#PBSB

Islam dan Kesejahteraan Rakyat

Dalam fiqh dikemukakan keharusan seorang pemimpin agar mementingkan kesejahteraan rakyat yang dipimpin, sebagai tugas yang harus dilaksanakan: “Kebijaksanaan dan tindakan imam (pemimpin) harus terkait langsung dengan kesejahteraan rakyat yang dipimpin (tassharruf al-imam ala  ra’iyatihi manutun bilmaslahah).   Tujuan berkuasa bukanlah kekuasaan itu sendiri, melainkan sesuatu yang dirumuskan dengan kata kemaslahatan (al-maslahah). Prinsip kemaslahatan itu sendiri seringkali diterjemahkan dengan kata Kesejahteraan rakyat (bersama, yang dalam ungkapan ekonom Dosen Harfard dan Mantan

Desak Sesukamu, Menggugah Respon Tuhan Melalui Do'a

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ“And when My servants ask you (Muhammad) about Me, then indeed I am near. I grant the wishes of those who pray when they pray to Me. Let them fulfill My (commandments) and believe in Me, so that they may attain the truth {Al-Baqoroh; 186}” Do’a adalah ibadah sekaligus washilah antara Tuhan dan

Perkembangan Filsafat Hukum dari Masa Purba hingga Sekarang

MASA YUNANI a. Masa Pra-Socrates (± 500 S.M) Awalnya, sebelum Socrates para filsuf belum sepenuhnya memperhatikan filsafat hukum. Mereka lebih fokus pada penelitian tentang alam semesta, dengan pandangan bahwa segala sesuatu berasal dari unsur-unsur seperti air, udara, atau api. Pitagoras merupakan salah satu yang pertama kali menyinggung tentang manusia sebagai objek filsafat, dengan konsep katarsis jiwa. b. Masa Socrates, Plato, dan Aristoteles Socrates menjadi tokoh penting dalam memulai pemikiran tentang

Profesor di Semarang dan Kisah Mahasiswa yang Kelaparan: Mengapa Ilmu Perlu Dihargai

Di Semarang, ada seorang profesor yang sedang mencari seorang mahasiswanya yang pintar namun sering tidak masuk kuliah. Sang profesor khawatir mahasiswanya itu sakit, tetapi ternyata ada alasan lain yang menghalangi kehadirannya. Profesor ini memutuskan untuk mengunjungi kos-kosan mahasiswanya untuk mengetahui keadaan sebenarnya. Sesampainya di sana, profesor menemukan bahwa kos-kosan mahasiswanya sangat kecil dan sempit, menunjukkan kondisi ekonomi yang sangat miskin. Mahasiswa tersebut menyambut profesornya dengan suguhan segelas teh. Profesor kemudian

Menjaga Ukhuwah: Pesan Kebijaksanaan dalam Dialog Syaikh al-Buthi dan Syaikh al-Bani tentang Ijtihad dan Taqlid

Dalam perbincangan yang menarik tentang ijtihad dan taqlid, Syaikh Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi, seorang ulama Ahlussunnah Wal-Jama’ah dari Suriah, berhadapan dengan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, seorang tokoh Wahhabi dari Yordania. Syaikh al-Buthi memulai dengan bertanya, “Bagaimana cara Anda memahami hukum-hukum Allah? Apakah Anda mengambilnya langsung dari Al-Qur’an dan Sunnah, atau melalui hasil ijtihad para imam mujtahid?” Al-Albani menjawab, “Aku membandingkan pendapat semua imam mujtahid serta dalil-dalil mereka, lalu aku ambil

Tinjauan Terhadap Perempuan Hari Ini

“Bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajiban, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya menjadi ibu, pendidikan manusia yang pertama.” (R.A. Kartini, 1902). Sejarah perempuan di berbagai belahan dunia menyimpan kisah memilukan di balik keanggunan mereka. Hal ini melahirkan cerita tersendiri dalam panggung peradaban dunia,

Harapan dan Doa: Mengatasi Rintangan Kenaikan UKT demi Masa Depan Pendidikan Indonesia

Di negeri yang kaya akan mimpi dan aspirasi, kisah semangat anak bangsa untuk mengejar pendidikan tinggi menjadi cerita yang tak pernah usang. Namun, di balik gairah yang membara, tersembunyi kenyataan pahit yang tak bisa diabaikan: meroketnya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang menjadi beban berat bagi banyak keluarga di Indonesia. Bagaimana mungkin, di tengah upaya mengejar pemerataan akses pendidikan, masih ada anak negeri yang harus mengubur mimpi akademis mereka karena

Pulang untuk pergi

Bukankah definisi pulang itu untuk selamanya?Lantas kenapa disebut pulang jika akan pergi kembali? Aku bertanya-tanyaHingga suatu ketika aku merasakannya Iya,,, merasakan pulang untuk pergi,,, lagi,,, Ternyata dibalik itu ada banyak makna yang mungkin tak semuanya bisa terlontar oleh kata dan tertuang menjadi aksara Rasanya begitu berat,Meninggalkan tempat dengan jutaan kenyamanan nyaOrang-orang yang disayang dengan ribuan ceritanya Ulasan senyuman yang dipaksakan sebagai bentuk penenangNyatanya sirna dan tergantikan oleh tangisan kala salam

Al-Muharramat Min An-Nisa (Perempuan Yang Haram Dinikahi)

Dalam Islam pernikahan adalah sesuatu perkara yang wajib di laksanakan oleh penganutnya di mana pernikahan inilah yang mempererat tali silahturahmi pada setiap insan, namun dalam Islam pernikahan mempunyai aturan di mana Laki-laki tidak boleh menikahi wanita-wanita yang sudah di tetapkan oleh hukum Allah SWT. Al-Qur’an sangat ketat dan jelas merinci siapa-siapa yang tidak boleh dinikahi, akan tetapi berdasarkan beberapa ayat Al-Qur’an, orang-orang yang tidak boleh dinikahi setidaknya disebabkan oleh beberapa

Pesantren sebagai Institusi Edukasi Islam Khas Indonesia

PendahuluanDalam konteks historis, pesantren telah menjadi saksi  berbagai sejarah Indonesia. Terhitung dalam catatan sejarah, pesantren adalah dimensi sosial budaya, ekonomi dan politik masyarakat Islam. Pesantren telah menjadi saksi krusial dalam perjalanan penyebaran Islam sejak permulaannya. Pesantren mampu merubah sudut pandang masyarakat terkait urgensi agama dan pendidikan.[1] Sejak saat itu, kesadaran masyarakat tumbuh bahwa pendalaman komprehensif dan pemahaman mendalam terhadap pengetahuan agama menjadi kunci penting dalam memperdalam keberagamaan, dan pesantren menjadi