
BANDUNG-Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) Nasional melalui Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) sukses menyelenggarakan program pengabdian bertajuk Eksensi di Pondok Pesantren Margasari, Cijawura, Bandung, pada 25–30 Juli 2026. Mengusung tema “Dedikasi untuk Negeri, Santri Mengabdi, Pesantren Mandiri”, program ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) kepada pesantren asal, dengan sasaran seluruh santri lama maupun santri baru di Pondok Pesantren Margasari.
Rangkaian kegiatan resmi dibuka pada Minggu, 26 Juli 2026, melalui seremoni pembukaan yang dihadiri jajaran Yayasan, Pengasuh Pondok Pesantren Margasari Cijawura, K.H. Muhammad Asep Usman Rosadi, beserta volunteer terpilih dari CSSMoRA yang terlibat dalam pelaksanaan program. Hari pertama difokuskan pada upaya membangun kedekatan dan keakraban antara santri dengan volunteer terpilih dari CSSMoRA melalui sesi perkenalan, permainan edukatif, serta berbagai kegiatan ice breaking yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme.
Memasuki hari kedua hingga hari keempat, para volunteer terpilih dari CSSMoRA menghadirkan berbagai sesi pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat pemahaman santri terhadap kehidupan kepesantrenan sekaligus membuka wawasan mengenai peluang pendidikan di masa depan. Materi yang diberikan meliputi sejarah dan nilai-nilai budaya pesantren, penguatan karakter (character building) yang menanamkan nilai tawadhu, khidmah, disiplin, serta adab, hingga sesi Membuka Cakrawala yang mengulas peta pendidikan tinggi di Indonesia, berbagai jalur masuk perguruan tinggi, serta informasi mengenai peluang beasiswa.
Tidak hanya itu, para santri juga diajak menyusun arah dan tujuan masa depan melalui sesi Dream Mapping, yakni kegiatan yang mendorong setiap santri merumuskan cita-cita, target belajar selama mondok, hingga rencana setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. Rangkaian kegiatan hari kedua kemudian ditutup dengan Wall of Commitment, yaitu penempelan komitmen karakter yang telah ditulis masing-masing santri sebagai pengingat visual untuk terus menjaga nilai-nilai yang telah mereka ikrarkan selama menjalani kehidupan di pesantren.
Pada hari ketiga, program berlanjut dengan Pelatihan Media Kepesantrenan yang diperuntukkan bagi santri terpilih. Dalam pelatihan ini, volunteer terpilih dari CSSMoRA bersama Komunitas Literasi Pesantren memberikan materi mengenai pentingnya media sebagai sarana dakwah dan publikasi pesantren, dilanjutkan dengan praktik desain poster serta penyusunan caption media sosial. Karya-karya terbaik hasil pelatihan tersebut direncanakan akan dipublikasikan melalui akun media sosial dan laman resmi pesantren sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas digital pesantren.
Salah satu agenda penting dalam program Eksensi adalah pelaksanaan Klasifikasi dan Placement Test Al-Qur’an yang diselenggarakan pada hari keempat. Berbeda dengan tes bacaan pada umumnya, kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai ujian kelulusan, melainkan sebagai instrumen pemetaan kemampuan membaca Al-Qur’an santri baru guna menentukan kelompok pembelajaran yang paling sesuai. Penilaian dilakukan secara individual oleh tim penguji berdasarkan empat aspek utama, yaitu kelancaran membaca, tajwid, makhraj, dan hafalan. Hasil penilaian tersebut kemudian menjadi dasar dalam pengelompokan santri ke dalam kelas-kelas pembelajaran Al-Qur’an sesuai tingkat kemampuan masing-masing.
Hasil placement test ini juga diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan bagi pihak pesantren dalam mengembangkan sistem pembinaan Al-Qur’an yang lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen pesantren tahfidz dalam menjaga kualitas bacaan dan hafalan para santri.
Selain rangkaian kegiatan utama, volunteer terpilih dari CSSMoRA turut melakukan pemetaan minat dan bakat santri melalui survei yang diikuti oleh 35 responden. Berdasarkan hasil rekapitulasi, bidang literasi menjadi minat terbesar dengan persentase 45,24 persen, disusul public speaking sebesar 19,05 persen, kategori lainnya 21,43 persen, serta bidang media sebesar 14,29 persen. Temuan tersebut menjadi dasar bagi CSSMoRA untuk merintis Komunitas Literasi Pesantren sebagai legacy program yang selanjutnya diserahkan kepada pengurus pesantren agar dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Seluruh rangkaian Program Eksensi resmi ditutup pada Kamis, 30 Juli 2026. Acara penutupan dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren Margasari Cijawura K.H. Muhammad Asep Usman Rosadi, Pengasuh Santri Putri K.H. Umar Rosadi, M.Pd., serta Ketua CSSMoRA Nasional Ibrahim Nusantara. Suasana penutupan berlangsung penuh haru dan kebersamaan melalui penyerahan cinderamata dari CSSMoRA kepada pihak pesantren, penampilan Tari Saman, pidato tiga bahasa, pembacaan puisi berantai oleh para santri, pembagian hadiah, hingga pemutaran video dokumentasi (after movie) yang merekam perjalanan kegiatan selama program berlangsung.
Berakhirnya rangkaian Program Eksensi menandai terlaksananya salah satu bentuk pengabdian nyata CSSMoRA Nasional melalui Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) dalam mendukung penguatan kapasitas pesantren. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi para santri selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mempererat sinergi antara CSSMoRA dengan pesantren asal, sekaligus melahirkan dampak yang berkelanjutan melalui berbagai program lanjutan yang telah dirintis.
Dengan semangat “Dedikasi untuk Negeri, Santri Mengabdi, Pesantren Mandiri,” seluruh ikhtiar yang telah diwujudkan melalui Program Eksensi diharapkan mampu menghadirkan kebermanfaatan yang luas bagi santri, pesantren, maupun masyarakat, serta menjadi bagian dari komitmen CSSMoRA dalam terus menghadirkan pengabdian yang berdampak bagi kemajuan pendidikan pesantren di Indonesia.
Informasi lebih lanjut mengenai Program Eksensi dapat diakses melalui akun Instagram resmi CSSMoRA Nasional.
Reporter: Ahmad Rubayu
Editor: Muhammad Akmal Fadhli


