Makassar – Kaderisasi Tingkat Regional (KTR) CSSMoRA Regional 4 Tahun 2026 sukses dilaksanakan pada 25-27 September 2026 di Makassar. Kegiatan tahunan ini menjadi ruang pembelajaran intensif sekaligus wadah silaturahmi bagi para kader CSSMoRA se-Regional 4 melalui pematerian komprehensif, mulai dari nilai keislaman, penguatan gerakan organisasi, kepemimpinan strategis, teknik lobi, hingga wawasan transformasi digital.
Kegiatan diawali dengan pembukaan formal (Opening Ceremony) pada Jumat siang. Pembukaan berlangsung khidmad dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta Mars CSSMoRA secara bersama-sama. Acara dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia dan serangkaian sambutan dari pengurus dan pimpinan, di antaranya Ketua Umum CSSMoRA UIM (Muhammad Nur Muladi) selaku tuan rumah KTR Regional 4 Tahun 2026, BPH Panitia (Nur Afia) Wakil Ketua Umum Nasional CSSMoRA (Andi Ryas Rasyid), , Koordinator Steering Committee yang diwakili oleh (Abdul Aziz Maulana Rachman), serta Kepala Bidang kaderisasi PSDM (Junior Moza Rafianto) berharap para kader yang terpilih menjadi peserta ini memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya “saya melihat dari materi-materi dan narasumber yang diambil adalah para alumni hebat CSSMoRA yang ada di regional 4, oleh karen ituu untuk peserta semua silahkan disimak baik-baik terkait meteri yang sudah disediakan”. Rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama.
Islam Kepesantrenan dan Moderasi Beragama
Materi pertama disampaikan oleh Muhajirin, S.Fil., M.Fil. dengan fokus pembahasan pada nilai-nilai Islam kepesantrenan dan pemahaman moderasi beragama. Peserta diajak untuk mendalami kembali pemikiran Islam yang moderat (wasathiyah) serta menjadikan tradisi dan keilmuan pesantren sebagai fondasi utama dalam bersikap di tengah dinamika masyarakat yang majemuk. Sebelum dan sesudah sesi materi, peserta mengikuti pemetaan pemahaman melalui pre-test dan post-test.
Memahami Paradigma dan Gerakan CSSMoRA
Memasuki sesi malam, materi kedua menghadirkan Faisal S. Sangaji, S.Hum. yang membawakan topik mengenai paradigma, kultur, dan arah gerakan CSSMoRA. Dalam sesi ini, peserta diajak membedah sejarah, identitas, serta nilai-nilai dasar yang melandasi pergerakan organisasi. Hari pertama ditutup dengan sesi presentasi esai dan diskusi dari para peserta untuk mengasah pemahaman kritis mereka.
Kepemimpinan Strategis dan Teknik Lobi
Pada hari kedua, Sabtu (26/9), kegiatan diawali dengan olahraga pagi dan lingkar silaturahim. Materi ketiga kemudian dibuka oleh Andi Ratu Boelqiah Assaad, SKM., MPH. yang memaparkan materi kepemimpinan strategis dan manajemen organisasi. Peserta dibekali pemahaman mengenai cara mengelola struktur organisasi secara efektif, mengambil keputusan tepat, dan menyusun arah gerak yang terukur.
Sesi berlanjut pada materi keempat mengenai teknik lobi dan pengembangan jejaring yang dibawakan oleh H. Sulkifli Azis, S.Pd. Pembahasan berfokus pada pentingnya membangun relasi yang strategis, komunikasi yang adaptif, serta tata cara menjalin kerja sama dengan berbagai pihak eksternal demi keberlanjutan program organisasi.
Resiliensi Diri dan Pengabdian Pesantren
Pada siang hingga sore hari, peserta menerima materi kelima tentang pengembangan kapasitas dan resiliensi diri dari Muflihah Abustani, S.Psi., M.Psi. Sesi ini menekankan pentingnya ketahanan mental, pemahaman potensi diri, serta kemampuan beradaptasi di tengah tekanan kehidupan akademis maupun berorganisasi.
Selanjutnya, materi keenam disampaikan oleh Andi Tri Saputra, S.Ag., MA. dengan tema pengembangan pesantren dan pengabdian masyarakat. Peserta diajak untuk merancang bentuk pengabdian nyata yang dapat diterapkan sekembalinya mereka ke lingkungan pesantren maupun masyarakat luas.
Transformasi Digital dan Ekspresi Kebersamaan
Malam harinya, Arif Widodo, S.Farm. membawakan materi ketujuh mengenai teknologi digital dan transformasi sosial. Sesi ini menyoroti bagaimana kader santri harus bersiap mengambil peran dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendorong perubahan sosial yang positif. Rangkaian hari kedua ditutup dengan suasana hangat melalui ajang Malam Pentas Seni sebagai wadah unjuk kebolehan dan keakraban antarpeserta.
Evaluasi Akhir dan Penutupan
Hari terakhir, Minggu (27/9), diawali dengan sesi presentasi esai lanjutan serta agenda Lingkar Regional bersama Steering Committee dan alumni. Para peserta juga mendapatkan penugasan pasca-KTR sebagai bentuk komitmen dan kelanjutan proses kaderisasi. Rangkaian evaluasi akhir peserta kemudian dilaksanakan untuk meninjau perkembangan setiap individu selama kegiatan.
Seluruh rangkaian KTR Regional 4 Tahun 2026 secara resmi ditutup pada Closing Ceremony pada malam hari. Penutupan diisi dengan pengumuman peserta terbaik, penyerahan sertifikat dan hadiah, pembacaan ayat suci Al- Qur’an, sambutan-sambutan dari ketua Umum CSSMoRA UIM, Steering Comitee, Wakil Ketua Umum CSSMoRA Nasional (Andi Ryas Rasyid) sekaligus menutup kegiatan KTR Regional 4 2026. Acara diakhiri dengan doa dan foto Bersama.
Melalui pelaksanaan KTR ini, para kader CSSMoRA Regional 4 diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis di dalam ruangan, tetapi juga siap mengimplementasikannya dalam bentuk aksi nyata dan kontribusi positif bagi organisasi, pesantren, dan masyarakat.
Oleh: Abdul Aziz Maulana Rachman
Editor: Abdul Aziz Maulana Rachman




