Luruh dalam Rengkuh Kalam

Aku kira menghafal Al-Qur’an itu sesuatu yang mudah,
cukup membaca lalu menyimpannya di kepala.
Namun ternyata tidak sesederhana itu.

Ada ayat yang hilang dari ingatan,
ada huruf yang tertukar di lidah,
ada hari ketika hafalan terasa begitu berat,
seperti langkah yang dipaksa terus berjalan.

Kadang aku lelah,
mengulang ayat yang sama berkali-kali,
sementara pikiranku ingin menyerah
dan hatiku bertanya,
“Mengapa sesulit ini?”

Namun setiap kali mushaf itu kubuka,
aku tahu ini bukan sekadar hafalan.
Ini adalah perjalanan menjaga kalam-Nya,
perjalanan panjang menuju cahaya.

Kadang aku ingin berhenti sejenak,
karena hati dan pikiran terasa penuh.
Namun aku tahu,
Al-Qur’an bukan untuk ditinggalkan.

Maka aku kembali lagi,
mengulang ayat yang sama
dengan hati yang tetap berjuang.

Karena mungkin,
bukan aku yang menjaga Al-Qur’an,
melainkan Al-Qur’an yang sedang menjaga hatiku.

Penulis: Lulu Karena Ria (CSSMoRA UIN Maulana Malik Ibrahim Angkatan 2024)

Editor: Dania Rofida (PSDM CSSMoRA Nasional)

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan buletin CSSMoRA untuk menerima notifikasi update kami​