WUJUDKAN RASA TOLERANSI, ANGGOTA CSSMORA IKUTI TORAJA YOUTH CAMP 2018

(26-29/04), Moh. Mizan Asrori dan Nurhadijah yang merupakan anggota CSSMoRA UIN Sunan Ampel Surabaya merasa bangga dapat mengikuti Toraja Youth Camp 2018. Keduanya yang juga Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam tersebut mengaku senang dan berharap dapat menyebarluaskan perdamaian di Nusantara dan mengaplikasikan setiap ilmu yang didapatkan dalam kegiatan ini.

“Ustadz saya selalu bilang, hidup cuma sekali maka hiduplah yang berarti, maka harapan saya semoga teman-teman CSSMoRA ke depannya bisa terus mengembangkan setiap potensi yang dimiliki, karena setiap orang punya kelebihannya masing-masing. Dan saya juga sangat berharap teman-teman CSSMoRA bisa menjadi kader-kader emas yang akan mengharumkan nama Indonesia,” ungkap Dijah yang merupakan alumni Pesantren Al-Madaniyah itu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi, Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara. Terdapat 28 peserta yang berasal dari berbagai kampus di Indonesia, ke-28 peserta ini saling berbagi pengalaman dan langkah yang tepat untuk mencegah bullying, terutama di sekolah. Terdapat berbagai rangkaian kegiatan yang diikuti seperti Konferensi Nasional dengan tema “Prevention of Bullying Behaviour” di Universitas Kristen Indonesia Toraja Utara, deklarasi toleransi oleh seluruh peserta bersama TNI di puncak tertinggi Lolai, para peserta juga tinggal bersama warga lokal Tana Toraja untuk belajar langsung budaya masyarakat serta toleransi selama satu malam, ada pula Cultural Night bersama masyarakat Toraja dengan menampilkan baju adat masing-masing daerah, berkunjung ke sekolah minggu dan mengikuti sosialisasi mengenai Program Pusat Pembinaan dan Latihan Motivator di Gereja Toraja bersama Ibu Ruth Tandi Ramba, dan yang terakhir Field Trip ke Ke’te’ Kesu’ mengunjungi tempat pemakaman orang Toraja.

Begitu pula dengan Mizan yang merupakan alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep Madura itu mengungkapkan rasa senangnya dapat bertemu banyak teman dengan visi sama yaitu memperjuangkan Indonesia yang toleran.‚ÄĚHarapan pribadi untuk saya sendiri supaya bisa lebih toleran lagi, lebih menghargai perbedaan, dan tentu ingin sekali bisa menyebarkan nilai-nilai yang sudah saya dapatkan dari acara ini melalui tulisan dan diskusi.Dan teruntuk teman- teman CSSMoRA, semangat belajar dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kesantrian, jangan lupakan almamater kita yang telah menunggu kita kembali. Terakhir, cari dan lakukan apa yang tidak biasa dilakukan orang lain, sebagai santri berprestasi seharusnya kita bisa lebih dari sekedar belajar di kelas, di luar sana banyak hal yang bisa kita gali, pengalaman adalah guru terbaik. Sukses terus untuk CSSMoRA, salam loyalitas tanpa batas,”tutur Mizan.

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *