Mengenal CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Mengenal CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Skuy Bagikan

Zaman semakin berkembang, tidak hanya teknologi yang selalu maju dan berinovasi. Begitu pun santri, dewasa ini santri sudah mengalami mobilitas dan inovasi yang tidak hanya sebatas pada kajian keilmuan saja, namun sudah bergerak maju khususnya dalam bidang keorganisasian yang berskala nasional. Salah satunya adalah himpunan santri-santri yang mengikuti Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) di bawah naungan Kementerian Agama RI yang dihimpun dalam Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMORA).

Pada dasarnya CSSMORA berfungsi sebagai kepanjangan tangan dari Kementerian Agama. Layaknya organisasi lainnya, CSSMORA juga mempunyai struktur kepengurusan beserta program kerja dan bernaung dalam Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang disitu terdapat program PBSB Kemenag RI. Ada juga CSSMORA disetiap perguruan tinggi yang terhimpun dalam CSSMORA Nasional. Sementara itu, program kerja dari CSSMORA PTN sangat bervariasi. Baik program untuk internal anggota maupun program eksternal, seperti kegiatan tradisi-tradisi kepesantrenan, penggalian serta peningkatan minat dan bakat anggota, bakti sosial, pemberdayaan pesantren, kompetisi akademik berskala lokal bahkan hingga nasional.

Sebagai organisasi eksternal di perguruan tinggi, kiprah CSSMoRA lewat program kerja yang telah dijalankan sudah nampak mempunyai nama baik dibeberapa perguruan tinggi. Hal ini karena program-programnya menyentuh langsung kepada mahasiswa lain, di samping itu juga karena tidak lepas dari kerja sama dengan birokrasi kampus.

Khusus di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, PBSB baru masuk pada tahun 2013. Angkatan pertama yang berjumlah 33 santri, semua masuk di jurusan Tasawuf Psikoterapi Fakultas Ushuluddin. Tidak lama kemudian, pada tanggal 3 November 2013, secara resmi CSSMORA UIN SGD Bandung dilantik—ditetapkan sebagai hari jadi CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Ketua pertama, CSSMORA UIN SGD Bandung periode 2013-2014 diamanahkan kepada Muhammad Zidni Nafi’. Pada masa pertama kepengurusan organisasi CSSMoRA UIN SGD yang di ketuai oleh Zidni Nafi merupakan tahap membangun pondasi awal, yang mana pengurus dan anggotanya baru beranggotakan 33 orang saja. Disinilah tatanan awal dari pembentukan CSSMoRA UIN SGD Bandung. Dimulai dari adanya BPH dan departemen PSDM, P3M, dan KOMINFO. Disini mereka mulai memahami peran masing-masing dalam kepengurusan dan benar-benar belajar dari awal yang pada saat itu ada campur tangan dari CSSMoRA UPI yang sudah berpengalaman dalam mengurus CSSMoRA.

Yang kedua adalah masa kepengurusan yang diketuai oleh Maulani periode 2014-2015. Masih sama seperti masa Zidni, pada kepengurusan periode kedua pun masih pada tahap membangun CSSMoRA UIN SGD. Pada masa ini terdapat penambahan satu departemen, yaitu KWU (Kewirausahaan) yang diinisiasi sebagai divisi pendapatan CSSMoRA UIN Bandung selain dari kas anggota. Dari segi keanggotaan, sudah ada anggota baru dari angkatan 2014 yang pastinya ikut berpartisipasi untuk membangun CSSMoRA, mulai adanya program kerja dari departemen masing-masing dan banyaknya kegiatan-kegiatan seperti HARLAH, Rihlah, olahraga setiap minggunya dan sebagainya telah diselenggarakan.

Yang ketiga adalah masa kepengurusan yang diketuai oleh Abdul Wasik periode 2015-2016. Pada periode ini sudah memasuki tahap mengembangkan dari periode sebelumnya. Dari anggotanya pun sudah mulai banyak. Adanya inovasi-inovasi baru dari setiap departmennya dan pertama kali dibentuknya BSO (Badan Semi Otonom) ORASI yang mana badan ini berfungsi untuk kegiatan jurnalistik, seperti pembuatan koran, majalah dan lain-lain yang berisikan berita, esai, opini, cerpen, puisi.

Yang keempat adalah masa kepengurusan yang diketuai oleh Rinaldi periode 2016-2018. Kepengurusan berikutnya sudah memasuki tahap memajukan, sudah banyak sekali pengalaman-pengalaman dari periode sebelumnya otomatis menjadi pelajaran untuk kepengurusan periode ini dalam mengembangkan program-program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas setiap program kerjanya.

Yang kelima adalah masa kepengurusan yang diketuai oleh Atssania Zahroh periode 2018-2019, perempuan pertama yang memimpin CSSMoRA UIN SGD. Kepengurusan periode ini juga merupakan tahap memajukan CSSMoRA menjadi organisasi yang berkualitas, mulai banyaknya proker-proker baru atau bisa dibilang meng-update kegiatan yang ada pada setiap departemennya.

Yang keenam adalah masa kepengurusan saat ini yang diketuai oleh Idrian Wahid periode 2019-2020. Sama seperti periode sebelumnya, masih pada tahap memajukan. Mengurangi sekiranya proker-proker yang kurang perlu dan menambah beberapa proker baru dari setiap departemen.

Harapan untuk kepengurusan selanjutnya, semoga CSSMoRA UIN SGD Bandung menjadi semakin berkualitas dengan memajukan program kerja yang membangun kreativitas seluruh anggotanya, bukan hanya sekedar proker yang ter-landing-kan.

(Kontributor: Kominfo CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *