RENCANA HIBAH MOTOR LISTRIK SPPG KE GURU HONORER: SOLUSI TEPAT SASARAN ATAU LANGKAH KONTROVERSIAL

Sumber: TRIBUNKALTIM.CO

Adanya rencana hibah tersebut. Ketua Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) CSSMoRA Nasional, Ardian Hafizh Nur Faqih, menyatakan bahwa CSSMoRA memandang rencana hibah motor listrik kepada guru honorer sebagai langkah yang perlu dikaji secara bijak dan transparan, agar benar-benar memberikan manfaat yang tepat sasaran serta tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

Dalam Islam, setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan publik harus berlandaskan keadilan dan kemaslahatan. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…” (QS. An-Nisa: 58). Selain itu, prinsip keadilan juga ditegaskan dalam firman-Nya: “Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa…” (QS. Al-Ma’idah: 8).

CSSMoRA mendorong agar program ini dirancang dengan perencanaan yang matang, distribusi yang adil, serta pengawasan yang jelas. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar kebijakan ini benar-benar memberikan manfaat bagi guru honorer sebagai pihak yang membutuhkan. Kami berharap setiap kebijakan publik dapat mengedepankan prinsip kemaslahatan dan keadilan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan tanpa menimbulkan ketimpangan.

Latar Belakang

Pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana, harga motor listrik dibeli dengan harga Rp. 42 juta per unit dan dipesan sebanyak 25.644 unit motor pada tahun 2025. Adanya pembelian motor listrik tersebut disiapkan untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, setelah adanya dugaan korupsi tata kelola program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah ditangani Kejaksaan Agung. Badan Gizi Nasional (BGN) berencanakan menghibahkan sekitar 17.600 unit sepeda motor listrik kepada guru-guru honorer di berbagai daerah.

Rencana hibah ini mengemuka setelah ribuan motor listrik tersebut menganggur di gudang dan telah disegel oleh Kejaksaan Agung pada 17 Juni 2026 untuk kepentingan pendataan dan pengamanan aset selama proses penyidikan dugaan korupsi MBG. Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyatakan seluruh aset yang telah dibelanjakan menggunakan uang negara harus tetap dimanfaatkan secara optimal.

Sumber: Berbagai Sumber

Penulis: Tim Literasi CSSMoRA Nasional

Editor: Thariq Afdhala

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *