CSSMoRA.org — Surabaya, Community of Santri Scholars of Ministry of Religius Affairs (CSSMoRA) menyelenggarakan Musyawarah Kerja Nasional (MUSYKERNAS) XVI sebagai forum strategis untuk merumuskan arah dan program kerja organisasi ke depan. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus nasional, perwakilan perguruan tinggi, pengelola program beasiswa, serta tamu undangan dari berbagai unsur.
Pengelola Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya MUSYKERNAS serta menekankan pentingnya proses dalam berorganisasi.
“Tidak ada yang sempurna dalam sebuah proses organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengambil hikmah dari setiap kekurangan untuk menjadi bahan perbaikan ke depan. Manusia yang baik bukanlah yang lepas dari kesalahan, melainkan yang terus belajar demi kebaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa MUSYKERNAS merupakan gerbang awal dalam menentukan arah CSSMoRA satu tahun ke depan. Oleh karena itu, peserta diharapkan dapat berdiskusi secara terbuka, aktif, dan konstruktif guna menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi.
Sementara itu, Bapak Rucham Bashori, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI menegaskan bahwa CSSMoRA memiliki peran strategis dalam mendampingi mahasiswa santri penerima beasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
“CSSMoRA lahir sebagai wadah kebersamaan mahasiswa santri dari berbagai latar belakang daerah. Mereka membutuhkan komunitas yang mampu menjaga solidaritas, nilai-nilai pesantren, serta semangat kebangsaan,” ungkapnya.
Ia menekankan tiga komitmen utama CSSMoRA, yakni kelulusan tepat waktu sebagai penerima beasiswa, penguatan nilai-nilai pesantren, serta komitmen keislaman dan keindonesiaan yang berjalan beriringan.
“Islam dan Indonesia harus saling melengkapi. CSSMoRA hadir membawa nilai keislaman dan kebangsaan dalam satu tarikan napas, terutama di tengah tantangan radikalisme dan intoleransi,” tegasnya.
Selain itu, peserta MUSYKERNAS didorong untuk merumuskan program kerja yang realistis, membumi, serta mampu menggabungkan dunia digital dan dunia nyata agar berdampak langsung bagi anggota dan masyarakat.
Ketua Umum CSSMoRA Nasional, Ahmad Rizki dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya MUSYKERNAS XVI serta apresiasi kepada Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya sebagai tuan rumah kegiatan.
“Kami bersyukur MUSYKERNAS XVI dapat terselenggara dengan baik. Forum ini diharapkan mampu melahirkan program-program strategis yang membawa CSSMoRA semakin adaptif dan solutif,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa CSSMoRA merupakan wadah penting dalam pengembangan kapasitas mahasiswa santri, baik secara akademik, karakter, maupun kepemimpinan.
Melalui MUSYKERNAS XVI ini, CSSMoRA diharapkan mampu menghasilkan rumusan program kerja yang aplikatif dan berorientasi pada penguatan peran mahasiswa santri penerima beasiswa dalam kehidupan akademik, sosial, dan kebangsaan.






