Keislaman

 
 

Maqasid Syariah, Solusi Cabut Akar Terorisme

Oleh: A Fathurrohman Rustandi* Ledakan bom di Sarinah kemarin, menjadi bukti nyata bahwa gerakan radikal, ekstremisme dan terorisme masih menjadi ancaman bagi Indonesia dan kemanusiaan, sudah tidak jelas lagi siapa targetnya. Senjata bisa mengalahkan teroris, namun pendidikan bisa menghilangkan terorisme. Pendidikan menjadi titik pijak deradikalisasi jangka panjang. Bonus demografi kaum muda menjadi berkah sekaligus tantangan. Semangat religius orang muda saat ini semakin tinggi, namun sangat disayangkan ketika ghirah (semangat) ini timbul, banyak kelompok ekstremis yang memanfaatkannya. Dasar agama terbatas dan keluguan mereka dimanfaatkan sebagai ujung tombak ektremisme, radikalisme, dan terorisme.Read More


Bertemu Walisongo di Candi Prambanan dan Borobudur

Oleh Doni Febriando Jika memakai ilmu perbandingan, bisa dibilang Candi Prambanan dan Candi Borobudur sebanding dengan Masjidil Haram. Hal itulah yang membuat saya makin kagum pada Walisongo. Maksudnya begini, kalau ada “Masjidil Haram”, berarti logikanya ada puluhan “masjid agung” kan? Kalau ada tempat ibadah Hindu-Buddha selevel “Masjidil Haram”, berarti bukan tidak mungkin Indonesia zaman dahulu sudah dipenuhi ribuan “mushola” umat Hindu-Buddha. Orang tidak mungkin bisa membuat sesuatu berskala besar tanpa bisa membuat sesuatu yang berskala kecil-kecil dulu. Tentu kita jadi bisa membayangkan kalau umat beragama Hindu dan Buddha zaman dahuluRead More


Menag: Teks dan Terjemah Al Quran Digital Harus Dipantau Terus

Bandung – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan saat ini teks Al Quran tidak hanya dalam bentuk lembaran kertas, namun seiring perkembangan teknologi informasi, teks kitab suci umat Muslim ini terdapat pada alat digital. “Ada ustadz kalau baca Al- Qur’an tidak pegang mushaf tapi pegang smartphone, tentu bagaimana teks itu terpantau, juga pada terjemahan digitalnya. Keduanya  harus terus dipantau,” kata Menag pada pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ulama Al-qur’an di Bandung, Selasa (18/08) malam, sebagaimana dilansir di situs kemenag.go.id. Menurut Menag, Lajnah Pentashihan Al-Qur’an sebagai bagian dari Kemenag harus siapRead More


Pangeran Diponegoro: Ulama Anti-Penjajahan hingga Pelopor Jejaring Pesantren

Oleh: M. Zidni Nafi’ Kemerdekaan Indonesia yang kini sudah dirayakan pada tahun ke-70 tidak diraih dengan begitu mudah. Pergulatan politik, ekonomi bahkan tumpah darah akibat penjajahan sudah menjadi ‘sesaji’ yang tak terelakan lagi sepanjang sejarah kolonialisme di Nusantara. Perlawanan pribumi terhadap penjajahan bermula pada Maret 1602 saat Belanda mendirikan serikat dagang VOC (Verenigde Oostindische Compagnie). Selain bertujuan meramaikan kompetisi bursa perdagangan dengan bangsa-bangsa Eropa, VOC juga merambisi memonopoli perdagangan rempah-rempah di kawasan Nusantara pada saat itu. Kerajaan Banten dan Mataram Melawan VOC Penguasaan perdagangan yang tidak etis oleh VOC menyulut kerajaanRead More


Cak Nun: Muhammadiyah Itu NU, NU Itu Muhammadiyah

MALANG – Kehadiran budayawan nasional Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun pada kegiatan ‘Sinau Nuzulul Quran’ di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ahad (5/7) malam, benar-benar memberi warna baru bagi warga Kota Malang. Itu terlihat jalannya acara sangat cair karena Cak Nun mampu meleburkan pengkotak-kotakan Islam secara sektarian menyatu dalam nilai-nilai universal Alquran. “Partai politik itu yang bikin siapa, manusia. Muhammadiyah itu yang bikin siapa, manusia. NU (Nahdlatul Ulama) itu yang bikin siapa, manusia. Islam itu yang bikin siapa, Allah. Alquran itu yang bikin siapa, Allah. Makanya ojo dumeh (jangan mentang-mentang).Read More