PIN-MB, KADO AKHIR TAHUN DAN SEBUAH TANGGUNG JAWAB BESAR

PIN-MB, KADO AKHIR TAHUN DAN SEBUAH TANGGUNG JAWAB BESAR
Skuy Bagikan

Bandung – Pada Jumat (27/12) kemarin, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama RI telah menyelenggarakan sebuah kegiatan yang bernama Pendidikan Instruktur Nasional Moderasi Beragama (PIN-MB) dengan tema “Bersatu untuk Maju”. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini dibuka di Auditorium HM. Rasyidi Kementerian Agama RI. Dengan mengundang DEMA, SEMA, Bidikmisi, Mahasantri PBSB, serta dosen-dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Se-Indonesia, kegiatan ini diadakan sebagai wujud kepedulian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Prof. Rohman Bashori selaku Kasubbid Kemahasiswaan Kementerian Agama RI, dalam sambutannya pada pembukaan menyampaikan beberapa hal yang melatarbelakangi diadakannya kegiatan PIN-MB ini. Rohman Bashori menyampaikan bahwa terdapat 3 problem besar yang sedang dihadapi bangsa ini, yakni: 1) Orang yang mempertanyakan ulang konsensus nasional bangsa Indonesia dan komitmen kebangsaan; 2) Kelompok yang merasa dirinya paling benar serta kelompok yang intoleran; dan 3) Mayoritas manusia yang diam atas kedua kondisi di atas. Pada dasarnya, kegiatan ini diadakan untuk membentuk tim yang terlatih dan nantinya mampu menjadi pelopor kebersatuan atas keragaman yang sudah menjadi sunnatullah di Negara Indonesia ini.

Saat Kegiatan PIN-MB sedang berlangsung

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dr. H. Imam Syafe’i, M. Pd., dalam pembukaan tersebut, beliau menyampaikan bahwa tugas kita adalah untuk mencerdaskan keberagamaan dan meragamkan kecerdasan beragama itu. Yang semestinya kita cari adalah bersatunya, bukan perbedaannya. Indonesia memang terlahir istimewa, keragaman suku, agama, ras, dan keyakinan yang membuatnya menjadi unik. Akan tetapi keistimewaan ini juga seringkali dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk memecah belah persatuan di tengah perbedaan dengan menyulut egoisme individu dan fanatisme individu terhadap satu ras atau keyakinan yang sudah menjadi pegangan. Tidak sedikit dari kaum radikal yang berusaha keras untuk menjadikan Indonesia sebagai satu negara dengan satu keyakinan. Indonesia dengan satu pemerintahan tertentu. Hal ini tentu saja bertentangan dengan cita-cita besar Negara Indonesia yang berdirinya adalah karena persatuan dan kesatuan dalam keberagaman.

Kegiatan PIN-MB yang mengusung tema “Bersatu untuk Maju” ini berlangsung dari tanggal 27 s/d 31 Desember 2019. Dalam kegiatan yang diadakan selama 4 hari ini, peserta dilatih dan diasupi materi-materi kebangsaan, keberagaman, perbedaan, resolusi konflik, perilaku moderasi beragama, dan ditutup dengan studi lapangan ke Gedung Persyarikatan Muhammadiyah serta Gedung PBNU. Dalam pelatihan ini, peserta dari mahasiswa berhasil menghasilkan sebuah produk Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang bernama “Jemari Persatuan”. RTL ini nantinya diharapkan akan menjadi wadah tanggung jawab peserta untuk melaksanakan kewajiban pengembangan pemahaman moderasi beragama di kampus dan provinsi masing-masing.

Indah Al Aziz (CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *