#KTPTCSSMoRAUNUSIA

Pesantren sebagai Institusi Edukasi Islam Khas Indonesia

PendahuluanDalam konteks historis, pesantren telah menjadi saksi  berbagai sejarah Indonesia. Terhitung dalam catatan sejarah, pesantren adalah dimensi sosial budaya, ekonomi dan politik masyarakat Islam. Pesantren telah menjadi saksi krusial dalam perjalanan penyebaran Islam sejak permulaannya. Pesantren mampu merubah sudut pandang masyarakat terkait urgensi agama dan pendidikan.[1] Sejak saat itu, kesadaran masyarakat tumbuh bahwa pendalaman komprehensif dan pemahaman mendalam terhadap pengetahuan agama menjadi kunci penting dalam memperdalam keberagamaan, dan pesantren menjadi

AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH DI ERA GLOBALISASI

Pendahuluan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, atau Sunni, merujuk pada mayoritas umat Islam yang mengikuti tradisi dan ajaran yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Disebut “Ahlus Sunnah” karena mereka menekankan pentingnya mengikuti sunnah Nabi Muhammad sebagai bagian esensial dari kehidupan dan agama mereka. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah juga percaya pentingnya menjaga kesatuan dalam umat Islam, mengakui adanya perbedaan pandangan dan pemahaman, namun tetap berusaha untuk bersatu dalam kerangka

Loyalitas Tanpa Batas: CSSMoRA dalam Mencetak Generasi Berkualitas

Dalam sejarah perkembangan bangsa Indonesia, pesantren memainkan peran besar dalam berbagai aspek kehidupan bangsa, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun agama. Dari masa pra-kemerdekaan hingga kini, pesantren terus menghadapi tantangan zaman dan diharapkan mampu menerapkan pendidikan moral, spiritual, dan intelektual bagi generasi muda. Dengan begitu, anak-anak bangsa bisa bersaing di kancah global dan menjadi pionir yang memiliki moralitas tinggi, spiritualitas sejati, dan intelektualitas yang harmonis dalam berbagai aktivitas. Perkembangan pesantren

Memahami Pentingnya Persidangan dalam Organisasi

Pengertian Persidangan Persidangan adalah salah satu elemen penting dalam setiap organisasi yang berfungsi untuk menetapkan tujuan dan arah organisasi serta melakukan evaluasi. Persidangan memiliki kekuatan hukum tertinggi dibandingkan dengan elemen organisasi lainnya. Secara umum, istilah “sidang” berarti berkumpul, bermusyawarah, dan berunding. Secara definitif, sidang adalah forum formal untuk pengambilan keputusan yang akan menjadi kebijakan organisasi, biasanya didahului dengan sebuah konflik. Macam-Macam Persidangan Unsur-Unsur dalam Persidangan Aturan Umum dalam Persidangan Kesimpulan

Adaptasi Budaya Literasi di Era Digital

Pendahuluan Di era revolusi industri 4.0, yang dikenal juga sebagai era revolusi digital, informasi dapat diakses dengan cepat dan instan di mana pun dan kapan pun. Mesin pencari memungkinkan orang menemukan referensi yang mereka butuhkan dengan cepat. Kemajuan teknologi telah mendigitalisasi informasi dan aktivitas interaksi media. Digitalisasi ini memiliki dampak besar pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk pendidikan. Media digital menyediakan materi pembelajaran yang interaktif, menarik, dan kontekstual. Di abad

Benang Merah Intelektualitas : Antara Organisasi Dan Pemimpin Muda

Peran Pemuda dalam Mengguncangkan Dunia: Menghidupkan Visi Bung Karno “Beri saya 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Sebuah kalimat legendaris yang diungkapkan oleh Bung Karno, Bapak Bangsa Indonesia. Ungkapan ini tidak hanya menggambarkan keyakinannya terhadap potensi besar pemuda, tetapi juga menjadi kenyataan yang terus relevan hingga kini. Jika sepuluh pemuda dapat mengguncangkan dunia, bagaimana dengan satu pemuda yang berdedikasi? Jawabannya adalah “iya,” dan hal ini dapat dibuktikan dengan contoh konkret.

Pentingnya Pendidikan Kebangsaan dalam Mempertahankan Identitas Bangsa

Pendahuluan Istilah “identitas nasional” berasal dari dua kata, yakni “identitas” dan “nasional.” Secara harfiah, identitas berarti karakteristik, tanda-tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang atau objek. Sementara itu, “nasional” mengacu pada identitas kolektif yang dibentuk oleh kesamaan-kesamaan baik fisik, seperti budaya, agama, bahasa, maupun non-fisik, seperti keinginan, cita-cita, dan tujuan. Dalam konteks nasional, istilah “identitas nasional” atau identitas bangsa mengacu pada tindakan kolektif yang memiliki karakteristik nasional (Kumar et