. Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa terjadi akibat pergerakan sesar naik (thrust fault) yang berpotensi besar memicu gelombang tsunami.

Sumber: Berbagai Sumber

Penulis: Tim Literasi CSSMoRA Nasional

Editor: Thariq Afdhala

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *