Sumber: Kumparan
cssmoraorg-Ketua Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) CSSMoRA Nasional, Ardian Hafizh Nur Faqih, menegaskan tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa di perairan Selayar menjadi peringatan keras akan pentingnya keselamatan dalam transportasi laut. Banyaknya korban jiwa serta adanya penumpang yang belum ditemukan menunjukkan bahwa aspek keselamatan belum menjadi prioritas utama dalam praktik di lapangan. Dugaan kelebihan muatan (overload) serta manipulasi data manifes merupakan bentuk kelalaian serius yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga nilai kemanusiaan.
Dalam ajaran Islam, menjaga keselamatan jiwa merupakan salah satu tujuan utama (maqashid syariah). Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan…” (QS. Al-Baqarah: 195) Imam Al-Ghazali dalam Al-Mustashfa juga menegaskan bahwa menjaga jiwa (hifz an-nafs) adalah salah satu prinsip pokok dalam syariat yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, segala bentuk kelalaian yang berpotensi membahayakan nyawa manusia harus dihindari dan dicegah secara sistematis.
Kisah para korban yang bertahan hidup di tengah laut selama berhari-hari menunjukkan kuatnya ikhtiar manusia dalam mempertahankan hidup, namun di sisi lain menjadi refleksi bahwa sistem keselamatan yang baik seharusnya mampu mencegah situasi darurat seperti ini terjadi sejak awal.
Latar belakang
Kapal berangkat pada Rabu (15/7) pagi sekitar pukul 05.00 WITA. Di tengah perjalanan, kapal mengalami mati mesin. Pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jampea menerima laporan mati mesin pukul 11.25 WITA. Upaya evakuasi sempat terkendala kondisi ombak laut yang sangat tinggi dan cuaca buruk pada saat itu menyulitkan pihak pemerintah desa di Polassi untuk mendekati posisi kapal.
Data jumlah korban terus mengalami perubahan seiring proses pendataan dan verifikasi. Berdasarkan data terakhir dari Basarnas, total orang yang berada di atas kapal mencapai 78 orang, terdiri dari 70 penumpang dan 8 anak buah kapal (ABK). Dari jumlah tersebut, hingga hari ketujuh operasi pencarian (21 Juli), tercatat 59 orang ditemukan selamat, 3 orang ditemukan meninggal dunia, dan 16 orang masih dalam pencarian.
Sumber: Berbagai Sumber
Penulis: Tim Literasi CSSMoRA Nasional
Editor: Thariq Afdhala


