#cssmoraunwahas

Jawaban dari Pertanyaan Seumur Hidup

Ibuku selalu bertanya padaku, “Bagian manakah dari tubuh yang paling penting?” Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku masih muda, aku pikir sesuatu yang paling penting bagi kita sebagai manusia adalah mata, jadi aku jawab, “Mata, Bu.” Tapi, ternyata itu bukan jawabannya. “Bukan itu, Nak. Banyak orang yang buta. Tapi teruslah memikirkannya dan aku akan menanyakan lagi nanti.” Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab sebelum

Apakah Hanya Orang Kaya yang Boleh Berpendidikan?

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi setiap manusia yang memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan suatu bangsa. Pendidikan sangat penting bagi sebuah negara, karena dengan pendidikan, seseorang dapat mengembangkan potensinya dan terus tumbuh. Pendidikan adalah investasi berharga yang memastikan negara terus maju dan berkembang. Di Indonesia, pendidikan adalah hak setiap individu, sebagaimana yang tertera dalam UUD 1945 pasal 28 (dari Pasal 28A s.d Pasal 28J). Setidaknya ada 10 hak mendasar

Pulang untuk pergi

Bukankah definisi pulang itu untuk selamanya?Lantas kenapa disebut pulang jika akan pergi kembali? Aku bertanya-tanyaHingga suatu ketika aku merasakannya Iya,,, merasakan pulang untuk pergi,,, lagi,,, Ternyata dibalik itu ada banyak makna yang mungkin tak semuanya bisa terlontar oleh kata dan tertuang menjadi aksara Rasanya begitu berat,Meninggalkan tempat dengan jutaan kenyamanan nyaOrang-orang yang disayang dengan ribuan ceritanya Ulasan senyuman yang dipaksakan sebagai bentuk penenangNyatanya sirna dan tergantikan oleh tangisan kala salam

Ku Sebut Mereka sebagai “Rumah”

Di tengah bisingnya kota SemarangTernyata masih saja ada seorang anak yang tak tahu diriMenembus bisingnya kota besar dengan tangisan yang begitu rintih|Tersedu-sedu tak tahu malu Ada kecemasan dan banyak rasa takut berhinggapanIa terlalu takut menghadapi duniaDunia yang ternyata telah membawanya pada sebuah kenyataanDunia yang memaksanya untuk sadar Takdir bermain begitu jenakaMembawanya pada belahan bumi yang sekarang ia pijak, “ini di mana” katanyaTakut, cemas, dan banyak rasa khawatir menggerus pikirannyaSeorang anak kecil

Kembali

Hingar bingar kehidupan kota yang memuakan|Suara bising yang setiap saat telinga ini dengarSungguh aku muak, Sungguh aku letihSungguh aku ingin berhenti pada titik ini Tuhan, Lihat aku, tolong aku..Aku terjerembap dalam kubangan kesalahanAku kian terperosok semakin dalamAku tidak tahu bagaimana caranya Kembali ke permukaan, aku terlalu dalam Tuhan..Aku terlalu malu hanya untuk sekedar menyebut namamuAku terlalu malu hanya untuk Kembali menengadahkan kedua tangankuAku terlalu jauh, aku terlalu sombong Tuhan..Harus ke

Dari Sudut Bilik Pesantren

Aku mengenang, Bu,Di awal perjalanan, saat kau menuntunku ke sini.Dan setelah itu, hari-hari berlalu dengan tangis tersedu-sedu,Rindu padamu membuncah di mataku. Kini pun, air mata masih mengalir,Meski waktu dan usia telah membentuk garis-garis di wajah ini.Belum juga kutorehkan kebanggaan bagimu,Sebagaimana kau kira dahulu. Dulu, tangis itu tercipta karena kehilangan pelukanmu,Belai halus tanganmu, yang menemani tidur malamku.Kini, tangis itu hadir kembali,Tangan yang dulu halus, kini berubah oleh sengatan matahari.Aku masih merepotkanmu,