SKANDAL SUAP BEM UBK: KETUA BEM FH AKUI TERIMA RP20 JUTA DARI POLISI USAI BERTEMU GIBRAN

Sumber: KOMPAS.COM

Adanya skandal suap tersebut. Ketua Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) CSSMoRA Nasional, Ardian Hafizh Nur Faqih, menyayangkan dan mengecam adanya dugaan praktik suap yang melibatkan oknum dalam organisasi mahasiswa. Peristiwa ini mencederai nilai integritas, kejujuran, serta semangat demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi dalam dunia akademik.

Dalam ajaran Islam, praktik suap (risywah) merupakan perbuatan yang diharamkan. Rasulullah SAW bersabda: “Rasulullah melaknat pemberi suap dan penerima suap.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Selain itu, Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan jalan yang batil…” (QS. Al-Baqarah: 188).

CSSMoRA mendorong adanya investigasi yang transparan dan akuntabel untuk mengungkap kebenaran secara menyeluruh. Penegakan etika dan aturan organisasi harus ditegakkan demi menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga mahasiswa. Peristiwa ini hendaknya menjadi refleksi bersama bahwa kepemimpinan harus dibangun di atas nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab moral.

Latar Belakang

Skandal ini mencuat ketika 15 perwakilan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) bertemu dengan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden Senin (15/6), usai mereka menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Tata Ulang Indonesia” di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Kemudian kecurigaan muncul di kalangan mahasiswa UBK, sebab perilaku gelapan sejumlah perwakilan BEM saat diwawancarai media usai pertemuan dengan Gibran.

Akhirnya pada Senin (22/6) malam, digelar forum klarifikasi yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa, pengurus BEM, serta perwakilan dosen dan rektorat UBK. Dalam forum yang berlangsung alot tersebut, Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdimaludin membuat pengakuan mengejutkan. Ia mengaku telah menerima uang sebesar Rp. 20 juta dari seorang oknum kepolisian berinisial Aan. Uang tersebut menurut pengakuannya, diberikan agar para mahasiswa membatalkan aksi demonstrasi di depan Istana Negara dan memindahkannya ke Gedung DPR RI.

Sumber: Berbagai Sumber

Penulis: Tim Literasi CSSMoRA Nasional

Editor: Thariq Afdhala

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *