Sejarah CSSMoRA

Skuy Bagikan
CSSMoRA Nasional

CSSMoRA

Kepanjangan dari CSSMoRA adalah Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs.

Makna lambang dan atribut CSSMoRA:

Arti logo:

Logo tersebut gabungan dari logo graph dan logo text yang kemudian dibentuk menjadi sebuah grandname atau logo yang terucapkan. Terdapat 3 unsur yang ada dalam logo ini yaitu unsur santri, prestasi, dan Kementerian Agama.

Unsur santri digambarkan dalam bentuk peci yang notabene identik dengan santri, dipasangkan dalam huruf ‘S’ pertama, yang merupakan singkatan untuk kata santri itu sendiri serta ditambahkan rambut jambul untuk mengingatkan bahwasanya kita berasal dari santri yang dianggap “ndheso”, dan kalau pakai peci agak merosot ke belakang.

Unsur prestasi digambarkan dengan topi toga yang dipasangkan pada huruf ‘S’ kedua. Singkatan untuk scholars yang berarti prestasi itu sendiri. Unsur Kementerian Agama digambarkan dari warna dominan hijau dan kuning yang merupakan warna dominan dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

SEJARAH CSSMoRA

Pada temu nasional mahasiswa PBSB di Lembang Bandung, dibentuklah organisasi yang mewadahi seluruh mahasiswa PBSB nasional, yaitu dengan nama CSS (Community of Santri Scholars) pada tanggal 12 Desember 2007, yang mana diketuai pertama kali oleh Angga Sugih Pradina (IAIN Sunan Ampel Surabaya). CSS ini berkedudukan di nasional dan regional.

Kemudian pada Musyawarah Nasional I CSS yang terlaksana pada 12-14 Juli 2008 di Hotel Galuh Tirtonirmolo Prambanan Klaten, Jawa Tengah, atas beberapa pertimbangan, diantaranya permintaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mencantumkan Kementerian Agama pada nama organisasi ini dalam satu bahasa. Sehingga nama yang sebelumnya CSS, diubah menjadi CSSMoRA (Ditetapkan pada tanggal 13 Juli 2008).

Dalam rangka mengefektifkan kinerja dan jalur koordinasi organisasi, struktur organisasi yang dulunya terdiri dari Nasional, Regional, dan Perguruan Tinggi, sekarang hanya terdiri dari Nasional dan Perguruan Tinggi. Oleh sebab itu, kepengurusan dalam regional secara resmi ditiadakan.

Setiap organisasi yang sudah berdiri di tiap-tiap kampus (misalnya: Avicena, Imadega, Hadits, Kassande Unair, dll) secara resmi diganti namanya menjadi CSSMoRA dan diikuti nama perguruan tinggi yang bersangkutan, terbentuklah, CSSMoRA IPB, CSSMoRA UIN Syarif Hidayatullah, CSSMoRA UPI, CSSMoRA ITB, CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati, CSSMoRA UI, CSSMoRA Universitas Surya, CSSMoRA STAINU Jakarta, CSSMoRA UGM, CSSMoRA IAIN Walisongo, CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga, CSSMoRA UA, CSSMoRA ITS, CSSMoRA UINSA, CSSMoRA UIN Malang, dan CSSMoRA UNRAM. Semua CSSMoRA perguruan tinggi dikoordinasi oleh CSSMoRA Nasional.

CSSMoRA Nasional sudah mengalami Sembilan kali pergantian ketua. Berikut nama-nama ketua CSSMoRA Nasional:

  1. Angga Sugih Pradina (IAIN Sunan Ampel Surabaya) Periode 2007-2009.
  2. Gunaryo (Institut Pertanian Bogor) Periode 2009-2011.
  3. Arif Kurniawan (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) Periode 2011-2013.
  4. Imam Sahal Ramdhani (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Periode 2013-2014.
  5. Ahmad Maulana (Universitas Airlangga) Periode 2014-2015.
  6. Ivanullah Anggriawan W. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) Periode 2015-2016.
  7. Muhammad Zidni Nafi’ (UIN Sunan Gunung Djati Bandung) Periode 2016-2017.
  8. Annas Rolli Muchlisin (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Periode 2017-2018.
  9. Zeed Hamdy Rukman (Universitas Pendidikan Indonesia) Periode 2018-2019

Saat ini CSSMoRA Nasional dipimpin oleh Muhammad Irkham Maulana (UIN Walisongo Semarang). Dengan empat departemen dan satu Badan Semi Otonom di kepengurusan CSSMoRA Nasional. Keempat departemen tersebut adalah Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo), dan Departemen Pengembangan Sumber Daya Eknomi (PSDE). Sedangkan Badan Semi Otonom CSSMoRA Nasional bernama BSO SANTRI.

Berikut Foto dan Gambar Ketua CSSMoRA dari tahun ke tahun