Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Alauddin Makassar turut memperingati Hari Santri Nasional dengan mengadakan Webinar Nusantara pada Kamis, 22/10/2020.

Peringatan hari santri tahun ini bertajuk Santri Sehat Indonesia Kuat diangkat dalam Webinar Nusantara dengan tema “Aktualisasi Nilai-nilai Kepesantrenan sebagai Basis Santri dalam Menyongsong Peradaban Bangsa”.

Jumlah partisipan kegiatan ini adalah 135 santri dan alumni dari berbagai pondok pesantren yang ada di Indonesia. Webinar ini menghadirkan narasumber dari salah satu alumni S1 Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dan magister Istanbul Universitesi Turkey, Achmad Yafik Mursyid, M.A.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Subdit Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag dan Wakil Rektor III UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Darussalam, M.Ag.

Agil Kurniawan selaku ketua panitia menyatakan bahwa problematika kehidupan yang berpotensi memecah-belah bangsa terutama pada aspek agama itulah salah satu alasan tema ini diangkat.

“Kami harapkan pengkajian nilai-nilai kepesantrenan ini mampu terinternalisasi di dalam diri santri secara baik sebagai benteng dari gerakan-gerakan radikal dan sebagai basis dalam menyongsong peradaban bangsa,” ujaranya.

Pada sambutan pertama, Ketua CSSMoRA UIN Alauddin Makassar, Andi Ratu Boelqiah Assaad mengulas kembali terkait peristiwa Resolusi Jihad.

“Kenapa sih harus ada hari santri nasional? Karena kemerdekaan Indonesia di tahun 1945 tidak terlepas dari semangat jihad para santri dalam melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan,” ujarnya.

Dalam sambutan Kasubdit PD Pontren Kemenag RI, beliau mengajak para santri agar meningkatkan kualitas diri baik dalam akademik maupun non akademik.

“Jangan biarkan waktu kuliah 4 tahun itu berjalan begitu saja, gabunglah dalam organisasi dan pelajari tentang kepemimpinan. Saya juga selalu berpesan, penerima PBSB ini harus doktor sebelum usia 30 tahun,” tegasnya.

Kemudian pada sambutan terakhir, Warek III UIN Alauddin Makassar menegaskan bahwa santri selain memiliki intelektualitas yang bagus juga harus diimbangi dengan spritualitas yang bagus.

“Para santri haruslah memiliki akhlak yang baik, saya tidak ingin mendengar ada anggota CSSMoRA terutama di UIN Alauddin Makassar yang melakukan tindakan-tindakan melenceng dari kode etik mahasiswa,” ujarnya

Setelah acara pembukaan selesai, dilanjutkan sesi webinar yang dimoderatori oleh Dzakiyah H. Souwakil. Kegiatan berjalan dengan lancar dan interaktif. Peserta terlihat sangat antusias, terlebih di akhir kegiatan ada door prize dari panitia bagi peserta penanya, peserta teraktif, dan pemenang kuis.

Penulis: Faisal S. Sangaji

Editor: Ayu Purnama Sari

 

Berita ini juga dimuat di Website CSSMoRA UIN Alauddin Makassar


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *