#cssmora

Menjaga Ukhuwah: Pesan Kebijaksanaan dalam Dialog Syaikh al-Buthi dan Syaikh al-Bani tentang Ijtihad dan Taqlid

Dalam perbincangan yang menarik tentang ijtihad dan taqlid, Syaikh Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi, seorang ulama Ahlussunnah Wal-Jama’ah dari Suriah, berhadapan dengan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, seorang tokoh Wahhabi dari Yordania. Syaikh al-Buthi memulai dengan bertanya, “Bagaimana cara Anda memahami hukum-hukum Allah? Apakah Anda mengambilnya langsung dari Al-Qur’an dan Sunnah, atau melalui hasil ijtihad para imam mujtahid?” Al-Albani menjawab, “Aku membandingkan pendapat semua imam mujtahid serta dalil-dalil mereka, lalu aku ambil

Tinjauan Terhadap Perempuan Hari Ini

“Bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajiban, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya menjadi ibu, pendidikan manusia yang pertama.” (R.A. Kartini, 1902). Sejarah perempuan di berbagai belahan dunia menyimpan kisah memilukan di balik keanggunan mereka. Hal ini melahirkan cerita tersendiri dalam panggung peradaban dunia,

Wawasan Nusantara sebagai Geopolitika Indonesia

Kata “wawasan” mengandung arti pandangan, tinjauan, penglihatan, atau tanggapan inderawi. Istilah “nusantara” digunakan untuk menggambarkan kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau Indonesia yang terletak antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia serta antara benua Asia dan Australia. Untuk membina dan menyelenggarakan kehidupan nasional, bangsa Indonesia merumuskan suatu landasan visional yang membangkitkan kesadaran untuk menjamin persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan. Landasan visional ini dikenal dengan istilah Wawasan Kebangsaan atau Wawasan Nasional, yang

Harapan dan Doa: Mengatasi Rintangan Kenaikan UKT demi Masa Depan Pendidikan Indonesia

Di negeri yang kaya akan mimpi dan aspirasi, kisah semangat anak bangsa untuk mengejar pendidikan tinggi menjadi cerita yang tak pernah usang. Namun, di balik gairah yang membara, tersembunyi kenyataan pahit yang tak bisa diabaikan: meroketnya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang menjadi beban berat bagi banyak keluarga di Indonesia. Bagaimana mungkin, di tengah upaya mengejar pemerataan akses pendidikan, masih ada anak negeri yang harus mengubur mimpi akademis mereka karena

Apakah Hanya Orang Kaya yang Boleh Berpendidikan?

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi setiap manusia yang memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan suatu bangsa. Pendidikan sangat penting bagi sebuah negara, karena dengan pendidikan, seseorang dapat mengembangkan potensinya dan terus tumbuh. Pendidikan adalah investasi berharga yang memastikan negara terus maju dan berkembang. Di Indonesia, pendidikan adalah hak setiap individu, sebagaimana yang tertera dalam UUD 1945 pasal 28 (dari Pasal 28A s.d Pasal 28J). Setidaknya ada 10 hak mendasar

Pulang untuk pergi

Bukankah definisi pulang itu untuk selamanya?Lantas kenapa disebut pulang jika akan pergi kembali? Aku bertanya-tanyaHingga suatu ketika aku merasakannya Iya,,, merasakan pulang untuk pergi,,, lagi,,, Ternyata dibalik itu ada banyak makna yang mungkin tak semuanya bisa terlontar oleh kata dan tertuang menjadi aksara Rasanya begitu berat,Meninggalkan tempat dengan jutaan kenyamanan nyaOrang-orang yang disayang dengan ribuan ceritanya Ulasan senyuman yang dipaksakan sebagai bentuk penenangNyatanya sirna dan tergantikan oleh tangisan kala salam

Al-Muharramat Min An-Nisa (Perempuan Yang Haram Dinikahi)

Dalam Islam pernikahan adalah sesuatu perkara yang wajib di laksanakan oleh penganutnya di mana pernikahan inilah yang mempererat tali silahturahmi pada setiap insan, namun dalam Islam pernikahan mempunyai aturan di mana Laki-laki tidak boleh menikahi wanita-wanita yang sudah di tetapkan oleh hukum Allah SWT. Al-Qur’an sangat ketat dan jelas merinci siapa-siapa yang tidak boleh dinikahi, akan tetapi berdasarkan beberapa ayat Al-Qur’an, orang-orang yang tidak boleh dinikahi setidaknya disebabkan oleh beberapa

Tuntutan Hati Mati

Tak adil kataku, Kau tetap diamIngkar janji kecamku, Kau masih tak bergemingPembohong teriakku, kosongAku mulai ragu kau mengerti bahasa manusiaAku kesal, siluet-Mu saja bahkan tak terlihat sekarang Katanya semua akan dipermudahTapi mengapa aku tetap dapat gundah?Katanya semua pertanyaan mendapat jawabanBuktinya suratku tak pernah dapat balasan?Katanya semua permintaan dikabulkanMenuku bahkan tak berkurangLantas apakah aku harus tetap percaya? katanya jika lelah aku harus pulangAku sudah pulang, tapi tak kurasakan sambutanKau ini bagaimana?Atau

Pesantren sebagai Institusi Edukasi Islam Khas Indonesia

PendahuluanDalam konteks historis, pesantren telah menjadi saksi  berbagai sejarah Indonesia. Terhitung dalam catatan sejarah, pesantren adalah dimensi sosial budaya, ekonomi dan politik masyarakat Islam. Pesantren telah menjadi saksi krusial dalam perjalanan penyebaran Islam sejak permulaannya. Pesantren mampu merubah sudut pandang masyarakat terkait urgensi agama dan pendidikan.[1] Sejak saat itu, kesadaran masyarakat tumbuh bahwa pendalaman komprehensif dan pemahaman mendalam terhadap pengetahuan agama menjadi kunci penting dalam memperdalam keberagamaan, dan pesantren menjadi

Ku Sebut Mereka sebagai “Rumah”

Di tengah bisingnya kota SemarangTernyata masih saja ada seorang anak yang tak tahu diriMenembus bisingnya kota besar dengan tangisan yang begitu rintih|Tersedu-sedu tak tahu malu Ada kecemasan dan banyak rasa takut berhinggapanIa terlalu takut menghadapi duniaDunia yang ternyata telah membawanya pada sebuah kenyataanDunia yang memaksanya untuk sadar Takdir bermain begitu jenakaMembawanya pada belahan bumi yang sekarang ia pijak, “ini di mana” katanyaTakut, cemas, dan banyak rasa khawatir menggerus pikirannyaSeorang anak kecil