PENDAHULUAN
Rasulullah SAW merupakan teladan agung bagi seluruh umat manusia. Beliau bukan hanya sosok yang membawa risalah keagamaan, melainkan juga seorang pemimpin yang adil, penyatu umat, dan pribadi yang sangat peduli terhadap sesama. Nilai-nilai luhur yang diwariskan Rasulullah telah melintasi waktu dan tetap hidup hingga saat ini (Khairunnisa & Ahmadi, 2024). Namun, kita hidup dalam era yang jauh berbeda. Kehidupan manusia modern semakin diwarnai oleh perkembangan teknologi digital. Aktivitas sosial, interaksi antarumat, bahkan praktik kepedulian kini dapat diwujudkan melalui medium daring yang serba cepat dan praktis (Saputri Yuliana, 2021).
Pertanyaan pentingnya adalah, apakah keteladanan Rasulullah masih relevan di tengah arus digitalisasi yang begitu deras? Jawabannya adalah ya, bahkan nilai-nilai beliau semakin penting untuk dijadikan pegangan. Hanya saja, bentuk implementasinya mengalami transformasi. Jika pada masa Rasulullah kepemimpinan, persatuan, dan kepedulian diwujudkan secara langsung dalam interaksi sehari-hari, kini keteladanan itu bisa hadir dalam wujud platform digital seperti Kita Bisa, sebuah aplikasi donasi dan kolaborasi sosial yang mempertemukan banyak orang untuk tujuan mulia (Permatasari et al., 2023).
Esai ini mencoba menjelaskan bagaimana jejak teladan Rasulullah tetap relevan, serta bagaimana aplikasinya dalam kehidupan modern, khususnya melalui medium digital. Selain itu, akan digambarkan pula ilustrasi visual yang bisa membantu pembaca membayangkan bagaimana nilai kepemimpinan, persatuan, dan kepedulian Rasulullah dihidupkan kembali di era sekarang
ISI
Kepemimpinan Rasulullah SAW merupakan contoh nyata dari kepemimpinan yang berlandaskan akhlak mulia. Beliau memimpin dengan penuh amanah, adil, dan rendah hati. Dalam banyak peristiwa Rasulullah tidak hanya memerintah, tetapi juga terjun langsung bersama umatnya. Saat Perang Khandaq, beliau ikut menggali parit bersama sahabat, menunjukkan bahwa seorang pemimpin sejati tidak boleh hanya berada di menara gading (Thawalib, 2023).
Gambaran visual yang bisa dibayangkan adalah seorang pemimpin yang berdiri bukan di atas podium, tetapi di tengah-tengah rakyatnya. Ia memegang cangkul, bajunya berdebu, wajahnya penuh keringat, namun justru dari situ lahir kepercayaan dan cinta umat kepadanya. Kepemimpinan Rasulullah adalah kepemimpinan yang membaur, mempersatukan, dan membimbing dengan teladan.
Ilustrasi study kasus Rasulullah SAW selalu memberi teladan dalam sedekah. Beliau tidak hanya memerintah sahabat untuk membantu, tetapi juga langsung memberi dari harta beliau. Dari satu langkah kecil Rasulullah, lahirlah gelombang kebaikan yang besar.
Di era sekarang, semangat itu bisa diwujudkan melalui aplikasi Kita Bisa. Jika dahulu sahabat berkumpul di masjid untuk menolong sesama, kini orang bisa berkumpul secara digital untuk berbagi. Meski hanya Rp10.000, jika digabungkan ribuan orang, ia mampu menyelamatkan banyak jiwa (Hisyam et al., 2024).
Era digital bentuk kepemimpinan seperti ini tetap bisa dihidupkan. Inisiator sosial di aplikasi Kita Bisa, misalnya, berperan sebagai pemimpin yang menginspirasi banyak orang. Mereka tidak memaksa, tetapi mengajak dengan ketulusan. Transparansi laporan dan komunikasi terbuka menjadi simbol modern dari keadilan dan amanah yang dicontohkan Rasulullah (Sayagiri, 2021). Pada masa sekarang, persatuan umat juga menghadapi tantangan berat akibat perbedaan politik, budaya, dan kepentingan ekonomi. Namun, melalui platform digital, persatuan bisa lahir kembali. Kita Bisa mempertemukan ribuan orang dari berbagai latar belakang. Ketika ada bencana alam, donasi datang dari berbagai penjuru negeri, bahkan dari mereka yang tidak saling mengenal. Gambaran visualnya seperti jaring raksasa yang terbentang luas, menghubungkan setiap titik individu menjadi satu kekuatan bersama.
Jiwa yang tidak pernah padam Rasulullah adalah pribadi yang sangat peduli pada sesama. Beliau sering membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan tidak segan berbagi meskipun beliau sendiri hidup sederhana. Rasulullah selalu menekankan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (Juliadarma, 2023).
Bayangkan ilustrasi sederhana: seorang anak yatim berdiri dengan wajah sendu, lalu Rasulullah datang mengusap kepalanya dengan lembut, memberikan makanan, dan menenangkan hatinya. Dari pemandangan itu terpancar kasih sayang yang tulus, tanpa pamrih, dan tanpa batas. Di era digital, kepedulian ini tidak lagi harus diwujudkan dengan pertemuan langsung. Aplikasi Kita Bisa memungkinkan siapa pun berkontribusi dalam kepedulian sosial. Bahkan dengan nominal kecil, seseorang dapat ikut berbagi. Visualisasinya bisa digambarkan sebagai layar ponsel yang menampilkan angka donasi. Satu demi satu, angka kecil dari berbagai donatur bergabung, hingga akhirnya membentuk jumlah besar yang mampu menyelamatkan banyak orang. Dari sinilah tampak jelas bahwa kepedulian Rasulullah tetap hidup, hanya medianya yang berbeda (Hidayat, 2019).
Untuk memahami transformasi nilai keteladanan Rasulullah, kita dapat membandingkan kondisi dahulu dan sekarang. Dahulu, Rasulullah hadir langsung di tengah umat. Beliau duduk bersama fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan memimpin umat dengan interaksi langsung. Gambaran visualnya seperti seorang pemimpin yang berjalan di jalanan Madinah, menyapa siapa pun yang ditemuinya, lalu memberikan bantuan dari tangannya sendiri.
Sementara itu, di era digital, nilai yang sama bisa diwujudkan melalui teknologi. Kini, seseorang bisa duduk di rumah, membuka aplikasi di ponsel, dan dalam hitungan detik menyalurkan bantuan. Visualisasi modernnya adalah seorang pemuda yang duduk di kamarnya, mengetik angka kecil di layar ponsel, lalu bantuan itu langsung diterima oleh anak-anak yatim di pelosok negeri. Meskipun medianya berbeda, maknanya tetap sama: kepedulian, persatuan, dan kepemimpinan (Amalia et al., 2021).
PENUTUP
Aplikasi Kita Bisa adalah salah satu bukti nyata bagaimana nilai Rasulullah dapat diimplementasikan melalui teknologi. Kepemimpinan para penggagas kampanye, persatuan ribuan donatur, dan kepedulian sosial yang terwujud dalam donasi digital mencerminkan ajaran Rasulullah dalam versi modern.
Jika dahulu Rasulullah hadir secara langsung, kini keteladanan beliau hadir melalui layar digital yang mempertemukan banyak hati. Yang berubah hanyalah medianya, tetapi substansinya tetap sama. Dengan meneladani Rasulullah dan memanfaatkan teknologi, umat Islam dapat terus menjaga persatuan, menumbuhkan kepedulian, dan menghadirkan kepemimpinan yang amanah.
Diharapkan melalui aplikasi Kita Bisa, generasi sekarang mampu meneladani Rasulullah dengan menghidupkan kembali semangat berbagi dan peduli, meski dalam bentuk yang sederhana sekalipun. Semoga platform digital bukan hanya menjadi sarana teknis, tetapi juga wadah penguat ukhuwah, pemersatu umat, dan penggerak kepemimpinan sosial yang berlandaskan akhlak Rasulullah SAW. Pada akhirnya, semoga setiap langkah kecil kebaikan yang dilakukan mampu menghadirkan masyarakat yang lebih adil, peduli, dan penuh berkah.
DAFTAR PUSTAKA
Amalia, N., Lubis, D., Muthohharoh, M., & Bogor, I. P. (2021). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Milenial Berdonasi Online Melalui Crowdfunding Platform: Studi Pada Kitabisa.Com. Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 08(2), 181–194.
Hidayat, A. (2019). Platform Donasi Online Dan Filantropi Digital. Jurnal Universitas Airlangga, 1–16.
Hisyam, C. J., Faridah, Kurniawan, N. A., Ginting, N. M. B., & Purba, V. C. (2024). Analisis platform kitabisa.com sebagai praktik crowdfunding dan dampaknya bagi masyarakat. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 1(3), 782–790.
Juliadarma, M. (2023). Implementasi fungsi manajemen dalam pengembangan sumber daya manusia pada kepemimpinan nabi muhammad saw. Jurnal Manajemen Pendidikan, 08(3), 130–142.
Khairunnisa, & Ahmadi. (2024). Karakteristik dan Nilai-Nilai Kepemimpinan Rasulullah SAW dalam Persektif Islam. JIMU: Jurnal Ilmiah Multi Disiplin, 03(02), 3031–9498. Kitabisahttps://share.google/x4R9R6cS3MJ7C1E10
Permatasari, I., Yuvita, H., Muharramah, U., & Yogasnumurti, R. R. (2023). Peran Motivasi Individu Terhadap Perilaku Donasi Pada Platform Kitabisa. Jurnal Aplikasi Manajemen Dan Bisnis, 4(1), 1–10.
Saputri Yuliana, R. (2021). Institut Agama Islam Negeri. Excutive Summary, 23, 57168.
Sayagiri, G. (2021). Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Keberhasilan Crowdfunding Melalui Kitabisa.Com. Jurnal Komunikasi, 14, 1–18.
Thawalib, D. P. (2023). Dan Penelitian Thawalib. 2(2), 111–124.
Fahriadi (CSSMoRA Universitas Pendidikan Indonesia)





