Tips Meraih Beasiswa LN ala Kak Ikrom Mustofa, Alumni CSSMoRA IPB

Pada Sabtu, 26 Agustus 2017 yang lalu, pengurus CSSMoRA Nasional mengadakan diskusi online bertajuk “Menjadi santri prestatif, kreatif, dan inovatif” dengan pembicara kak Ikrom Mustofa, awardee LPDP di Universitas Wagenigen, Belanda. Kak Ikrom adalah alumni CSSMoRA IPB angkatan 2011 dan merupakan Wakil Ketua CSSMoRA IPB periode 2013/2014. Berikut ulasan diskusi tersebut.

Diskusi tersebut dibuka dengan pertanyaan kritis “hari ini kita boleh mengkritisi banyak hal terkait komunitas kita, pemerintahan kita, namun sudahkah kita sadar dengan kontribusi kita? Peran kita sebagai pemuda? Karakter santri seperti apa yang dibutuhkan? “Jadilah agen perubahan!!”, tegas kak Ikrom.

Lebih lanjut, kak Ikrom menyebutkan bahwa kuliah di luar negeri atau menjuarai suatu kompetisi BUKAN TENTANG HASIL PRESTASINYA, BUKAN JUARANYA, NAMUN PESAN MORALNYA, BAHWA BERPRESTASI ADALAH KESEMPATAN YANG SELALU DIMILIKI OLEH SETIAP ORANG.

Berikut tips mendapat beasiswa luar negeri ala kak Ikrom:

  1. Niatkan dulu mau kuliah untuk apa. Jangan sampai kita kuliah lanjutan hanya untuk menghindari kegagalan dapat kerja, untuk jalan-jalan semata, atau bahkan untuk jaga gengsi. Bukan itu.
  2. Baca baik-baik pedoman beasiswa. Sekaligus kita tentukan mau kuliah di mana, jurusannya apa, dan mau jadi apa selepas kuliah. Sebagai contoh, saya sejak di IPB mendalami bidang bencana, makanya saya ambil prodi ilmu lingkungan dengan peminatan bencana alam.
  3. Lengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan. Mulai dari ijazah sampai sertifikat bahasa. Biasanya kendala kita adalah sertifikat bahasa dalam bentuk toefl atau ielts. Buat yang sudah punya niat kuliah ke luar, segera lengkapi berkas2nya. Semangat.
  4. Ikuti setiap seleksi dengan baik, jujur, dan tetap jadi diri sendiri. Dan dukung semuanya dengan doa2.

Selain itu, ada tips lainnya:

-Rajin-rajin cari info beasiswa. Baiklah, sekarang beasiswa yang lagi ngehits itu LPDP, tapi ternyata di luar itu masih banyak banget lho beasiswa yang juga menawarkan kuliah di luar negeri. Manfaatkan akses tersebut.

 

-Kalau bisa jurusan, minat, sampai ke kontribusi kita ke depan setelah lulus harus tetap sejalan dengan apa-apa yang sudah kita lakukan. Jadi ngga kemana-mana. Intinya, stay focus ya teman. Hehe.

 

-Persiapkan semuanya jauh-jauh hari. Pengalaman saja, saya nyiapin beasiswa buat master degree ini sejak semester 8 di S1. Akhirnya setelah wisuda sarjana, saya bisa langsung daftar beasiswa S2 dan beberapa bulan kemudian, saya langsung berangkat ke Belanda. Lebih cepat lebih baik kan? Jangan suka menunda-nunda. Hehe.

 

-Sembari mendaftar ke satu jenis beasiswa, alangkah baiknya lihat2 juga persyaratan beasiswa lainnya. In case kalo gagal di beasiswa tsb.

Intinya adalah semangat kita. Bagi saya, BUKAN YANG PALING PINTAR, TAPI YANG PALING BERSUNGGUH-SUNGGUH.

 

Terakhir, kak Ikrom berpesan, “untinya bukan mencari waktu luang, tapi meluangkan waktu. Setiap kita pasti punya kesibukan, namun bagaimana kita dapat memanajemen waktu dengan baik, itu kuncinya. Semangat yaa..”

 

 

Facebook Comments


« (Previous News)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *