Jakarta (Kemenag) — Ahmad Fahrur Rozi tak dapat menyembunyikan kegembiraannya saat bertemu dengan Menteri Agama Fachrul Razi di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. “Alhamdulillah Pak Menteri, kami amat bergembira bisa diterima Bapak Menteri hari ini,” ungkap Fahrur Rozi, Selasa (01/12).

“Kami tidak menyangka sebagai santri memperoleh kesempatan yang berharga ini. Dan kebetulan nama saya hampir sama dengan nama Bapak,”imbuhnya disambut gelak Menag Fachrul Razi.

Ahmad Fahrur Rozi merupakan salah satu dari ribuan santri penerima  Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama. Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini merupakan santri dari Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep.

“Program PBSB ini sangat membantu kami para santri untuk memperoleh kesempatan memiliki pendidikan tinggi yang berkualitas. Semoga ke depan semakin banyak santri yang beruntung seperti kami melalui PBSB,” harap Ketua Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMORA) ini.

Kepada Menag, Fahrur menyampaikan bahwa CSSMORA ini merupakan organisasi bagi para mahasantri penerima PBSB yang terbentuk sejak tahun 2007. “Banyak aksi sosial yang telah kami lakukan melalui organisasi ini. Salah satunya membangun karakter santri moderat serta berwawasan Islam dan Iptek,” tutur Fahrur.

Ia pun mengungkapkan beberapa program CSSMORA. “Paling baru kami memiliki program 20ribu Santri Berbagi. Ini merupakan salah satu program kami untuk membantu masyarakat di tengah pandemi covid-19 yang datang mengejutkan ini,” tutur Fahrur.

“Melalui program ini, kami mengajak teman-teman PBSB untuk menyisihkan 20 ribu rupiah dari living cost yang mereka miliki untuk berbagi dengan masyarakat yang kurang beruntung,” ungkap Fahrur.

Fahrur datang menemui Menag bersama dengan empat orang pengurus lainnya. Mereka adalah  Abid Khofif Amri Shidqi mahasiswa Teknologi Pendidikan UPI Bandung, Abdulloh Azzahid mahasiwa Tasawuf Psikoterapi UIN Sunan Gunung Djati, Delvi Ramadayani mahasiswi Kedokteran Hewan UGM, dan Satria mahasiswa Tasawuf Psikoterapi UIN Sunan Gunung Djati.

Pengurus CSSMORA dalam kesempatan tersebut menyampaikan undangan kepada Menag untuk dapat menghadiri peringatan Hari Lahir CSSMORA yang akan digelar secara virtual pada 12 Desember 2020. “Kami berharap Pa Menteri dapat hadir menyapa mahasantri serta alumni penerima PBSB ini,” imbuh Fahrur.

Menag menyambut baik undangan CSSMORA tersebut. “InsyaAllah Saya akan siapkan waktunya. Saya kebetulan pada tanggal itu sedang ada kunjungan kerja di Aceh, tapi gak masalah, karena lewat sambungan zoom,bisa tetap hadir,” kata Menag.

Dalam kesempatan tersebut, Menag yang didampingi Dirjen Pendidikan Islam M. Ali Ramdhani juga menyampaikan pesan agar para mahasantri memanfaatkan PBSB sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas diri untuk selanjutnya mengabdi kepada masyarakat.

“Belajar yang baik ya. Selesaikan pendidikan dengan baik, kemudian segera turun ke masyarakat. Manfaatkan ilmu untuk kepentingan umat dan masyarakat luas,” pesan Menag.

“Bawa dan tebarkan islam rahmatan lil ‘alamin kepada masyarakat,” imbuh Menag.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Staf Khusus Menag Kevin Haikal, Direktur PD Pontren Waryono, dan Sesmen Thobib Al-Asyhar.

PBSB merupakan program afirmasi unggulan Kemenag bagi Pesantren yang dilaksanakan sejak tahun 2005. PBSB dilaksanakan dalam bentuk pemberian beasiswa bagi santri yang memiliki kemampuan akademik, kematangan probadi, kemampuan penalaran, dan potensi untuk dapat mengikuti program pendidikan tinggi.

Hingga tahun 2020, tercatat penerima Beasiswa PSBB berjumlah 4.915 santri. “Sudah ada 3.980 alumni beasiswa PBSB ini. Kita juga saat ini memiliki 900 calon tenaga kesehatan termasuk dokter yang dibiayai oleh beasiswa PBSB ini,” ungkap Dirjen Pendis Ali Ramdhani.



0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *