#mahasantripbsb

Kurban dan Kemanusiaan

Selepas azan Maghrib di ujung senjaTakbir menggema dengan syahdunyaMembawa sendu dalam gertakan kalbuKurban apa di Idul Adha-ku..? Bagaimana jika sembelih saja perilaku kekerasan?Mengorbankan kefanatikan demi kedamaianMengorbankan kesombongan demi keikhlasanMengorbankan kepatriarkian demi kesetaraan “Atas izinNya, Nabi Ismail tak jadi disembelihkan? “Simbolik dari pentingnya menjaga darah,dan jiwa manusia atas dasar kemanusiaanSimbolik dari larangan,akan adanya pertumpahan darahdari, oleh, dan untuk manusia manapun Mari kita jaga kekuatan keimanan  dan kemanusiaanSepanjang nafas masih dapat kita

Menyelami Keberkahan Ilmu: Pelajaran Berharga dari Kitab Ta'lim Muta'alim

Pendidikan merupakan lembaga utama yang memiliki peran penting dalam membangun dan menumbuh kembangkan peradaban. Pendidikan menentukan maju mundurnya suatu peradaban. Bahkan, peradaban dan kebudayaan umat manusia tidak akan pernah muncul tanpa ada lembaga yang mengarahkan manusia kearah tersebut. Karena manusia larir kedunia dalam keadaan tidak memiliki daya dan ilmu yang dapat membuatnya berkembang lebih maju. Sejarah islam memiliki seorang tokoh yang memiliki kepeduliaan tinggi terhadap belajar, syaikh Az-Zarnuji. Dalam kitab

Islam dan Kesejahteraan Rakyat

Dalam fiqh dikemukakan keharusan seorang pemimpin agar mementingkan kesejahteraan rakyat yang dipimpin, sebagai tugas yang harus dilaksanakan: “Kebijaksanaan dan tindakan imam (pemimpin) harus terkait langsung dengan kesejahteraan rakyat yang dipimpin (tassharruf al-imam ala  ra’iyatihi manutun bilmaslahah).   Tujuan berkuasa bukanlah kekuasaan itu sendiri, melainkan sesuatu yang dirumuskan dengan kata kemaslahatan (al-maslahah). Prinsip kemaslahatan itu sendiri seringkali diterjemahkan dengan kata Kesejahteraan rakyat (bersama, yang dalam ungkapan ekonom Dosen Harfard dan Mantan

Pesantren Penuh Kekerasan: Memahami, Mengatasi, dan Memperbaiki

Beberapa tahun terakhir, tindak kekerasan di pesantren menjadi sorotan utama masyarakat. Kasus kekerasan yang baru-baru ini terjadi di dunia pesantren memberikan dampak buruk yang sangat besar, baik bagi pesantren itu sendiri maupun secara umum. Kepercayaan masyarakat terhadap pesantren sebagai tempat yang aman dan baik bagi anak-anak mereka telah terguncang. Banyak orang yang awalnya percaya bahwa pesantren adalah lingkungan yang positif kini merasa ragu dan bahkan membenci pesantren, menganggapnya tidak aman

#AllEyesOnRafah: Menggugah Dunia untuk Tidak Mengabaikan Kemanusiaan di Palestina

Berita mengenai Palestina masih tidak luput dari media sosial manapun, baik itu Instagram, TikTok, X, dan sebagainya. Baru-baru ini muncul hashtag terbaru mengenai Palestina, yakni #AllEyesOnRafah. Apa maksud dari hashtag tersebut? Sebelum melanjutkan tulisan ini, mari kita semua berdo’a menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar apa yang terjadi di Palestina segera lekas membaik dan Palestina segera merdeka, serta laknat bagi Israel dan sekutunya. Kembali ke hashtag #AllEyesOnRafah, Rafah merupakan sebuah

Jawaban dari Pertanyaan Seumur Hidup

Ibuku selalu bertanya padaku, “Bagian manakah dari tubuh yang paling penting?” Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku masih muda, aku pikir sesuatu yang paling penting bagi kita sebagai manusia adalah mata, jadi aku jawab, “Mata, Bu.” Tapi, ternyata itu bukan jawabannya. “Bukan itu, Nak. Banyak orang yang buta. Tapi teruslah memikirkannya dan aku akan menanyakan lagi nanti.” Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab sebelum

Desak Sesukamu, Menggugah Respon Tuhan Melalui Do'a

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ“And when My servants ask you (Muhammad) about Me, then indeed I am near. I grant the wishes of those who pray when they pray to Me. Let them fulfill My (commandments) and believe in Me, so that they may attain the truth {Al-Baqoroh; 186}” Do’a adalah ibadah sekaligus washilah antara Tuhan dan

Perkembangan Filsafat Hukum dari Masa Purba hingga Sekarang

MASA YUNANI a. Masa Pra-Socrates (± 500 S.M) Awalnya, sebelum Socrates para filsuf belum sepenuhnya memperhatikan filsafat hukum. Mereka lebih fokus pada penelitian tentang alam semesta, dengan pandangan bahwa segala sesuatu berasal dari unsur-unsur seperti air, udara, atau api. Pitagoras merupakan salah satu yang pertama kali menyinggung tentang manusia sebagai objek filsafat, dengan konsep katarsis jiwa. b. Masa Socrates, Plato, dan Aristoteles Socrates menjadi tokoh penting dalam memulai pemikiran tentang

Petualangan Jiwa di Pelukan Halaman

Disudut sunyi ruang yang tenangSeorang jiwa tenggelam dalam tulisan terangMembuka lembar demi lembar dengan senyuman,Buku adalah sahabat dalam perjalanan harian. Pagi di mulai dengan desiran kataMenyapa hari dengan penuh maknasetiap huruf menari di depan mataMembawa dunia baru dalam setiap raga. Di antara baris, dia menemukan dunia,Petualangan, cinta, dan sejarah tua,Di setiap halaman, dia memberi mimpi,Menyusuri alur dengan hati yang penuh kasih. Siang menjelang, waktu tetap berlalu, Namun buku di tangannya tak

Profesor di Semarang dan Kisah Mahasiswa yang Kelaparan: Mengapa Ilmu Perlu Dihargai

Di Semarang, ada seorang profesor yang sedang mencari seorang mahasiswanya yang pintar namun sering tidak masuk kuliah. Sang profesor khawatir mahasiswanya itu sakit, tetapi ternyata ada alasan lain yang menghalangi kehadirannya. Profesor ini memutuskan untuk mengunjungi kos-kosan mahasiswanya untuk mengetahui keadaan sebenarnya. Sesampainya di sana, profesor menemukan bahwa kos-kosan mahasiswanya sangat kecil dan sempit, menunjukkan kondisi ekonomi yang sangat miskin. Mahasiswa tersebut menyambut profesornya dengan suguhan segelas teh. Profesor kemudian