Seminar Penelitian Evaluasi PBSB, Ketua CSSMoRA Nasional Aspirasikan Rekomendasi Anggota

Bekasi – Ketua CSSMoRA Nasional Muhammad Zidni Nafi’ menyampaikan aspirasi berupa rekomendasi-rekomendasi tentang Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) pada Seminar Hasil Penelitian Evaluasi PBSB yang diselenggarakan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, 13-14 Oktober, di Amaarossa Grande, kota Bekasi.

Mahasiswa yang akrab disapa Zidni itu menjelaskan, rekomendasi dihimpun dari berbagai aspirasi anggota-anggota CSSMoRA, baik itu yang masih studi atau alumni melalui ketua-ketua CSSMoRA Perguruan Tinggi seluruh Indonesia.

“Rekomendasinya mulai dari aspek strategi sosialiasi dan teknis seleksi PBSB sampai kelulusan, kebijakan dalam proses berlangsungnya studi, persiapan pra lulus, hingga masalah forum alumni dan berbagai hal yang berkaitan dengan karir serta pengabdian,” terang mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu.

Dia menambahkan, rekomendasi itu dirasa sangat penting karena CSSMoRA sebagai organisasi mahasiswa PBSB yang sangat mengerti betul karena mengalami sendiri menjadi santri yang mendapatkan PBSB.

“Makanya, ini salah satu bentuk upaya dan kesadaran kita. Lewat rekomendasi-rekomendasi ini kita sampaikan dan kirimkan kepada pihak terkait, sehingga kedepannya keberadaan PBSB bisa semakin baik demi kemaslahatan masyarakat Indonesia dan pesantren pada khususnya,” tegasnya.

Aspirasi-aspirasi tersebut, Zidni sampaikan dihadapan puluhan peserta seminar yang berasal dari peneliti di kalangan Kementerian Agama, dosen-dosen, alumni PBSB, pengasuh pesantren. Di antara nama yang dihadir  yakni Dr. Amin Haedari (pencetus PBSB pada saat menjadi Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren tahun 2005) dan Prof. Dr. Arif Sumantri (Dekan FKIK UIN Jakarta), keduanya sebagai pembahas hasil penelitian.

Selain itu, atasnama CSSMoRA Nasional juga mengirimkan secara tertulis melalui surat resmi dengan nomor 051/e/SR/CSSMoRA/X/2016 berisi 3 halaman yang ditujukkan kepada Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama yang merupakan ‘dapur’ kebijakan-kebijakan yang berbasis data dan penelitian di lingkungan kementerian.

Seminar tersebut merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Badan Litbang dan Diklat yang dilakukan di 103 Pesantren di 12 Provinsi di Indonesia serta mewawancarai alumni PBSB sebanyak 234 orang. Hasil penelitian ini nanti akan menjadi bahan pengambilan kebijakan yang dilakukan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam khususnya Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren sebagai pelaksana dari PBSB yang sudah dibuka sejak tahun 2005 sampai sekarang. (Kominfo)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *