Di sepertiga malam yang sunyi senyap,
santri terbangun tanpa suara,
wudhunya dingin menusuk kulit,
tapi hatinya hangat dengan doa.
Sajadah lusuh terbentang rapi,
di atasnya tersimpan harapan suci,
air mata jatuh dalam sujudnya,
memohon cahaya di jalan Ilahi.
Di balik dinding pesantren tua,
bisikan ayat mengalun lembut,
melangitkan rindu pada Yang Esa,
menghapus resah yang sempat berlabuh.
Kitab-kitab menjadi saksi,
akan malam-malam penuh perjuangan,
tak sekadar menghafal ayat-ayat-Nya,
tapi menghayati makna kehidupan.
Angin subuh membawa harapan,
membangunkan fajar dengan keteguhan,
santri melangkah dengan keyakinan,
menjemput ilmu dan keberkahan.
Di pesantren ini mimpi dirawat,
di sepertiga malam ia disemat,
bukan sekadar angan yang berlalu,
tapi doa yang terus menuju langit-Mu.
Pesantren adalah ladang cita,
di sana tumbuh insan mulia,
santri dan mimpi di sepertiga malam,
menjadi doa yang tak pernah padam.
Dinda Aulia (CSSMoRA Ma’had Aly As’adiyah Sengkang 2022)






