Jakarta, 31 Juli 2025 – Dalam semangat membumikan nilai kebangsaan dan memperkuat peran santri di dunia akademik, CSSMoRA Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar audiensi strategis dengan sejumlah instansi kunci Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Rabu, 31 Juli 2025. Pertemuan ini tak sekadar ajang silaturahmi, melainkan menjadi momen penting bagi CSSMoRA UNJ untuk menyuarakan peran santri kampus dalam membangun ruang-ruang dialog kebangsaan yang inklusif dan moderat di tengah kompleksitas dunia pendidikan tinggi.
Audiensi ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dari berbagai instansi, antara lain:
• Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta
• Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta
• Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental) Setda Provinsi DKI Jakarta
• Plt. Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Bakesbangpol Provinsi DKI Jakarta

Ketua CSSMoRA UNJ, Iwan, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa CSSMoRA merupakan rumah besar bagi santri-santri penerima Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dari Kementerian Agama RI. Ia menekankan bahwa keberadaan santri di kampus bukan hanya sebagai pelengkap, melainkan aktor penting dalam menghadirkan wajah Islam yang ramah, cinta tanah air, dan berpikir maju.
“Santri bukan hanya penjaga moral, tetapi juga penjaga nalar. Di tengah tantangan kampus yang semakin kompleks, santri kampus harus tampil sebagai penyejuk, penengah, dan pembela nilai-nilai Pancasila,” tegas Iwan dalam forum audiensi.
Audiensi ini memuat empat tujuan utama:
1. Silaturahmi kelembagaan & perkenalan CSSMoRA UNJ
2. Meminta arahan strategis terkait optimalisasi peran santri di lingkungan kampus
3. Menjajaki peluang sinergi program dengan Kesbangpol dan instansi lainnya
4. Mendorong pelibatan aktif CSSMoRA UNJ dalam agenda pemerintah terkait pemuda, kebangsaan, dan moderasi beragama
Para pimpinan instansi menyambut hangat inisiatif CSSMoRA dan mengapresiasi komitmen santri kampus dalam menjaga semangat kebangsaan. Plt. Kabid Kesbangpol menyampaikan pentingnya pelibatan komunitas strategis seperti CSSMoRA dalam pencegahan masuknya paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Sementara itu, Kepala Biro Dikmental mendorong CSSMoRA untuk terus merawat budaya literasi kebangsaan melalui forum-forum dialog dan kajian yang solutif. Dukungan juga datang dari Kanwil Kemenag dan Dinas Pendidikan, yang melihat CSSMoRA sebagai mitra strategis dalam pembangunan karakter mahasiswa yang unggul dan moderat.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah mendorong CSSMoRA UNJ untuk segera mengirimkan data kepengurusan dan legalitas organisasi agar dapat terdaftar dalam sistem database resmi. Dengan begitu, CSSMoRA bisa secara formal dilibatkan dalam berbagai kegiatan lintas sektor yang relevan.

CSSMoRA UNJ berharap audiensi ini menjadi awal dari kolaborasi konkret antara santri kampus dan instansi pemerintahan, serta membuka ruang peran yang lebih luas bagi santri dalam membangun peradaban bangsa melalui pendidikan tinggi.
CSSMoRA Universitas Negeri Jakarta






