Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja Melalui Pendidikan Keluarga Dalam Islam

Remaja merupakan generasi penerus suatu bangsa, termasuk Indonesia. Hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI 2007) menunjukkan jumlah remaja (SMP-SMA) di Indonesia menunjukkan 30 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 1,2 juta jiwa. Hal ini tentunya dapat menjadi asset bangsa jika remaja dapat menunjukkan potensi diri yang positif. Remaja Namun sebaliknya akan menjadi petaka jika remaja tersebut menunjukkan perilaku yang negatif bahkan sampai terlibat dalam kenakalan remaja.
Akhir-akhir ini fenomena kenakalan remaja makin meluas sebagai akibat dari demoralisasi remaja. Kenakalan remaja yang dilakukan diantaranya adalah tawuran, seks bebas, serta narkoba. Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2010, terjadi 102 kasus tawuran di Indonesia dan menewaskan 17 pelajar. Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional pada tahun 2012, dari 4,2 juta pengguna narkoba di Indonesia, sekitar 50-60% adalah dari kalangan pelajar. Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2011, dari total pelaku aborsi 2,4 jt, 700-800 ribu adalah remaja.
Dari kondisi tersebut, permasalahan demoralisasi menunjukkan permasalahan yang besar dan diperlukan penanganan yang bersifat prefentif. Kemudian juga terkait zaman ini, di zaman serba canggih, anak-anak lebih dikenalkan pada teknologi. Namun kesadaran akan bagusnya akhlak dan budi pekerti masih sangat kurang. Padahal akhlak inilah yang seharusnya jadi perhatian Dalam hal ini, orangtua mempunyai posisi yang penting dalam kehidupan remaja untuk mengarahkan dan mendidik anaknya agar tidak terpengaruh maupun melakukan hal-hal yang bersifat negatif. Namun, di masa sekarang ini banyak orangtua yang terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan, sehingga agak mengesampingkan masalah pengawasan terhadap anaknya, seperti yang telah di tulis oleh Alifuddin (2015).
Di dalam agama Islam sendiri, terdapat contoh sosok orangtua yang sangat perduli terkait dengan pengawasan dan pendidikan anaknya. Sosok tersebut adalah Luqmanul Hakim. Luqmanul Hakim adalah tokoh bijak paling besar dan istimewa(Syahri, 2012) Alqur’an juga menjunjung Luqman dengan ungkapan yang agung dan tepat, yaitu “Dan sungguh kami telah menganugerahkan hikmah kepada Luqman.”(Q.S. Luqman : 12). Luqman juga dikenal sebagai orangtua yang sangat perduli dengan anaknya. Beliau mendidik anaknya dengan menberikan nasehat-nasehat yang bijak terkait pendidikan akhlaq dan budi pekerti, seperti yang telah tercantum dalam Surah Yusuf ayat surat Luqman ayat 14, 18, dan 19: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (14).“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (18).“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (19). Dari ayat tersebut kita dapat mengetahui tentang pendidikan akhlak dan budi pekerti yang dinasehatkan Luqman kepada anaknya, yaitu berbakti kepada orang tua, berbicara dengan sopan, serta bersikap tawadlu’.
Perlakuan yang dilakukan oleh Luqmanul Hakim kepada anaknya sepatutnya di jadikan rujukan bagi para orang tua dalam hal mendidik anaknya. Orang tua harus memberikan perhatian yang serius dan khusus terkait pendidikan akhlaq, agar generasi mereka nanti tidak mudah terpengaruh dengan budaya negatif dan mengalami demoralisasi.

Daftar Pustaka:

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/354883-kpai-selama-3-tahun-46-pelajar-tewas-akibat-tawuran KPAI: Selama 3 Tahun, 46 Pelajar Tewas Akibat Tawuran
= FENOMENA KENAKALAN REMAJA DI INDONESIA = http://ntb.bkkbn.go.id/lists/artikel/dispform.aspx?id=673&contenttypeid=0x0/
S
Syahri, Muhammad Roy. 2012. Luqman Hakim Golden Ways. Jakarta : Tapak Sunan Publishing House.
Ikhsan, M. Alifudin. 2015. Revitalisasi Peran Ibu Sebagai Pilar Bangsa Dalam Mewujudkan Generasi Berkarakter: Solusi Cerdas Mengatasi Problematika Remaja. Malang : Dream Litera Buana.
http://www.beritasatu.com/megapolitan/151139-sepanjang-2013-19-pelajar-tewas-karena-tawuran.html
http://harianhaluan.com/news/detail/46556/satpol-pp-sukses-turunkan-jumlah-kasus-tawuran-pelajar 2015
http://news.okezone.com/read/2016/10/06/338/1508173/diduga-terlibat-tawuran-dua-pelajar-sma-kena-bacok

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *