Sambut Kuliah Umum Pak Menteri di UGM, PD Pontren Lakukan Koordinasi dengan Pihak UGM

Yogyakarta, CSSMoRA-, Dalam rangka persiapan Kuliah Umum dari Menteri Agama Republik Indonesia akhir Maret mendatang, Direktorat Pendidikan Dinyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) melakukan rapat koordinasi pertama pada Jum’at (23/2) bersama pihak UGM sebagai tuan rumah pelaksanaan acara tersebut di ruang sidang Direktorat Pendidikan dan Pengajaran (DPP) UGM. Rapat tersbeut dihadiri oleh Kasubdit Pendidikan Pesantren PD Pontren Kemenag RI yaitu oleh Dr. Basnag Said, S.Ag, M.Ag, Kasubdit Penerimaan dan Kelembagaan UGM yang diwakili oleh Ibu Anindita Prita Pradiptia, S.Sos, dan Pak Nur Piyantoro sebagai pengelola PBSB di UGM, serta mahasiswa PBSB UGM.

Rapat tersebut membahas beberapa hal teknis dan gambaran secara umum Kuliah Umum yang bertema “Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Islam untuk Generasi Milenial” 28 Maret 2018 mendatangan oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin. Pak Basnag Said juga menyampaikan pemilihan UGM sebagai lokasi kuliah umum tersebut yaitu sebagai bentuk pembuktian bahwa para santri juga mampu belajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan Kementerian Agama RI juga berkomitmen untuk mencetak generasi penerus bangsa yang dititipkan ke Universitas Gadjah Mada. “Jadi kami ingin menegaskan bahwa jangan anggap enteng para santri yang juga dapat kuliah dan berprestasi di kampus terbaik di Indonesia” ujar Pak Basnag.

Pak Nur Piyantoro selaku pengelola PBSB UGM menyampaikan bahwa pihaknya sebagai fasilitator dan tuan rumah akan memberikan pelayanan berupa tempat, dekorasi, serta bantuan keamanan. Beliau menyampaikan sampai saat ini rencananya acara tersebut akan diselenggarakan di Gedung Grhan Saba Permana (GSP) lantai satu. Sementara itu, mahasiswa PBSB yang dalam hal ini diwakili oleh CSSMoRA UGM bertugas membuat pubikasi. Selain diadakannya kuliah umum, akan dilakukan pula penyerahan secara simbolis bantuan PBSB Kemenag RI kepada santri/mahasiswa.

Dalam rapat tersebut disepakati peserta yang diundang yaitu para rektor atau wakil rektor masing-masing Perguruan Tinggi Mitra (PTM), santri/mahasiswa penerima PBSB UGM dan UIN Sunan Kalijaga, perwakilan Kemenristekdikti, para tokoh pendidikan, unsur Kementerian Agama DIY, serta mengundang santri-santri non PBSB yang kuliah di UGM. Diperkirakan jumlah maksimal peseta yaitu 200 orang. “Acara ini diharapkan dapat sebagai simbol serta bekal yang diberikan oleh Kementerian Agama RI kepada para santri sebagai generasi penerus bangsa yang diharapkan” jelas Pak Basnag. Sementara pihak UGM berencana akan melakukan koordinasi lanjutan secara internal untuk menyambut acara ini. (KA)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *