Rabi’ul awwal adalah bulan yang mulia, bulan dimana manusia teristimewa dilahirkan. Kehadirannya membawa berkah bagi seluruh alam semesta. Seorang utusan yang membawa cahaya dan menghilangkan segala kegelapan.
Ia adalah Rasulullah. Nabiyullah Muhammad SAW. Manusia pilihan Allah, kekasih Allah, rahmat bagi seluruh alam. Kelahirannya menjadi momentum yang penting dalam sejarah. Oleh sebab itu, umat Islam selalu memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tersebut sebagai bentuk rasa cinta dan kasih sayang terhadap Rasulullah.
Peringatan Maulid Nabi memiliki banyak keutaman dan hikmah bagi umat Islam. Kenapa? Karena, di dalamnya kita diajarkan untuk lebih mengenal siapa Rasulullah, bagaimana kisah hidup perjalanannya, apa saja peristiwa-peristiwa besar yang terjadi, serta mengambil banyak ibrah atau pelajaran yang bisa diambil untuk pedoman hidup.
Tidak hanya itu, peringatan maulid nabi juga bertujuan untuk menginspirasi, mengingatkan kembali perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan Islam, juga mempererat ukhuwah Islamiyah.
Dari peringatan Maulid Nabi inilah, kita bisa meneladani Rasulullah sebagai sosok pemimpin bijaksana, pemersatu umat, dan teladan kepedulian sosial.
Pertama, Rasulullah Sebagai Pemimipin yang Bijak
Rasulullah adalah pemimpin yang bijaksana. Beliau sangat peduli dengan umatnya. Rasulullah menerima semua pendapat dari para sabatnya dan umat muslim lainnya. Beliau tidak memandang sebelah mata. Rasulullah menyayangi semua umatnya, rela berkorban, dan tidak berhenti untuk mendo’akan yang terbaik.
Seperti pada kisah Perang Uhud, Rasulullah menjadi pemimpin yang hebat. Beliau dapat menghandle semuanya, mulai dari strategi perang, membagi sayap pasukan, dan lain sebagainya.
Apabila kita cermati, perang uhud ini mengandung banyak sekali hikmah bagi umat manusia sepanjang zaman. Memberikan pelajaran yang bersifat aplikatif dan praksis. Rasulullah mengajarkan bagaimana caranya meraih kemenangan melawan musuh dan bagaimana caranya menghindari titik-titik kegagalan dan kekalahan.
Dari perang uhud ini juga, kita diajarkan pada sebuah prinsip yang dipegang teguh yang diajarkan Rasulullah, yaitu musyawarah bersama.
Kedua, Rasulullah Sebagai Pemersatu Umat
Sebelum Rasulullah dilahirkan, Islam belum menampakkan kejayaannya. Banyak dari kabilah atau suku yang tidak sepihak dan bersatu. Banyak sekali terjadi pembunuhan dan permusuhan terjadi dimana-mana. Namun, perlahan keadaan seperti itu mulai hilang dan musnah. Rasulullah hadir sebagai pembawa perdamaian. Menghapuskan segala perselisihan, pertikaian juga permusuhan. Beliau menjadi penengah yang berhasil mendamaikan dan mempersatukan umat manusia.
Kisah ini terjadi ketika Rasulullah datang ke Madinah. Beliau membangun pilar-pilar, salah satunya yaitu mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Anshar di atas prinsip kebenaran, persamaan, dan hak saling mewarisi.
Pilar ini dibangun oleh Rasulullah memiliki makna, suatu negara tidak akan maju apabila rakyatnya tidak bersatu, dan persatuan mustahil terwujud tanpa adanya elemen persaudaraan, persatuan, dan kasih sayang.
Ketiga, Rasulullah Sebagai Teladan Kepedulian Sosial
Rasulullah SAW adalah suri tauladan umat manusia. Beliau memberikan contoh akhlak yang mulia. Kasih sayangnya terhadap siapa saja. Meskipun beliau adalah seorang pemimpin besar, itu tidak menjadi alasan bagi beliau untuk pilih kasih. Sejak pertama kali diutus Rasulullah sudah menampakkan perhatian yang besar terhadap kaum yang lemah, fakir miskin, yatim piatu, dan juga pada tetangga yang berbeda keyakinan.
Kisah ini pernah terjadi antara Rasulullah dengan Pengemis Yahudi. Di sudut pasar Madinah, seorang pengemis Yahudi buta sering mencaci dan menghina Rasulullah tanpa tahu siapa yang mendatanginya. Namun, setiap hari Rasulullah datang membawakan makanan, menyuapinya dengan penuh kasih sayang tanpa membalas hinaan sedikit pun. Setelah beliau wafat, sahabat Abu Bakar ra. mencoba meneruskan kebiasaan itu, dan barulah si pengemis tahu bahwa orang yang selama ini menyuapinya dengan kelembutan adalah Rasulullah.
Kisah ini menjadi bukti nyata betapa Rasulullah adalah teladan kepedulian sosial, yang menjawab kebencian dengan kasih sayang dan kelembutan hati. Dari kepemimpinan, persatuan, hingga kepedulian sosial, Rasulullah telah memberi teladan agung bagi umat manusia. Melalui peringatan Maulid Nabi, sudah seharusnya kita menjadikan beliau sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari, agar tercipta masyarakat yang adil, bersatu, dan penuh kasih sayang.
Atikah Sa’diatus Zahra (CSSMoRA Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta)





