Terpilih Jadi Ketua CSSMORA Nasional, Zidni: Semua ini adalah Amanah!

Bandung – Rekapitulasi hasil pemungutan suara calon ketua Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMORA) Nasional telah resmi diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) CSSMORA, pada Jum’at, 25 Maret 2016, kemarin.

Berdasarkan hasil rekapitulasi tersebut, dari ketiga calon yang lolos seleksi yaitu Muhammad Zidni Nafi’ (UIN SGD Bandung), Faris Mohammad Hadiningrat (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), dan Ahmad Idus Showabi (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), yang terpilih sebagai Ketua CSSMORA Nasional periode 2016-2017 adalah calon dengan nomor urut 1 yaitu Muhammad Zidni Nafi’.

Zidni nama akrabnya, berhasil memperoleh sebanyak 505 suara (50,5%). Sedangkan Faris Mohammad berhasil memperoleh 282 suara (28,4%) dan sebanyak 206 suara diperoleh Ahmad Idus Showab atau sebesar 20,7%. Sebagaimana dilansir oleh KPU, terdapat 231 suara (26%) dari 1224 mahasiswa CSSMORA yang tidak menggunakan hak pilih.

Dengan ini Muhammad Zidni Nafi’ telah resmi terpilih menjadi ketua CSSMORA Nasional periode 2016-2017. “Aslinya saya malu, namun perasaan senang dan bangga itu pastilah ada,” ungkap santri kelahiran kabupaten Kudus itu melalui salah satu akun media sosialnya.

Dengan terpilihnya Muhammad Zidni Nafi’ sebagai ketua CSSMORA Nasional, maka kesekretariatan CSSMORA Nasional yang sebelumnya berada di Jakarta kini pindah ke Bandung.

Zidni juga mengatakan di salah satu media sosialnya, “Semua ini adalah amanah, epistemologi boleh beda, ontologi bisa jadi sama, tapi aksiologi harus sama-sama berorientasi maslahat ammah”.

Sementara itu, Demisioner Ketua CSSMORA Nasional periode 2015-2016, Ivanullah Anggriawan Wibisono berpesan kepada ketua CSSMORA Nasional terpilih agar tidak melupakan budaya-budaya CSSMORA yang sudah terbentuk dan belajar dari kesalahan-kesalah kepengurusan sebelumnya agar tidak terulang lagi.

“Intinya jangan pernah melupakan budaya CSSMORA yang sudah dibangun sama para pendahulu kita. Budaya kekeluargaan, kesetiaan terhadap keluarga CSSMORA, prestasi, kepedulian terhadap masyarakat, penanaman jiwa pengabdian dan jadikanlah kesalahan-kesalahan pendahulu sebagai rambu-rambu untuk kepengurusan selanjutnya agar tidak terulang lagi,” pungkas mahasiwa UIN Syarif Hidayatullah itu. (Unhy)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *