RINDU

  Oleh: Aziz Husain Ahmad   Rindu.. Aku resah kita berjauhan   Duhai kasihku.. Tahukah engkau ? Hatiku yang  hijau segar ini Mulai layu kelabu Karena kau tak sesering dulu Menyiraminya dengan cinta dan kasih sayangmu   Hatiku yang merindu Layu kelabu tak sesegar dahulu Akar cintaku mulai rapuh jua Mudah tercabut karena rindu   Rindu… Aku semakin resah kita berjauhan..   Kumohon dalam lemahku Tubuhku habis termakan rindu Menyisahkan lubang yang begitu menyakitkan Rindu namanya   Rindu.. Hatiku semakin layu Akar cintaku semakin rapuh Datanglah kasihku Kumohon padamu SiramilahRead More

Bunda, Izinkan Aku Mati

Pukulan tepat di pipi kirinya mungkin sudah yang ketiga kalinya. Tamparan itu membuat pipinya memar untuk kesekian kalinya hari ini, kemarin, bahkan bisa jadi esok. Kirana namanya. Si mungil cantik dengan pipi yang melesung ketika ia tersenyum. Si mungil cantik yang setiap hari menerima tamparan di pipi kiri dan kanan dari seseorang yang sangat ia sayangi, ia memanggilnya bunda. Ketika bangun tidur, sebuah tamparan mendarat. Sebelum sarapan, sebuah tamparan berlabuh. Sepulang sekolah, sebuah tamparan menempel di pipinya. Bahkan ketika bekas tamparan tadi pagi belum hilang, tamparan lain sudah menyusul. BahkanRead More

Pesantren Intelektual dan Paradigma

Tradisionalitas selalu diakaitkan dengan lokalitas, pesantren sebagai bentuk pendidikan tradisional selau dikaitkan sebagai lokalitas atau sarana pendidikan islam lokal yang mumpuni, namun disamping itu  bukan berarti pesantren tak memiliki jati diri yang valid. Pada dasarnya kemerdekaan Indonesia tidak bisa di pisahkan dari legalitas pesantren, Santri biasa disebut pada orang-orang yang menempuh pendidikan di pesantren memiliki peran yang besar pada perjuangan bangsa Indonesia, contoh nya saja kiai Hasyim yang pada saat itu sekutu datang kembali menyerang Indonesia dan seketika ir.soekarno meminta solusi kepada kiai  Hasyim tersebut. Dan pada saat itu beliauRead More

Muhasabah di Era Kompetitif dan Blunderisme Kultural

          Oleh : M. Naufal Waliyuddin* “Hāsibŭ anfusakum qabla an tuĥāsabŭ”, seingat saya demikian ucap sayyidina Umar bin Khattab kepada umat Islam waktu itu. Hisab-lah dirimu masing-masing sebelum engkau di-hisab. Menunjukkan betapa pentingnya muhasabah. Introspeksi diri. Terbukti begitu urgennya lantaran efek dari introspeksi diri yang sebetulnya penuh dengan hikmah-hikmah kehidupan. Sebagaimana kaum sufi meneladankan dalam bentuk perilaku keseharian. Jujur, saya yakin semua sufi pun melakukannya, ber-muhasabah selalu, tanpa terkecuali. Ringkasnya, muhasabah adalah bertanya kepada diri sendiri. Dengan ungkapan lain, tindakan seseorang melihat kembali amalnya setiap hariRead More

KEBERAKSARAAN DALAM AL-QUR’AN

Keberaksaraan (Baca: Literasi) yang selama ini dianggap sebagai solusi untuk mengentaskan kebodohan serta memajukan peradaban suatu kaum, masih menjadi perbincangan yang menarik untuk dibahas, khusunya di zaman milenial ini. Literasi dalam bahasa Indonesia berarti “keberaksaraan”, sedangkan menurut Jean E. Spencer dalam bukunya yang berjudul literacy berarti kemampuan untuk membaca dan menulis yang merupakan pintu gerbang bagi seseorang untuk mencapai predikat sebagai (manusia; komunitas; bangsa) yang terpelajar. Selanjutnya, hal ini akan berimplikasi munculnya peradaban dan ilmu pengetahuan. Dalam memperbincangkan literasi, tidak serta-merta lepas dari al-Qur’an yang bagi umat Islam adalah petunjukRead More