Profil

LOGO CSSMORA

 

Download AD-ART-GBHO CSSMoRA 2017-2018

Peradaban Pesantren

Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan warisan Walisongo yang praktik kelembagaannya muncul pada awal abad 17. Sebagai lembaga pendidikan pertama di Indonesia, pondok pesantren telah banyak berkiprah dalam perabadan Nusantara; pusat pendidikan melestarikan budaya, bahkan sampai melawan kolonialisme.

Dari masa ke masa, pesantren telah melalui banyak dinamika sehingga dewasa ini yang jumlahnya telah mencapai lebih dari 27.000 sudah bertranformasi menjadi pesantren dengan beragam karakter dan keunggulan masing-masing.

Tentu tidak bisa dihitung lagi berapa santri yang telah berhasil dididik menjadi orang yang bermanfaat dan berpengaruh di masyarakat. Khusus dalam aspek pendidikan, dahulu kalangan santri memang tradisinya tidak banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi, lantaran keilmuan yang diberikan pesantren  cukup menjadi bekal di masyarakat.

Dalam beberapa dekade terakhir, santri yang telah menamatkan pendidikannya di pesantren mulai banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Kendalanya dahulu kalangan santri sulit masuk ke perguruan tinggi favorit dengan berbagai faktor. Untuk saat ini, hal tersebut bukan menjadi kendala. Justru mahasiswa dari kalangan santri yang sekarang meramaikan kompetisi prestasi diberbagai perguruan tinggi.

Munculnya PBSB

Sebagai wujud apresiasi eksistensi prestasi pondok pesantren, pada tahun 2005 Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia menginisiasi beasiswa kepada santri untuk mengikuti studi strata 1 (S1) di perguruan tinggi favorit di Indonesia. Beasiswa ini dinamakan Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) itu sudah diselenggarakan sejak tahun 2005 melalui seleksi yang diadakan setiap tahun.

PBSB merupakan salah satu program unggulan dari Kementerian Agama. Hingga kini program tersebut sudah menembus perguruan tinggi favorit, seperti

  1. Institut Pertanian Bogor
  2. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  3. UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  4. Institut Teknologi Bandung
  5. Universitas Indonesia
  6. Universitas Pendidikan Indonesia
  7. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  8. UIN Walisongo Semarang
  9. Universitas Gadjah Mada Yogjakarta
  10. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
  11. Universitas Islam Malang
  12. UIN Sunan Ampel Surabaya
  13. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
  14. Universitas Airlangga Surabaya
  15. Universitas Mataram Lombok
  16. Universitas Surya Tangerang
  17. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Jakarta
  18. UIN Alauddin Makassar
  19. Universitas Cendrawasih Papua

 

Pada pertemuan tingkat nasional yang diikuti oleh mahasiswa PBSB pada 12 Desember 2007, di Lembang, Bandung, Jawa Barat, terbentuk organisasi yang mewadahi seluruh mahasiswa PBSB yang diberi nama CSS (Community of Santri Scholars), yang diketuai pertama kali oleh Angga (IAIN Sunan Ampel).

Kemudian pada Musyawarah Nasional I CSS yang terlaksana pada 12-14 Juli 2008 di hotel Galuh Tirtonirmolo Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, atas beberapa pertimbangan serta permintaan dari Kementerian Agama yang dulu masih bernama Departemen Agama Republik Indonesia untuk mencantumkan Departemen Agama pada nama organisasi ini dalam satu bahasa. Oleh karena itu tepatnya pada pada 13 Juli 2008, nama yang sebelumnya CSS diubah menjadi CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs).

Bagi santri yang menjadi mahasiswa PBSB, secara otomatis menjadi anggota CSSMoRA. Sampai saat ini, lebih dari 3.500 santri yang sudah diberi beasiswa Kementerian Agama. Ribuan santri yang lulus sarjana sudah berkiprah mengabdi di masyarakat, baik sebagai dokter, teknokrat, insinyur, guru, dosen dan lain-lain.

 

Dasar dan Sifat Organisasi

CSSMoRA berdasarkan Pancasila dan Islam-Kepesantrenan, yang bersifat kekeluargaan dan bebas dari politik praktis.

Visi CSSMoRA

CSSMoRA mempunyai visi, terciptanya anggota CSSMoRA yang berorientasi pada keilmuan, pengembangan dan pemberdayaan pesantren serta pengabdian masyarakat.

Misi CSSMoRA

CSSMoRA mempunyai misi, mempererat silaturrahmi antar anggota, mengembangkan bakat dan minat dari anggota, mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta mengembangkan jejaring organisasi.

Perkembangan CSSMoRA

Pada awalnya CSSMoRA berfungsi sebagai kepanjangantangan dari Kementerian Agama yang berfungsi mengakomodir serta mengembangkan kemampuan berorganisasi mahasiswa PBSB. Namun, kini CSSMoRA telah menjadi organisasi yang bersifat independen, tetapi secara kultural masih ada hubungan erat dengan Kementerian Agama.

Tingkat kepengurusan CSSMoRA terbagi menjadi dua; Nasional dan Perguruan Tinggi. Pengurus tingkat nasional berasal dari CSSMoRA. Sementara itu, program kerja dari CSSMoRA PT sangat bervariasi. Baik program untuk internal anggota maupun program eksternal, seperti kegiatan tradisi-tradisi kepesantrenan, penggalian serta peningkatan minat dan bakat anggota, bakti sosial, pemberdayaan pesantren, pengabdian masyarakat. (M. Zidni Nafi’)

 

Facebook Comments

3 Comments to Profil

  1. Ahmad Munir berkata:

    WAh…web-nya CSSMoRA Nasional keren abis…
    Dari tampilannya yg resmi..membuat yg mau komentar segan..hehehe
    SUkses terus

  2. Tafuzi Mu'iz berkata:

    wiyyuuh, aku kira ini grup resmi lho.
    eh, ternyata ada yang megang sendiri.

    semangat menulis ya Kakak !!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *