RESMI DILANTIK, CSSMoRA NASIONAL AKAN KUATKAN PERSATUAN INTERNAL

RESMI DILANTIK, CSSMoRA NASIONAL AKAN KUATKAN PERSATUAN INTERNAL | Bogor, cssmora.org – Setelah melewati proses tahap perekrutan dan seleksi, 29 orang Pengurus Nasional CSSMoRA periode 2017-2018 resmi dilantik di Villa Pandawa Lembaga Bina Santri Mandiri (LBSM), Bogor, Sabtu (15/4). Dalam kesempatan tersebut, Dr Ainur Rafiq MAg selaku Kasubdit Pendidikan Pesantren Direktorat Pendidikan Diniah dan Pondok Pesantren Kemenag RI hadir untuk melantik Pengurus Nasional CSSMoRA periode 2017-2018.

Sebelumnya dalam sesi dialog, beliau juga menyatakan bahwa PBSB dan CSSMoRA ialah suatu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Artinya ketika bicara CSSMoRA, berarti juga berbicara PBSB, begitu sebaliknya. Menurutnya Pengurus CSSMoRA memiliki peran besar agar mahasiswa PBSB yang berada di berbagai kampus tetap merasa berada dalam lingkungan PBSB.

“Core-business mahasiswa PBSB itu yang pertama menyelesaikan akademik. Kemudian yang kedua harus merasa dalam lingkungan PBSB, bentuknya ya CSSMoRA itu,” pungkasnya.

Sebagaimana kepengurusan sebelumnya, CSSMoRA Nasional periode ini memiliki 4 departemen, yakni Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dan Pengembangan Sumber Daya Ekonomi (PSDE). Selain keempat departemen tadi, masih ada juga badan semi otonom (BSO) berupa Majalah SANTRI.

Annas Rolli Muchlisin yang terpilih sebagai ketua CSSMoRA Nasional periode 2017-2018 menggantikan M Zidni Nafi’, merasa punya tugas besar dalam periode ini. Hal ini dikarenakan telah habisnya masa berlaku Garis-garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) tahap V sebelumnya, sehingga pada Musyawarah Nasional (Munas) ke VII itu juga dirumuskan GBHO untuk empat tahun ke depan. Setelah melewati diskusi panjang, maka tercapailah kesepakatan mengenai GBHO tahap VI dan VII.

GBHO tahap VI untuk tahun 2017 hingga 2019 adalah “Mengoptimalkan persatuan internal CSSMoRA melalui pemberdayaan anggota aktif dan pasif guna memperkuat eksternalisasi”. Sementara tahap VII untuk tahun 2019-2021 adalah “Stabilisasi persatuan internal CSSMoRA untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa dengan kolaborasi antar anggota”.

Annas menegaskan bahwa setiap Pengurus Nasional CSSMoRA adalah agen penguatan internal di PTN masing-masing. Jadi, apapun posisinya di kepengurusan nasional, baik BPH, PSDE, KOMINFO, P3M, maupun PSDM, tetap memiliki tanggung jawab untuk berperan aktif dalam penguatan internal.

Penguatan internal tersebut diterapkan dalam tiga ranah. Pertama, penguatan anggota aktif di tiap PTN, sehingga setiap pengurus perlu berperan dalam mengoptimalkan kaderisasi. Kedua, perangkulan anggota pasif dengan membentuk jejaring alumni PBSB. Ketiga, penguatan persatuan antar-PTN dengan membudayakan saling mengunjungi PTN lain terdekat.

Penguatan internal ini, menurut Annas bukan berarti sebagai bentuk langkah mundur dari GBHO sebelumnya yang mengoptimalkan penguatan eksternalisasi. Akan tetapi ini merrupakan langkah kesinambungan agar CSSMoRA juga tetap terjaga keutuhannya. GBHO sebelumnya tetap dipertahankan dan dilestarikan agar kemajuan semakin bertingkat.

“Jadi GBHO yang kemarin tidak akan ditinggalkan, dalam artian eksternalisasi tetap jalan. Adapun penguatan internal di sini bukan sebatas penguatan anggota aktif di satu PTN, tetapi mencoba merangkul kembali para anggota pasif,” kata mahasiswa UIN Sunan Kalijaga ini.

“Selain itu, penguatan internal di sini juga berarti penguatan hubungan antar anggota di PTN yang berbeda. Setelah semua elemen tersebut sudah bersatu, maka kita akan mudah berkolaborasi untuk kemudian memaksimalkan lagi eksternalisasi,” pungkas Annas.(ray)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *