#cssmorauinsuka

Talkshow CSSMoRA 2024: Menghadapi Tantangan Manajemen Waktu Antara Akademik dan Organisasi

Pada Minggu, 25 Februari 2024, Departemen PSDM Nasional CSSMoRA menggelar acara Talkshow dengan tema “Melawan Distraksi: Menentukan Skala Prioritas Antara Akademik dan Organisasi”. Acara ini bertujuan memberikan wawasan lebih dalam kepada para pengurus tentang strategi manajemen waktu dan skala prioritas yang tepat antara kegiatan akademik dan organisasi. Melalui platform zoom meeting, Talkshow CSSMoRA 2024 dihadiri oleh sekitar 92 peserta yang terdiri dari Pengurus Nasional dan Pengurus Perguruan Tinggi Mitra CSSMoRA.

Mengukir Masa Depan Indonesia: Eksplorasi CSSMoRA dalam Pendidikan, Kontribusi Sosial, dan Kajian Filsafat Islam

Sebagai anggota Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA), kita bukan hanya penerima beasiswa, melainkan komunitas yang berkomitmen untuk memberikan kontribusi pada kemajuan bangsa. Peran CSSMoRA dalam membentuk masa depan Indonesia tidak hanya terbatas pada penerimaan beasiswa, tetapi juga mencakup eksplorasi kearifan lokal melalui lensa filsafat Islam. Dalam merayakan harlah ke-16 organisasi ini, mari kita telaah bagaimana CSSMoRA menjalin harmoni antara keilmuan agama, kontribusi terhadap negara, dan

CSSMoRA, Sebuah Rumah Santri Beradab

Kata Bung Besar: Revolusi itu membentuk dan membangun. Sebuah catatan tinta basah telah tertoreh sejak mengikuti proses di “rumah” yang istimewa ini. Rumah ini, pada intinya, adalah tempat pembentukan karakteristik santri beradab. Pada tanggal 10 Desember, 89 akademisi perguruan tinggi Islam di Jogja, dengan latar belakang santri, memulai proses peradabannya di rumah ini. Memulai sebuah proses bukanlah hal yang mudah. Sebuah perjalanan panjang dimulai, dipenuhi dengan beribu kelok, menurun, menanjak,

Menguak Fajar Dan Menelisik Senja

Sungguh, rasanya ini tak nyata,Fatamorgana semata yang terbentang luas.Pahit terasa ketika dihayati,Buruk terlihat, tak terelakkan. Ah, biarlah aku terdiam,Semua rasa cukup terpendam.Diam dan pasrah, tanpa banyak kata,Gemetar tanganku, biarkanlah saja. Auman singa hanya membuat hening,Yang tersembunyi tak perlu diungkap.Minoritas terkekang oleh batasan,Mayoritas berkuasa tanpa batas. Menguak fajar hanya sebatas angan,Menelisik senja? Ah, tak perlulah.Aku telah menyerah, tak ingin berharap,Hanya sedikit kesadaran di antara sabar. Sadar hanya sesaat,Sisanya hanya sabar.Melihat kenyataan

Benih - Benih Mimpi

Aku berharap! Mimpi bersanding dengan desiran angin,Berlayar menjelajahi batas lautan.Pijakan demi pijakan melintasi rintangan,Debur ombak memukul berkas angan yang tersebar. Meskipun,Langkah kaki tersandung kesulitan,Jiwa kehilangan bayangan impian,Raga membawa beban kegagalan,Bibir tak mampu melafalkan aksara, sehelai kata pun,Menghilang di ujung perjuangan. Tak berdaya!Ratapan atas kebahagiaan lenyap,Tercoreng oleh kekejaman kehidupan. Namun,Relung hati berkata: Jangan! Jangan sia-siakan harapanmu!Kian kaya daya,Mustahil bila itu hanyalah fatamorgana. Berbagai macam literasi,Alphabet dan digit bergulir,Naskah berkembang bertahap,Pedoman harapan