Terbitkan Edisi VI, Majalah Santri Soroti Sistem Informasi Pesantren Era Digital

Yogyakarta, CSSMORA Online

Majalah Santri bulan ini menerbitkan edisi VI ini dengan mengangkat tema “Pesantren dan Sistem Informasi di Era Digital”. Pihak redaksi kali ini hendak menyoroti perkembangan dan terobosan di lingkungan pesantren terkait sistem informasi kekinian.

Majalah Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSS MORA) tersebut dalam edisi VI menyajikan rubrik baru, seperti rubrik ‘Scholarship’ yang menyajikan informasi beasiswa, ‘Teropong’ yang mengulas perkembangan sistem informasi pesantren dari masa ke masa serta desain sistem informasi digital pesantren.

Kemudian juga ada kisah inspiratif dari profil tokoh lulusan pesantren yang sukses di kancah nasional, bahkan internasional seperti Emha Ainun Najib (Cak Nun). Selain itu, ada pula testimoni dari beberapa tokoh seperti Teh Ninik (istri AA Gym), KH. Husein Muhammad (Pendiri Fahmina Insitute), serta ulasan dari Kementrian Agama RI.

Edisi baru majalah Santri diluncurkan bersamaan dalam acara pelatihan jurnalistik tingkat nasioal di Gedung Kampus Fiksi, Yogyakarta, 6-8 Februari kemarin.

Pemimpin redaksi majalah Santri Suratul Ilmiyah mengatakan, pesantren merupakan lembaga pendidikan orisinal Indonesia yang mengikuti kemajuan teknologi. “Sistem informasi digital adalah domain support system yang memudahkan pembelajaran, pelaporan, pemantauan dan mediasi (di pesantren),” jelas aktivis Kopri PMII Ciputat itu melalui siaran pers kepada NU Online, Senin (9/2).

Majalh Santri dalam edisi ini juga menyuguhkan informasi-informasi lain seperti tokoh Dr Ahmad Lutfi Fathullah yang menjadi penggagas kitab-kitab pesantren dengan sistem digital dan 10 mahasiswa berprestasi terbaik versi Majalah Santri.  Rubrik-rubrik lainnya seperti liputan, kajian kitab, opini, sastra, kesehatan dan lain-lain.

Mengenai  pemasaran, Ilmi mengungkapkan bahwa majalah Santri saat ini sudah mempunyai agen-agen di setiap daerah. Segmentasinya adalah pesantren-pesantren, perguruan tinggi di seluruh Indonesia, khususnya kepada mahasiswa, santri atau umat Islam lainnya.

“Majalah Santri kali ini akan dijual bebas ke masyarakat luas, setelah sebelumnya digratiskan sebagai sarana promosi,” terang santri asal Pasuruan yang baru saja menyelesaikan pendidikan sarjana di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat itu.

Pihaknya berharap, bisa meningkatkan produktifitas dalam penerbitan majalah agar lebih intensif sehingga dapat menjadi majalah pesantren nasional yang pertama. “Semoga majalah Santri lebih membumi dan menjadi media dakwah pesantren untuk masyarakat luas,” tegasnya. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

 

Sumber: NU Online

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *