Dia yang pernah membersamaiku
Tak aku duga ternyata engkau pun bisa berpaling
Atas perintah siapa engkau berani berlaku seperti itu?
Tuhanmu? Atau semata hawa nafsumu?
Kepada siapa kali ini engkau menyatu ? orang miskin kah dia, orang kayakah dia, pemulungkah, atau pejabatkah ?
Coba kau jawab dengan jujur, aku hanya butuh pengakuan
Aaah sudahlah, akupun tidak akan peduli lagi

Sejenak memikirkanmu membuat kepalaku berpikir keras
Takdir macam apa yang tengah menimpa
Sampai sumpah serapahpun berhamburan keluar dari mulutku
Apakah engkau tahu, hidupku sejauh ini tidak berjalan semulus yang engkau kira
Kemudian engkau datang untuk memenuhi hasrat air mataku agar dia benar-benar jatuh ke pipi karena sudah tidak tertahan
Akupun menangis sejadi-jadinya bak orang tidak waras, kasihan sekali dirimu

Tiba-tiba aku kembali sadar bahwa jiwaku telah dirasuki setan penggoda
Hingga aku mengikuti segala muslihatnya
Sekarang aku mengerti
Dirimu hanyalah bayangan dunia yang tidak perlu untuk digenggam
Engkau tidak kekal, engkau tidak abadi
Yang akan selalu ada hanyalah penciptamu, yakni Tuhanmu

Terimakasih telah memberikan aku sebuah kehilangan
Yang meski pada awalnya aku menyump ah tapi sekarang aku pasrah
Takdirmu lebih mengetahui hidupku daripada diriku sendiri
Terimakasih kehilangan ini telah memunculkan ikhlasku. Hikmah kehidupanku

Siti Aisyah, Anggota CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung Angkatan 2016


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *