Tiga Mahasiswa CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Ikuti Event Internasional

Tiga mahasiwa CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga, In’amul Hasan dan Muhammad Mundzir berhasil mengikuti kegiatan 3rd BUAF (Borneo Undergraduate Academic Forum) di IAIN Palangkaraya, dan Mohammad Nailul Muna berhasil ikut serta dalam kegiatan 2nd ICONIS 2018 (International Conference On Islamic Studies) di IAIN Madura. BUAF adalah konferensi Internasional dan presentasi paper yang dilaksanakan PTKIN yang ada di Kalimantan ; IAIN Palangkaraya, IAIN Pontianak, UIN Antasari Banjarmasin dan IAIN Samarinda, dengan lokasi yang berbeda setiap pelaksanaannya dan ICONIS merupakan ajang konferensi Internasional dan presentasi paper yang dilaksanakan IAIN Madura.
BUAF dilaksanakan pada 17-19 Oktober sedangkan ICONIS dilaksanakan pada 27-28 Oktober. Calon peserta dalam kegiatan BUAF dan ICONIS adalah seluruh mahasiswa, baik yang dalam jenjang pendidikan S1 maupun S2. “Seluruh mahasiswa, tidak boleh dosen” tegas Mundzir. Namun berbeda dengan ICONIS, berdasarkan wawancara dengan Nailul Muna, untuk ICONIS baik mahasiswa maupun dosen dibolehkan ikut serta. “Semuanya bisa ikut.” singkat Nail.
Persiapan untuk mengikuti BUAF dan ICONIS cenderung sama. “Pertama dilakukan seleksi abstrak, kemudian seleksi full paper.” singkat Nail saat menjelaskan proses seleksinya untuk ICONIS. Begitupula dengan Mundzir saat menjelaskan bagaimana proses penyeleksian untuk BUAF, mulai dari seleksi abstrak berlanjut ke seleksi paper kemudian penyerahan berkas persyaratan lainnya. Hasan dan Mundzir mengaku sudah menyelesaikan papernya jauh hari sebelum batas pengumupulan terakhir.
Hasan menjelaskan bahwasanya kegiatan BUAF merupakan ajang untuk memperluas ilmu, menambah wawasan, dan mendapat banyak relasi dengan akademisi dari PTKIN lainnya. Begitu juga dengan Munzdir, “Senang ya, karena bisa ikuti forum mahasiswa Internasional pertama kalinya. Pesertanya juga bukan dari Indoesia saja, dari Brunei dan Malaysia juga ada”, ungkapnya. Untuk ICONIS, Nail mengaku kagum dengan persiapan dan sambutan yang ditujukan untuk para peserta yang mengikuti kegiatan ini. “Secara umum acara tersebut sangat penting dalam upaya menemukan dimensi kemoderatan dalam masyarakat Indonesia”, jelas Nail.
Mundzir berharap agar semangat untuk selalu mencoba dan berani menuangkan ide-ide dalam bentuk tulisan. “Kalau ingin mengikuti forum-forum seperti itu (BUAF) tetap harus berani mencoba. Walaupun mempunyai gagasan bagus namun tidak ditulis, itu sama saja”, pesannya. Nail dalam menyampaikan pesannya berharap agar kegiatan-kegiatan serupa bisa terus berlanjut dengan semangat dari para akademisi muda karena pada dasarnya acara seperti itu menjadi wadah dalam upaya mengembangkan keilmuan.

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *